728 x 90

Sambut HUT RI, Siti Maryam Ikut Lomba Tenis Meja

Sambut HUT RI, Siti Maryam Ikut Lomba Tenis Meja

Agustusan masih 10 harian lagi. Tapi warga RT 003 RW 08, Perumahan Mayang Pratama,  Mustikasari, Mustikajaya, Bekasi Timur, sudah menyambutnya dengan gelaran berbagai macam pertandingan olahraga. Semua tokoh masyarakat ikut berpartisipasi, meski sekadar untuk seru-seruan. Termasuk Siti Maryam Ia terlihat antusias mengikuti pertandingan tenis meja. Meski sibuk berpartai dan berorganisasi, Siti Maryam tergolong warga yang aktif

Agustusan masih 10 harian lagi. Tapi warga RT 003 RW 08, Perumahan Mayang Pratama,  Mustikasari, Mustikajaya, Bekasi Timur, sudah menyambutnya dengan gelaran berbagai macam pertandingan olahraga.

Semua tokoh masyarakat ikut berpartisipasi, meski sekadar untuk seru-seruan. Termasuk Siti Maryam Ia terlihat antusias mengikuti pertandingan tenis meja.

Meski sibuk berpartai dan berorganisasi, Siti Maryam tergolong warga yang aktif bermasyarakat. Selain menyelenggarakan lembaga pendidikan anak usia dini, wanita asli Bekasi ini, juga mengajar pengajian di sejumlah majlis taklim.

Seluruh aktivitasnya itu, menjadi bekal sosial bagi Siti Maryam untuk maju sebagai calon anggota legislatif melalui PKB. “PKB itu partai yang berdiri melalui jasa para ulama, ulama ahlus sunnah wal jamaah termasuk guru saya yang mendirikan partai ini,” ujarnya.

Jadi, dengan menjadi kader PKB, ia merasa ikut melanjutkan perjuangan para ulama. Baginya, tidak ada ulama yang perjuangannya hanya untuk diri sendiri. Sebab, yang diperjuangkan para ulama adalah demi kemaslahatan umat. Perjuangan semacam itu pula yang  menjadi komitmennya.

Selama ini, Siti Maryam juga sudah ikut berjuang, terutama melalui jalur pendidikan. Selain mengajar dan memberi banyak tausyiah di banyak majelis taklim, wanita menjadi pengurus Muslimat NU Kota Bekasi ini, juga mendirikan yayasan pendidikan. Bahkan, ia merelakan rumahnya, menjadi tempat belajar anak-anak kurang mampu.

Merasa membutuhkan wadah untuk membantu anak-anak kuran mampu, Siti Maryam menyulap seluruh rumahnya menjadi sekolah. Maka lewat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Penitipan Anak (TPA), Siti Maryam ikut membangun karakter anak-anak di Kota Bekasi. Pendidikan berbasis Islam itu, mulai dari Taman Pendidikan al Quran (TPQ), Madrasah Diniyat Takmiliyah Awaliyah (DTA) hingga majelis taklim.

Sudah sejak 1998, Siti Maryam juga merintis berdirinya Yayasan Uulin Nuhaa. Inilah yayasan yang menaui banyak aktivitas sosialnya, selain mewadahi lembaga pendidikan yang digagas.

“Benar. Rumah ini memang sengaja diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu menimba ilmu,” jelas Siti Maryam tentang rumahnya yang tak ubahnya sebuah taman bermain bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.

Semua kegiatannya itu, dilakukan bersama aktivitasnya yang setumpuk  di banyak organisasi. Misalnya saja di Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK), atau Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI).

Di luar organisasi pendidikan, Siti Maryam juga aktif menjadi pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama, dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Dan, sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) ia juga menjadi pengurus Perempuan Partai  Kebangkitan Bangsa. (mg)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos