728 x 90

PKS Menyongsong Kemenangan 2019

PKS Menyongsong Kemenangan 2019

Fraksi PKS DRD RI, tancap gas dengan melakukan konsolidasi nasional, dua hari setelah pendaftaran calon legislatif. Para anggota legislatif pusat dan daerah dikumpulkan di Jakarta selama dua hari sejak kemarin hingga hari ini. Tema besar yang diangkat dalam rapat kerja ini adalah Rapatkan Barisan Menyongsong Kemenangan 2019. Wakil Ketua Majelis Syuro, Presiden PKS, serta Ketua

Fraksi PKS DRD RI, tancap gas dengan melakukan konsolidasi nasional, dua hari setelah pendaftaran calon legislatif. Para anggota legislatif pusat dan daerah dikumpulkan di Jakarta selama dua hari sejak kemarin hingga hari ini. Tema besar yang diangkat dalam rapat kerja ini adalah Rapatkan Barisan Menyongsong Kemenangan 2019.

Wakil Ketua Majelis Syuro, Presiden PKS, serta Ketua Fraksi PKS di DPR RI, langsung turun tangan memberikan arahan, pada momentum penting ketika semua politisi PKS bertemu di Jakarta.

Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, dalam arahannya mengisahkan betapa efektifnya mesin politik PKS dalam pilkada 2018. PKS menang 50 persen pilkada. Meski beberapa belum sesuai harapan, tapi di sejumlah daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah mesin PKS berhasil membalikkan hasil survei secara signifikan dalam waktu terbatas.

“Fenomena mesin PKS ini akan terus beresonansi untuk mencapai kemenangan Pemilu 2019, sehingga siap bekerja efektif untuk memenangkan PKS pada Pemilu 2019,” ungkap Sohibul.

Sementara itu, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro menegaskan pentingya pemahaman yang benar tentang tujuan kader-kader PKS dalam berpolitik. Menurutnya, politik hanyalah sarana dakwah untuk mencapai tujuan dari dakwah itu sendiri. Berpolitik adalah untuk mencerahkan pemahaman umat dan menggerakan pemikiran dan tindakannya ke dalam jalan dakwah.

“Dan, semangat ini harus kita bawa dalam dakwah politik kita melalui partai politik, maupun parlemen. Kita harus bisa membentuk koalisi kebajikan yang berkhidmat bagi kepentingan rakyat, untuk memenangkan keadilan dan mengalahkan kedzoliman,” jelasnya.

Wakil Ketua MPR ini melanjutkan, perlu upaya-upaya serius meraih kemenangan dan itu berproses dan jalannya berliku. PKS harus lolos Parliamentary Threshold. “Dulu waktu PK kita pernah tidak lolos PT dan itu menyakitkan, tapi itu menjadi triger bagi kemenangan berikutnya. Kita juga bisa mengambil inspirasi dari kemenangan Mahatir di Malaysia, bagaimana ia bisa comeback, juga kemenangan Erdogan di Turki untuk kesekian kalinya,” kata Hidayat Nur Wahid.

Selain Hidayat Nur Wahid dan Sohibul Imam, yang juga memberikan arahan pada rapat kerja itu, adalah Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini. Menurutnya, acara ini sengaja diselenggarakan segera setelah pendaftaran bacaleg untuk memantapkan kesiap-siagaan Fraksi PKS di seluruh Indonesia dalam mendukung kemenangan PKS di Pemilu 2019.

“Fraksi PKS pusat dan daerah ini adalah ujung tombak dan garda terdepan perjuangan PKS. Menjelang pemilu 2019 kami pastikan kerja-kerja untuk rakyat akan semakin kuat dan kokoh. Pembelaan terhadap permasalahan rakyat dan umat akan semakin nyata dirasakan,” kata Ustadz Jazuli yang juga Koordinator Aleg Nasional PKS.

PKS, tambah Jazuli, telah mendaftarkan 538 bacaleg untuk DPR RI di 80 daerah pemilihan dan ribuan bacaleg untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Target suara nasional PKS 12 persen dan menjadi Partai Papan Atas membutuhkan kerja-kerja yang kongkrit, fokus, dan terukur.

“PKS punya 40 anggota DPR dan 1200an Anggota DPRD di seluruh Indonesia dengan kualitas personal dan kolektif yang luar biasa. Ditambah dengan soliditas dan militansi kader-kader PKS yang sudah terbukti selama ini insya Allah raihan suara PKS akan meningkat sesuai target,” jelas Jazuli.

Anggota Komisi I ini dalam amanatnya menekankan pentingnya peningkatan kinerja, kiprah dan perluasan jaringan serta silaturahim Aleg PKS ke semua komponen dan lapisan masyarakat.

“Aleg PKS harus lebih aktif lagi turun ke bawah, silaturahim dengan alim ulama dan habaib, bersinergi dengan ormas dan LSM dalam membangun kepedulian sosial dan mengadvokasi kebutuhan rakyat, serta turut menjaga keindonesiaan. Ingat garis perjuangan Fraksi PKS pro-kerakyatan, pro-keummatan, dan pro-pengokohan nasionalisme Indonesia,” katanya semangat.

Jazuli juga berpesan di tengah persaingan politik yang semakin panas ia meminta politisi PKS tetap tampil santun dan elegan, menjaga marwah partai, dan menunjukkan karakter seorang dai.

“Kontestasi politik ini hanyalah ajang perlombaan untuk mengisi ruang kontribusi yang lebih besar bagi rakyat. Jangan sampai malah mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar. Politisi PKS harus tampil santun, elegan, atraktif namun tetap simpatik dalam pembawaan di ruang-ruang publik, jangan malah bikin antipati rakyat,” kata Jazuli.

Karakter di atas menurut Jazuli penting untuk dijaga dan dipertahankan karena menunjukkan diferensiasi politisi PKS dibandingkan politisi dari partai lain.

“PKS ini adalah partai dakwah, maka subtansi kebaikan harus disampaikan dengan cara-cara yang baik agar rakyat semakin tertarik dan bersimpati kepada PKS, lalu dengan itu mereka akan memilih PKS pada pemilu 2019 mendatang,” pungkas Jazuli.

Acara rapat kerja, konsolidasi, dan halal bi halal Fraksi PKS yang berlangsung selama dua hari Kamis-Jum’at, 19-20 Juli, akan diisi dengan berbagai sesi mulai dari arahan pimpinan PKS, diskusi publik tentang dinamika politik dan proyeksinya, perumusan strategi, dan motivasi sukses dari para tokoh-tokoh internal aleg PKS yang memenangi pilkada (NTB dan Kaltim) maupun pakar-pakar eksternal. (mid)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos