728 x 90

Muhyat Tawarkan 4 M untuk Jakarta Sehat, Sejahtera & Religius

Muhyat Tawarkan 4 M  untuk Jakarta Sehat, Sejahtera & Religius

Ada pemandangan menarik di komplek Bank Indonesia, sepanjang sholat Idul Adha pada Rabu, 22 Agustus 2018 kemarin. Para pejabat tinggi BI, berbaur dengan masyarakat luas, yang ikut sholat Idul Adha. Gubernur Bank Indonesia, Pery Parjiyo serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, tampak khusuk mengikuti rangkaian sholat. Pada kesempatan itu, tampak pula aktivis sosial,

Ada pemandangan menarik di komplek Bank Indonesia, sepanjang sholat Idul Adha pada Rabu, 22 Agustus 2018 kemarin. Para pejabat tinggi BI, berbaur dengan masyarakat luas, yang ikut sholat Idul Adha.

Gubernur Bank Indonesia, Pery Parjiyo serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, tampak khusuk mengikuti rangkaian sholat. Pada kesempatan itu, tampak pula aktivis sosial, Muhyat. “Momentum Idul Adha itu sangat penting untuk meneguhkan kembali semangat berbagi,” kata Muhyat, perantau asal Kebumen yang sukses di Ibukota Jakarta.

Menjadi perantau, yang artinya berjuang sangat keras untuk bisa memetik eksistensi di Jakarta, membuat Muhyat, selalu tergerak untuk tidak tinggal diam. Ia juga melakukan banyak gerakan sosial-budaya, terutama guna membantu para perantau lain.

Salah satu program yang kini sedang disiapkan almuni Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini, adalah pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat. Ia menamainya Program 4 M. Terdiri dari empat stategi utama:  Memakmurkan dan Ekonomi Masjid, Memajukan IKM dan Koperasi, Melatih Kewirausahaan Emak-Emak, Mengolah Sampah Berbasis Komunitas.

Aktivis kampus yang besar di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, memang serius berkonsentrasi pada pemberdayaan umat. Karena berada di Jakarta, Muhyat juga tidak melupakan masyarakat Ibukota. “Misi saya Jakarta sehat, sejahtera dan religius,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Muhyat. Atau lengkapnya, Muhyat SE, ME, memang bukan orang baru di panggung sosial. Ia juga pernah aktif di politik, meski sempat menepi untuk kemudian kemabi lagi. Darah aktivis, membuatnya kembali dibawa arus ke dunia politik. “Selama lima tahun ini, saya memang libur dari politik meski tidak benar-benar meninggalkannya. Alhamdulillah, sedang menekuni dunia perminyakan,” kata Komisaris Utama PT. Petro Migas Indonesia itu.

Lima tahun menjaga jarak dengan politik, kini Muhyat mucul kembali. Hajatan Pilpres, seperti memanggilnya untuk ikut mengambil peran. Politisi Partai Golkar ini, memang memiliki pengalaman sebagai relawan Jokowi saat menjadi Koordinator Nasional Persaudaraan Himpunan Masyarakat Indonesia Pro Joko Widodo Jusuf Kalla (Pahmi-Projo JK).

Lahir di Kebumen, 12 Juni 1974, Muhyat adalah aktivis tulen. Sudah sejak belia, ia dikenal sebagai penggiat berbagai pemberdayaan masyarakat. Ketika menjadi mahasiswa di Unsoed, kiprah Muhyat ngedap-edapi. Ia termasuk tokoh mahasiswa di zamannya. Sejak masuk kampus hingga lulus, banyak waktunya dihabiskan di organisasi.

Pada 1993-1994, ia duduk sebagai Ketua Rois Fakultas Ekonomi sekaligus Direktur Pengembangan Usaha KOPMA UNSOED. Dari 1994-1995, Muhyat ditunjuk menjadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi. Pada 1994 pula, Muhyat tampil sebagai Ketua Umum Pekan Orientasi Mahasiswa Baru Se-Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Pernah menjabat sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSOED 1995-1996, reputasi Muhyat semakin diakui. Tahun berikutnya ia menjadi Ketua Dewan Pertimbangan HMJ  Ekonomi serta Ketua Bidang Ekstern Senat Mahasiswa Universitas UNSOED 1997-1998.

Sebagai aktivis, Muhyat juga dikenal sebagai tokoh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Karirnya di organisasi mahasiswa Islam yang disegani itu, dibangun saat terpilih menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi UNSOED 1995-1996. Lalu, Sekretaris Umum HMI Cabang Purwokerto 1996-1997 yang dilanjutkan menjadi  Wakil Sekretaris Badan Koordinasi (BADKO)  HMI JATENG-DIY 1997-1999.

Setelah menjadi Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) HMI Jawa Tengah-DIY 1999-2001, puncak karir Muhyat di HMI terjadi antara 2001 hingga 2003, ketika ia dipilih sebagai  Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI.(DI)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos