728 x 90

Dansektor 21 Bersama Warga Bersihkan Pintu Bendungan Sungai Cisangkan

Dansektor 21 Bersama Warga Bersihkan Pintu Bendungan Sungai Cisangkan

Cimahi,- Sektor 21, Satgas Citarum Subsektor Cimahi Selatan bersama   masyarakat membersihkan sampah yang memenuhi pintu bendungan Sungai Cisangkan,  Sabtu (6/10/2018). ” Satgas Citarum tidak akan pernah berhenti, selama masih ada sampah itu, kita akan bersihkan,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat membesirhkan pintu bendungan yang dipenuhi sampah rumahtangga. Satgas dan warga

Cimahi,- Sektor 21, Satgas Citarum Subsektor Cimahi Selatan bersama   masyarakat membersihkan sampah yang memenuhi pintu bendungan Sungai Cisangkan,  Sabtu (6/10/2018).

” Satgas Citarum tidak akan pernah berhenti, selama masih ada sampah itu, kita akan bersihkan,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat membesirhkan pintu bendungan yang dipenuhi sampah rumahtangga.

Satgas dan warga masyarakat, berhasil mengangkat belasan bahkan puluhan karung plastik sampah, tidak saja di sekitar bendungan, tetapi juga  ke sungai yang berada di dekat pemukiman warga.

Selain mengingatkan warga agar berhenti membuang sampah sembarangan ke sungai, juga untuk mengantisipasi sumbatan di jembatan dan bendungan bila turun hujan.

Sungai Cisangkan berlokasi tepat dibelakang pabrik tekstil PT Nisshinbo, sering digunakan oleh warga untuk dijadikan lokasi memancing ikan.

Setelah beberapa kali dibersihkan, warga  sungkan membuang sampah ke lokasi tersebut. “Masih ada, tapi buang sampahnya curi-curi,” kata Edi, seorang warga setempat yang pernah di wawancara oleh awak media.

Sampah yang ada dituding berasal dari arah Cimahi kota. “Kita akan lihat sumbernya dari mana,” tegas Dansektor menanggapi sampah yang kerap memenuhi bendungan Cisangkan tersebut.

Dansektor berharap kesadaran warga terus  meningkat, sehingga tidak mengotori selokan atau sungai dengan sampah. Biarkan air mengalir dengan lancar,” imbau Dansektor. “Saya kira bila sungai sudah terlihat bersih, warga juga bisa menikmati manfaatnya,” kata Dansektor.

Sampah kerap menjadikan banjir dan bencana,  akibat mereka yang lalai dan jorok membuang sampah sembarangan.

Dansektor meminta jika ada yang melihat pelaku pembuang sampah ke aliran sungai, warga masyarakat jangan segan untuk merekam dan memviralkannya.

Bahkan di tempat lain ada sanksi sosial yang diterapkan bagi para pelaku yang ketahuan membuang sampah sembarangan ke aliran air atau sungai.

Sanksi itu diantaranya adalah ikut membersihkan sungai kurang lebih 10 hari bersama satgas. Juga membuat surat pernyataan untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi yang harus ditandatangani oleh 150 KK, pengurus RT dan RW serta kelurahan.

Program Citarum Harum yang sudah dilaksanakan efektif semenjak bulan April 2018, kini sudah berhasil mengangkat lebih kurang 90 persen sampah di permukaan sungai.

Sudah lebih dari 50 perusahaan industri yang ditutup sementara saluran pembuangan limbahnya karena telah mencemari aliran sungai.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos