728 x 90

Dulu Citarum  Sungai Terkotor Sedunia,  Kini Dansektor 6 Jadikan Obyek Wisata  Nyaman

Dulu Citarum  Sungai Terkotor Sedunia,  Kini Dansektor 6 Jadikan Obyek Wisata  Nyaman

Bandung,  Djakartatoday.com-Berkat keuletannya Dansektor 6 Citarum bersama jajarannya melakukan  revitalisasi sungai,   penertiban dan penyelamatan ekosistem, sehingga pasukan Siliwangi ini setiap hari terus bekerja tanpa mengenal lelah. Pembersihan sampah dan rumput liar, pengerukan sungai dari sedimentasi, penertiban pabrik pembuang limbah industri (B3) yang membuang langsung ke sungai, penataan bantaran sungai dan penghijauan, kini membuahkan hasil. Sektor

Bandung,  Djakartatoday.com-Berkat keuletannya Dansektor 6 Citarum bersama jajarannya melakukan  revitalisasi sungai,   penertiban dan penyelamatan ekosistem, sehingga pasukan Siliwangi ini setiap hari terus bekerja tanpa mengenal lelah.

Pembersihan sampah dan rumput liar, pengerukan sungai dari sedimentasi, penertiban pabrik pembuang limbah industri (B3) yang membuang langsung ke sungai, penataan bantaran sungai dan penghijauan, kini membuahkan hasil.

Sektor 6 Citarum Harum yang dipimpin Kol. Inf. Yudi Zanibar yang memulai tugasnya Februari 2018 lalu ternyata diawali dengan tantangan yang berat,  tumpukan sampah menggunung di bantaran sungai dan area sungai penuh sampah layaknya sungai sampah sehingga pantas dijuluki sungai terkotor sedunia.

Pasukan Siliwangi memahami kondisi ini, dengan pergerakan semangat tempurnya langsung bertindak disepanjang sungai Citarum, sehingga saat ini mengalami perkembangan yang luar biasa, baru menjalani tugasnya beberapa bulan disulap menjadi obyek wisata.

Penataan sungai dan bantarannya kini terlihat mulai berhasil,  sektor 6 kawasan sungai citarum meliputi Baleendah yang terkenal dengan jembatan biru dan jembatan putih hingga oksbow yang dulu sungai  sampah, kini tertata rapih dan sudah pulih kembali ke status sungai yang bisa menghidupi masyarakat, hal ini terbukti dengan ekosistem yang sudah bisa hidup.

Selain penataan bantaran sungai berbasis ekowisata juga sudah mulai hidupnya ikan tawar yang sensitif , yaitu udang, ikan paray dan ikan mas.

Beberapa bulan terakhir jadi ajang mencari nafkah warga  setempat,  dengan cara memancing atau menggunakan jalan, sebagai pertanda  ekosistem di sungai tersebut sudah berfungsi dan mulai hidup kembali.

Komandan Sektor 6 Citarum Harum (Kol. Inf. Yudi Zanibar), Jumat (26/10/2018) menegaskan, saat ini kondisi sungai,  jembatan putih dan biru sudah mulai hidup ikan tawar langka yang habitatnya bisa hidup di air tawar yang bersih tanpa limbah apapun.

“Jangankan limbah B3 limbah detergen pun dia tidak bisa hidup, siapa bilang oksbow kali mati, itu kan muaranya sungai Cikoneng dan anak cucu sungai lainnya dan airnya terus ngalir deras,” papar Yudi.

Ikan paray dan udang itu, timpal Yudi sebagai indikator hidupnya ekosistem, terbukti tiap hari adanya masyarakat mancing dan mengambil ikan paray juga udang, disinipun kita membibitkan benih ikan mas sebanyak 486 ekor pada bulan Agustus 2018 lalu, kini sudah ada yang indukan seberat 1 Kg bisa hidup sehat, begitupun disekitar bantaran sungai dilakukan penghijauan, dan sudah tertanam sebanyak 1.220 batang dari 3  jenis bibit pohon rindang.

Pengerukan sedimentasi masih berjalan di wilayah sungai jembatan putih, tanah sedimen yang baru terangkat sebanyak 20.231 M3 dari luas area sungai sepanjang  950 meter dan lebar 40-50 meter.

Yudi menambahkan untuk sedimen ditengah sungai pihaknya masih menunggu alat berat amphibi dari Jakarta, karena sungai cukup dalam dan tidak terjangkau  alat berat beko yang ada,” kata Dansektor 6 tersebut.

Wilayah Oksbow dan Jembatan Putih merupakan Icon dari sektor 6, pembenahan di bantaran sungai dibuatkan taman cerdas dengan fasilitas Wifi dan pembuatan kedai dari bahan logam singaloom, saat ini sering dikunjungi warga dari beberapa Kecamatan sambil makan bersama.

Selain itu  sektor 6 Citarum juga tengah menggarap penataan pembenahan sungai dan bantarannya dibeberapa lokasi yaitu  di wilayah subsektor Bojongsari, Tegalluar, Manggahang dan Baleendah semua akan  dijadikan destinasi wisata bagi masyarakat,  sehingga untuk berwisata tidak perlu pergi ke tempat wisata yang jauh,  cukup dengan tempat itu saja,  akan terhibur.

Yudi juga berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan tersebut,  sehingga kebersihan,  kenyamanan dan keamanan obyek dapat dijaga bersama.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos