728 x 90

Ketua Partai yang tak Punya Mobil

Ketua Partai yang tak Punya Mobil

Datang ke Jakarta dari Pasaman, Sumatera Barat, ia tak membawa banyak bekal. Saat itu, tahun 1987. Lalu, di ibukota, Ibnu Hajar Tanjung memulai hidup dengan menjadi kondektur bus. Sebuah awal yang tidak mudah bagi …

Datang ke Jakarta dari Pasaman, Sumatera Barat, ia tak membawa banyak bekal. Saat itu, tahun 1987. Lalu, di ibukota, Ibnu Hajar Tanjung memulai hidup dengan menjadi kondektur bus. Sebuah awal yang tidak mudah bagi seorang perantau.

Kini, setelah melewati fase jatuh-bangun, pasang-surut, sedih dan bahagia, Bang Tajung tampil sebagai petinggi partai di kota Bekasi. Partai Gerindra, partai besar dengan nama bagus yang dikomandani oleh Prabowo Subianto.

Namun demikian, tidak ada yang berubah pada Ibnu Hajar Tanjung. Meski sudah diposisikan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi, ia tetap bersahaja. Hidup dijalani dengan santai dan apa adanya. Saking sederhananya, barangkali, hanya dia satu-satunya Ketua DPC yang tidak punya mobil pribadi.

Ayah delapan anak itu, juga tinggal di rumah sederhana dengan hanya mengandalkan kolam pemancingan untuk menghadapi keluarganya. Padahal apabila mau, sudah barang tentu, Bang Tajung bisa bergelimang fasilitas. Setidaknya, ia bisa menjadikan jabatan Ketua DPC untuk mencari uang besar. Apalagi di tahun-tahun politik seperti saat ini. Kepada mereka yang ingin maju di Pilkada atau yang hendak nyalon jadi legeslatif, Ibnu Hajar Tanjung tak pernah meminta ongkos politik.

Sikap itulah yang membuat rumah kecilnya di Rawalumbu Kota Bekasi, banyak didatangi tokoh-tokoh besar. Terutama tokoh Bekasi, silih-berganti datang dan bersilaturrahi. Selain orang-orang penting, di rumah Bang Tanjung juga selalu ramai oleh kader Gerindra. Sebab, ia memang dikenal sebagai pejuang politik yang merakyat dan dekat dengan konstituen.

Komitmen Ibnu Hajar Tanung kepada partai memang pantas diteladani. Ia rela melakukan apa saja demi Gerindra. Termasuk ketika DPP Partai Gerindra memutuskan, memajukan Mayjen (Purn) Sudrajat, sebagai Calon Gubernur Jawa Barat.

“Kami dari pengurus dan kader Gerindra seluruh Kota Bekasi siap mengawal dan melaksanakan keputusan DPP dan DPD untuk memenangkan Sudrajat menjadi Gubernur Jawa barat 2018-2023,” tegas politisi yang merintis karir dari bawah ini.

Sebagai pimpinan partai di tingkat cabang, ia juga telah menyiapkan strategi pemenangan untuk Jenderal Sudrajat. Mesin partai sudah ia panaskan untuk menyokong calon pilihan Prabowo itu.

Di lingkungan Partai Gerindra, nama Ibu Hajar Tanjung, bukan orang asing. Ia kader yang amat militan, karena memulai pengabdiannya di partai sejak dari sangat bawah. Ia juga bukan kader sembarangan. Sebab, riwayat hidupnya sangat panjang dan berliku. Profesinya sebelum kemudian masuk partai, juga berupa-rupa.

Pria kelahiran 13 Juli 1969 ini, memang terus bergerak, beroganisasi, dan berdaya bagi sesama. Sebelum memimpin Partai Gerindra Cabang Kota Bekasi, bapak delapan anak itu, menjadi petinggi sejumlah organisasi. Pada 2011-2015 misalnya, Ibnu Hajar Tanjung menjadi Ketua Umum Gerakan Muda Indonesia. Sebelumnya, ia adalah Sekjen LSM Jaringan Masyarakat Anti Korupsi.

Pernah menjadi Wakil Ketua Ikatan Keluarga Kabupaten Pasaman se-Jabodetabek (2007-2012), Bang Tanjung saat ini duduk sebagai Ketua Dewan Pembina di Ikatan keluarga Kabupaten Pasaman Jabodetabek.

Di organisasi lain, Tanjung juga menjadi Ketua Umum Gerakan Muda Indonesia (Gemindo). Lalu Sekjen DPD Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) Jawa Barat. Ia juga Ketua Umum IKKP, Ketua Dewan Pembina IKM Kota Bekasi, Ketmua IMS Kota Bekasi, serta Pemimpin Umum Media Reportase. Hingga kini pun, Ibnu Hajar Tanjung masih menjadi Sekretaris Dewan Penyantun Universitas Tribuana.

Setelah serangkaian panjang karir organisasinya, pada 2010, Ibnu Hajar Tanjung bergabung dengan Gerindra karena keinginanya memperjuangkan rakyat.  Saat itu, ia ditunjuk menjadi Ketua OKK DPC Partai Gerindra Kota Bekasi.

Jika dirunut hingga ke belakang, jejak organisasi Bapilu DPD Partai Gerindra Jawa Barat  2009 itu,  sangat panjang. Pada 1998-2007 umpamanya, Bang Tanjung menjadi Ketua Pedagang Kaki Lima Terminal Kota Bekasi. Dalam kurun waktu itu, ia bergabung dalam Satgas PDIP Kota Bekasi sebagai Wakil Koordinator. (rama)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos