728 x 90

PELNI: Menguasai Samodera, Menjaga Indonesia

PELNI: Menguasai Samodera, Menjaga Indonesia

Perusahaan pelayaran terbesar milik negara, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, semakin bergengsi. Di tangan Insan Purwarisya L Tobing sebagai Direktur Utama, Pelni terus berbenah. Seperti diketahui, sejak September 2017, Insan Purwarisya menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Harry Boediarto sebagai Dirut Pelni. Insan dipercaya memimpin BUMN Transportasi laut terbesar di Nusantara ini, karena pengalamannya. Sebelumnya,

Perusahaan pelayaran terbesar milik negara, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, semakin bergengsi. Di tangan Insan Purwarisya L Tobing sebagai Direktur Utama, Pelni terus berbenah.

Seperti diketahui, sejak September 2017, Insan Purwarisya menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Harry Boediarto sebagai Dirut Pelni. Insan dipercaya memimpin BUMN Transportasi laut terbesar di Nusantara ini, karena pengalamannya.

Sebelumnya, Insan adalah Direktur SDM Pelni yang diangkat pada Deember 2016. Ia menggantikan Datep Purwasaputra yang selama lima tahun menjadi Direktur SDM Pelni. Berbeda dengan Datep yang seorang pelaut, Insan besar di Pertamina.

Karir Insan Purwarisya di PT Pertamina membawanya hingga ke posisi puncak sebagai Executif Vice President (EVP) pengembangan SDM. Pengalaman panjang itulah yang membuat Insan seperti sangat tanggap menjadi nahkoda Pelni.

Sebagai perusahaan negara, kehadiran PT Pelni memang sangat penting. Sebab, Nusantara adalah negara kepulauan yang dijahit oleh lautan. Kini, di usianya yang hampir 70 tahun, Pelni tampil sebagai BUMN yang perkasa di samudera.

Berdiri sejak 5 Septemberr 1950, PT Pelni lahir lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum yang sepakat membentuk Yayasan Penguasaan Pusat Kapal-kapal (PEPUSKA). Hadir dalam suasana revolusi di saat Indonesia baru berusia lima tahun, Pepuska adalah jawaban dari penolakan pemerintah kolonial Belanda yang menolak mengubah status maskapai pelayaran Belanda.

Saat itu, Indonesia menginginkan Koninklijke Paketvaart Matschappij (NV KPM) diganti menjadi Perseroan Terbatas (PT). Selain itu,  kapal KPM juga wajib berbenderea Indonesia jika beroperasi  di perairan Indonesia. Kesepakatan yang gagal membuat persaingan antara Pepuska dengan KPM terjadi dengan keras. Indonesia hanya memiliki  delapan  kapal, sedang Belanda memiliki banyak kapal dengan pengalaman mengarungi samudera lebih dari 50 tahun.

Dua tahun kemudian, tepatnya 28 April 1952, Yayasan Pepuska diganti dengan PT Pelni. Modalnya adalaah delapan kapal yang selama ini dioperasikan Pepuska. Sejak itulah, eksistensi PT Pelni berkibaran hingga kini. (ram)

Direksi PT PELNI:

Direktur Utama : Insan Purwarisya L. Tobing
Direktur Usaha Angkutan Penumpang dan Kapal Perintis : OM Sodikin
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut : Harry Boediarto
Direktur SDM & Umum : Ganefi 
Direktur Keuangan: Tri Andayani

 

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos