728 x 90

Siti Maryam, Ikuti Proses Pendaftaran Caleg PKB Kota Bekasi

Siti Maryam, Ikuti Proses Pendaftaran Caleg PKB Kota Bekasi

Bakal Calon Legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Siti Maryam, mengikuti seluruh proses pencalegan di KPU Kota Bekasi, hingga Rabu dinihari,  18 Juli 2018. Proses pendaftaran di KPU di seluruh Indonesia berakhir Selasa (17/8) tengah malam. KPU tidak memperpanjang pendaftaran sehingga semua harus selesai. Memperpanjang pendaftaran bagi KPU akan berisiko motornya jadwal agenda

Bakal Calon Legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Siti Maryam, mengikuti seluruh proses pencalegan di KPU Kota Bekasi, hingga Rabu dinihari,  18 Juli 2018.

Proses pendaftaran di KPU di seluruh Indonesia berakhir Selasa (17/8) tengah malam. KPU tidak memperpanjang pendaftaran sehingga semua harus selesai. Memperpanjang pendaftaran bagi KPU akan berisiko motornya jadwal agenda Pemilu.

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, H Achmad Ustuchri memimpin seluruh proses pendaftaran Caleg. Mulai penjaringan, pemberkasan hingga puncaknya pengajuan berkas ke KPU Kota Bekasi. Achmad Ustuchri optimis tahun ini banyak Caleg bersemangat, potensial dan berkualitas. Hal itu menurutnya efek Cak Imin. Termasuk memasangkan, Jokowi-Cak Imun (Join) dan banyak faktor lain yang mendukung.

Ustuchri mengingatkan Caleg untuk berhati-hati.  Menjadikan politik riang gembira, menyenangkan dan bermartabat. Tidak boleh ada yang main curang dan segala yang bersifat kecurangan. “Tidak ada politik uang, ” tegasnya.

Siti Maryam yang hingga dinihari tadi mengikuti seluruh rangkaiana pendaftaran, adalah bakal Caleg PKB yang diunggulkan di Kota Bekasi. “PKB dengan nomor urut satu menjadi berkah tersendiri.  Akan membawa kebaikan semua,  termasuk PKB yang di Batasi,” kata Ketua DPC PKB Kota Bekasi, H Achmad Ustuchri.

Memang, rekam jejak Siti Maryam sebagai aktivis perempuan, pemberdaya perempuan, pendidik dan ustadzah, membuatnya memiliki jejaring yang luas. Apalagi, Siti Maryam termasuk  tidak hitung-hitungan dalam setiap aktivitasnya. Semua dihitungnya sebagai ibadah.

“Bisa menolong saudara kita itu kebahagiaan yang tak ternilai, bahkan dengan uang. Jadi sebisa mungkin, saya membantu apa yang bisa saya bantu,” katanya sambil menegaskan bahwa dirinya sudah sejak lama diajarkan untuk saling tolong-menolong.

Di Kota Bekasi, nama Siti Maryam, memang dikenal luas. Di lingkungan pendidikan, selain mengelola yayasan pendidikan, ia juga aktif di banyak orgganisasi yang serius memajukan pendidikan.

Sepanjang hidupnya, Siti Maryam memang seperti tidak pernah jauh dari bangku sekolah. Sudah sejak remaja, ia menjadi seorang pengajar. Itu artinya, sejak ia masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah.

Tidak berlebihan, menjadi pengajar memang cita-cita kecilnya. Ia sudah menempa diri untuk menjadi pengajar sejak belia, dengan berlatih mengajar anak-anak  membaca dan menulis Al Quran. Begitu sudah di madrasah aliyah, Siti Maryam mulai mengajar majelis taklim di kampung-kampung.

Riwayat pendidikan Siti Maryam, sepertinya menuntun dia untuk tidak jauh dari dunia pendidikan. Selepas sekolah dasar (SD) tahun 1982, Muhammad Salim, orangtuanya mengantarkan ke Pendidikan Islam El Nur El Kasysyaf (PINK) Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, ia tidak langsung diterima, karena harus mengikuti pelajaran tambahan setahun untuk menyelaraskan ilmu SD dan madrasah. Baru tahun kedua resmi diterima sebagai santri.

Sejak itu, sejak di pesantren hingga menamatkan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Shalahuddin Al Ayyubi (Inisa), Siti Maryam terus menema diri menjadi aktivis perempuan. Bersama itu, aktivitasnya mengajar juga terus dijalani hingga menjalani rumah tangga, bahkan ketika kedua anaknya berangkat remaja dan dewasa.

Baginya, belajar dan mengajar  sudah menyatu menjadi jiwa yang tidak terpisahkan. “Belajar itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat, dari sejak lahir hingga akhir hayat,” katanya setiap kali menyampaikan mauidhoh hasanah dalam setiap taklim yang dilakukan.

Sejak dua buah hatinya dewasa, kegiatan Siti Maryam semakin padat. Tidak hanya mengajar di yayasan pendidikan yang ia dirikan, karena itu juga  mengacar secara informal di tengah masyarakat. Termasuk melalui taushiyah, menjadi daiyah hingga ke pelosok kampung.

Dan, di antara aktivitasnya mengajar dan memberi tausyiah, Siti Maryam masih membagi waktunya untuk berorganisasi. Di lingkungan pendidikan, ia tergabung dalam Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK), Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI).

Sementara di organisasi kemasyarakatan, Siti Maryam aktif menjadi pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Di organisasi politik menjadi pengurus Perempuan Partai  Kebangkitan Bangsa.(via)

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Melly kambey
    July 18, 2018, 9:35 am

    Semangat terus utk ibu ustazah siti maryam salim…keberadaan ibu menjadi motifator utk kaum wanita.. Terutama di legislatif yg di dominasi kaum pria….. Semoga langkah ibu selalu di berikan kemudahan…..

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos