728 x 90

Mulyadi di Antara Dua Jenderal

Mulyadi di Antara Dua Jenderal

Babak baru pertarungan Pilgub Jawa Barat sedang dimulai. Partai Gerindra, menuliskan kisah tak biasa, dalam soal pemilihan Calon Gubernur Jabar. Bukan Mulyadi, Ketua DPD Gerindra Jabar yang dipilih, meski Kang Mul sudah sejak mula, memegang mandat Rampimda Gerindra untuk maju sebagai Calon Gubernur 2018.   Di Hambalang, kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sejarah

Babak baru pertarungan Pilgub Jawa Barat sedang dimulai. Partai Gerindra, menuliskan kisah tak biasa, dalam soal pemilihan Calon Gubernur Jabar. Bukan Mulyadi, Ketua DPD Gerindra Jabar yang dipilih, meski Kang Mul sudah sejak mula, memegang mandat Rampimda Gerindra untuk maju sebagai Calon Gubernur 2018.

 

Di Hambalang, kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sejarah ditorehkan. Sejarah partai yang selalu memberi kejutan-kejutan. Dan, di sana, Mulyadi ikut mengangkat tangan Mayor Jenderal (purn) Sudrajat yang mendapat mandat, maju sebagai Calon Gubernur Jabar dari Gerindra. Sebuah simbol kepatuhan, keikhlasan, serta dukungan penuh kepada kandidat yang sudah diputuskan partai.

Sikap Mulyadi adalah kejutan dalam bentuk yang lain. Sebab, banyak yang memprediksi, ia akan kembali bereaksi, seperti ketika Gerindra memutuskan mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu bersama PKS. Kini, tidak ada manover politik sama sekali. Kang Mul justru menerima tugas berat, memimpin Tim Pemenangan Jenderal Sudrajat.

“Rasanya lega. Karena yan diusung adalah kader Gerindra. Saya tidak kecewa, semua demi partai, bukan ambisi pribadi,” tegas Mulyadi tentang keputusan Ketua Umum memilih Mayjen Sudrajat untuk berlaga di Pilkada Jabar.

Sikap itu, seolah menjadi jawaban paling gamblang bahwa aksi cabut dukungan, saat Gerindra bersama PKS mendukung Demiz-Syaikhu bukan semata sakit hati. Bukan juga karena Mulyadi yang sudah mencalonkan diri, tidak diberi rekomendasi. Sikap ‘berani’ itulah yang membuatnya dijuluki ‘anak nakal’ oleh Prabowo. Sebuah julukan yang diberikan bukan dengan maksud merendahkan, tapi justru mengapresiasi keteguhannya membela partai.

Benar. Mulyadi memang sedang membela partainya. Saat itu, yang ada di dalam benaknya adalah mengembalikan wibawa Gerindra. Sebab, Demiz yang berjanji menjadi kader, tak kunjung memenuhi janjinya. Belakangan, Wakil Gubernur incumbent itu, justru memilih menjadi kader Partai Demokrat.

Mulyadi, sekali lagi membuktikan nalurinya bahwa mendukung Deddy Mizwar, tidak akan memberi apa-apa untuk Gerindra. Terbukti, Demiz (dengan segala alasaan dan latarbelakangnya) tak tertarik menjadi kader Gerindra.

Dan, kini, begitu yang diputuskan partai adalah kader, Mulyadi menerima dengan kesadaran penuh, selain keikhlasan. Baginya, berpolitik itu, mesti berlapang hati, sehingga dengan serta-merta, ia merelakan rekomendasi untuk diberikan kepada Jenderal Sudrajat. Ia, saat ini, diapit oleh dua jenderal: Letjen Prabowo Subianto yang jadi Ketum Gerindra dan Mayjen Sudrajat yang dipilih mewakili Gerindra di Pilgub Jabar.

Sikap Mulyadi, sudah pasti tidak sepi dari amatan Prabowo Subianto, tokoh sentral di Partai Gerindra. Itu yang membuat Kang Mul dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Pilkada 2018. Itu pula yang pernah mengantar Kang Mul memimpin Gerindra Jawa Barat.

Prabowo dan Mulyadi, barangkali  tak perlu umbar chemistery. Toh, kontak batin, yakinlah, mudah terjadi. Apalagi, mereka dekat dalam arti yang seluas-luasnya. Dekat tempat tinggalnya, dekat batinnya. Mulyadi di Jonggol, Prabowo di Hambalang.  Keputusan menempatkan Kang Mul sebagai Ketua DPD Gerindra Jabar, juga atas perintah Prabowo. Toh, selama ini, ia tak pernah bercita-cita menjadi politisi, apalagi memimpin partai sebesar Gerindra untuk wilayah Jabar.

Ketika kemudian, mengambil tanggungjawab itu, ia juga harus berburu restu sang ibu. Selain, tentulah, mendapat dukungan dari keluarga. Padahal, saat ia tak lagi menjadi anggota DPR RI, keputusannya sudah bulat yakni kembali meneruskan karirnya sebagai pengusaha. Ia bahkan sudah memboyong istri dan anak-anaknya ke Kualalumpur Malaysia.

Menjadi Ketua partai di Jabar, bagi Mulyadi adalah tanggungjawab yang tidak biasa. Meski ia memiliki menjadi pemimpin di banyak organisasi sosial dan bisnis, duduk sebagai Ketua DPD Gerindra harus bisa menjaga nama partai, wibawa, serta kemenangan di masa depan.(*)

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos