728 x 90

Kuasa Hukum Afgan dan Kahfi, Luruskan Berita yang Dinilai Menyudutkan Kliennya

Kuasa Hukum Afgan dan Kahfi, Luruskan Berita yang Dinilai Menyudutkan Kliennya

Bandung, Djakartatoday.com– Kuasa hukum Afgan dan Kahfi,  anak dari Obi (Obsatar Sinaga)  luruskan berita yang menyudutkan kliennya di salahsatu media online kemarin,  Senin (24/9). Pemberitaan yang menyudutkan tersebut berjudul berjudul “Dugaan KDRT Menggoyang Calon Kuat Rektor Unpad”. Namun menjelang petang, berita tersebut error, tidak bisa diakses di web tersebut. Terkait  pemberitaan itu, Afgan Prawira Erbi

Bandung, Djakartatoday.com– Kuasa hukum Afgan dan Kahfi,  anak dari Obi (Obsatar Sinaga)  luruskan berita yang menyudutkan kliennya di salahsatu media online kemarin,  Senin (24/9).

Pemberitaan yang menyudutkan tersebut berjudul berjudul “Dugaan KDRT Menggoyang Calon Kuat Rektor Unpad”.

Namun menjelang petang, berita tersebut error, tidak bisa diakses di web tersebut.

Terkait  pemberitaan itu, Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi, putra dari Obsatar Sinaga, merasa dirugikan.

Melalui kuasa hukumnya  Bintang Yalasena HP, SS, SH, MH, melakukan klarifikasi, saat jumpa pers, Senin, (24/9) di Jalan Suci, Kota Bandung.

Bintang, selaku kuasa hukum Afgan dan Kahfi memaparkan kepada awak media, bahwa E, ibu kandung serta mantan istri dari ayahnya (Obsatar Sinaga), telah menulis surat kepada Presiden Joko Widodo, mengenai laporan ke polisi tentang KDRT 29 Maret 2002 yang dilakukan Obsatar Sinaga (saat masih menjadi suami)

“Surat tersebut sudah lama dan sudah dicabut. Kalau E ingin melaporkan kembali hal itu, sudah tidak bisa. Isinya pun sudah tidak betul. Pada awalnya mereka hidup rukun. Namun ketika ada suatu peristiwa neneknya Afgan dan Kahfi sering dimarahi bahkan sampai stroke, kemudian meninggal.

“Itu semua awal mula keretakan rumah tangga mereka. Namun tidak sampai ada pemukulan,” kata Bintang.

Bintang menambahkan, siapa pun orangnya apabila ada orang tua diperlakukan seperti itu pasti akan marah.

“Bukti-bukti mengenai poto-poto adanya bengkak di wajah E harus dibuktikan secara hukum, saya mempertanyakan validitasnya, apakah sudah sampai ke pengadilan, ternyata belum. Ada juga tentang mempersulit pergantian nazhir, mengenai tanah wakaf di Jalan Atlas, Kota Bandung dan ternyata telah selesai dan menjadi milik Yayasan Ummi Maktum, sudah diurus dengan BPN,” kata Bintang.

Selain itu ada pemberitaan terkait  Obi,  melakukan perselingkuhan dengan seorang mahasiswi.

“Itu juga perlu dibuktikan. Perlu dibuktikan dengan KUHAP. Kalau hanya dibuktikan dengan foto mahasiswi duduk dengan Prof Obi, ya sulit. Kalau selingkuh itu harus dibuktikan dengan rekaman video dan diuji dipersidangan. Makanya hal itu tidak benar, nanti akan diadukan ke penyedik secepatnya, untuk klarifikasi,” kata Bintang.

Dalam pemberitaan tersebut, timpal Bintang menyebutkan bahwa ayah kliennya, pernah melakukan kekerasan fisik terhadap  E  saat beribadah haji di tanah suci mekah, di mana dirinya disuruh membawa tas besar, ditendang, di kata-kata yang tidak pantas.

“Hal itu pun sangat tidak mungkin, kalau Prof Obi melakukan tindak kekerasan di Mekah mungkin waktu itu juga langsung di proses secara pidana, apalagi di Tanah Suci,” kata Bintang.

Bintang menjelaskan,  E sendiri dinilai memiliki perangai yang keras dan berkata-kata yang kasar.

Hal itu menjadi maklum kalau terjadi perceraian. “Kalau memang Prof Obi memiliki perangai kasar, maka istri yang sekarang pun akan diperlakukan sama, tetapi pada kenyataannya tidak. Nggak usah diputar balikan. Mereka sampai hari ini hidup harmonis, rukun, damai. Bahkan anak-anaknya, merasa nyaman dan bahagia memiliki ibu yang baru. Faktanya begitu,” kata Bintang.

Menurut Bintang, diduga upaya E tersebut dalam rangka menggagalkan rencana Prof Obi menjadi Rektor Unpad dan sebelumnya pencalonan Prof Obi menjadi Kompolnas.

Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., (FISIP), merupakan salah satu kandidat  rektor  bersaing dengan Aldrin Herwany, S.E., M.M., Ph.D., (FEB); Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.,(FH).

Afgan dan Kahfi merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut, apalagi menyudutkan ayahnya.

“Ibu saya  sekarang sudah menikah dan punya suami lagi, tinggal di Jakarta, dan bekerja di salah satu BUMN,” kata Afgan.

Afgan pun menjelaskan, gelagat ibunya untuk menjegal Pof Obi menjadi Rektor Unpad, sudah terasa sejak masa-masa penjaringan delapan peserta calon rektor.

“Dulu hal itu (berita negatif ayahnya) sudah dikirim ke panitia pemilihan rektor, namun tidak mempan, lapor ke MWA (Majelis Wali Amanat) tidak mempan juga, sekarang lapor ke presiden,” kata Afgan.

Masih kata Afgan, awal dirinya kurang simpati terhadap ibunya, karena sering menyudutkan ayahnya, sedangkan ayahnya sendiri tidak pernah menyudutkan ibunya. Terlebih selama tinggal dengan ibunya mereka kurang mendapatkan perhatian dari ibunya, bahkan untuk kepentingan pendidikannya dan pendukung lainnya. Saat ini Afgan dan Kahfi pun tinggal bersama Prof Obi di Kota Bandung.

Masih berkaitan dengan klarifikasi kliennya, Bintang menjelaskan bahwa hal yang dilakukan E sudah masuk ke dalam ranah pidana, karena telah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo, berikutnya pemberitaan di salahsatu media online  yang melanggar Pasal 28 angka 2, UU-ITE. Sehingga pihaknha akan segera memproses hal tersebut.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos