728 x 90

Sektor 21 Satgas Citarum Memburu Perusak Sungai Cisangkuy

Sektor 21 Satgas Citarum Memburu Perusak Sungai Cisangkuy
Sungai Cisangkuy Dipenuhi Limbah Pekat yang menimbulkan polusi air

Kondisi sungai Cisangkuy saat ini menghitam, polusi air menjadikan sungai ini cukup berbahaya bagi kesehatan. Terkait hal itu jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 21-7, tengah memburu orang yang melakukan perusakan alam tersebut. Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf  Yusep Sudrajat menggelar sidak ke beberapa pabrik yang berpotensi membuang limbahnya ke Cisangkuy. Sidak dilakukan menyusuri

Kondisi sungai Cisangkuy saat ini menghitam, polusi air menjadikan sungai ini cukup berbahaya bagi kesehatan.

Terkait hal itu jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 21-7, tengah memburu orang yang melakukan perusakan alam tersebut.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf  Yusep Sudrajat menggelar sidak ke beberapa pabrik yang berpotensi membuang limbahnya ke Cisangkuy.

Sidak dilakukan menyusuri sungai Cibabakan dan sungai Citalugtug, sehingga yang kedapatan membuang limbah berwarna gelap dilokalisir oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21, Kamis (18/10/2018)

Sungai Cisangkuy merupakan anak Sungai Citarum yang membentang sepanjang Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Sektor 21 Satgas Citarum Subsektor 21-7 dipimpin Serka Rohdiana menelusuri sumber-sumber yang diduga sebagai pencemar Sungai Cisangkuy.

Penelusuran mulai dari Cipaku, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran. Air sungai disitu (Citalugtug) dilihat dari jembatan Cipaku tampak normal.

Menurut Bambang Arifin (54) warga setempat mengakui sungai itu diwaktu tertentu berwarna hitam,  terlebih jika yang disebutnya leuwi itu airnya mengalir cukup deras yang menimbulkan seperti pusaran di tikungan sungai.

“Tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi lubang siluman limbah beberapa kali sudah dilakukan pemeriksaan dan dibongkar oleh Satgas yang bersinergi dengan warga, dulu sungai ini sering menjadi tumpuan warga untuk menambah ekonomi keluarga. Terutama dengan menambang pasir,” kata Bambang.

Namun usaha-usaha dari warga itu, kata Bambang, mulai berkurang bahkan terhenti sejak beroperasinya pabrik disekitar pemukimannya.

“Semenjak ada pabrik yang mengeluarkan limbah, warga sudah mengurangi aktifitasnya di sungai,” ungkapnya.

Bambang juga mengatakan terkadang ada warna merah dan warna lainnya, sehingga pihaknya yakin jika TNI yang turun tangan,  permasalahan bisa terselesaikan.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos