728 x 90

Reporter Polandia Apresiasi Kinerja Dansektor 21 Satgas Citarum Harum

Reporter Polandia Apresiasi Kinerja Dansektor 21 Satgas Citarum Harum

Bandung, Djakartatoday.com —  Sejumlah Reporter dari luar negeri mulai berdatangan meliput harumnya sungai Citarum.   Para Reporter tersebut mengaku tertarik,  karena beberapa waktu lalu sungai Citarum terkenal dengan sungai terkotor di dunia. Bahkan mereka menyaksikan  langsung revitalisasi sungai Citarum,  Jumat (16/11/2018). Para Reporter dari media elektronik Polandia ini diantar Asisten Deputi Bidang Pendidikan Pelatihan Maritim

Bandung, Djakartatoday.com —  Sejumlah Reporter dari luar negeri mulai berdatangan meliput harumnya sungai Citarum.

 

Para Reporter tersebut mengaku tertarik,  karena beberapa waktu lalu sungai Citarum terkenal dengan sungai terkotor di dunia. Bahkan mereka menyaksikan  langsung revitalisasi sungai Citarum,  Jumat (16/11/2018).

Para Reporter dari media elektronik Polandia ini diantar Asisten Deputi Bidang Pendidikan Pelatihan Maritim Kemenko Kemaritiman, TB Haeru Rahayu, meliput kegiatan jajaran Satgas Citarum Sektor 21 di Subsektor 13/Cimahi bersama  warga, elemen masyarakat serta sejumlah karyawan PT Nisshinbo yang sedang melaksanakan karya bakti membersihkan sampah di Sungai Cisangkan wilayah perbatasan Kelurahan Utama dan Leuwigajah, Kota Cimahi.

Empat orang Reporter  asing dari Polandia Hubert Mastalerz, Jacek Bartosz Tacik, Marcin Warszawski dan Marcin Slawomir sempat melihat kegiatan bersih-bersih sungai tersebut hingga apel penutupan kegiatan.

Reporter tersebut saat wawancara dengan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, bertanya tentang luas wilayah tugas Sektor 21 Satgas Citarum dan cara mengatasinya, dibantu oleh seorang penterjemah.

Reporter tersebut mengaku bangga melihat barisan TNI  saat kegiatan bersih-bersih dengan warga, karena  tidak sungkan turun ke sungai.

“Bagaimana perasaan komandan saat menjalani tugas untuk mengatasi persoalan Sungai Citarum,” tanya reporter asing itu dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Saat diberi tugas oleh Pangdam saat itu, Mayjen TNI Doni Monardo, yang sekarang sudah Letnan Jendral, untuk posisi Komandan Sektor 21 yang cakupan wilayahnya cukup luas, dipikiran saya hanya mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Waktu yang ditargetkan selama 7 (tujuh) tahun untuk Program Citarum harum, pasti mampu dilaksanakan,” jawab Kolonel Yusep.

Kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara visual IPAL PT Nisshinbo dan outlet  kolam ikan sebagai indikator air limbah sudah aman untuk dibuang ke aliran sungai.

Selanjutnya, di salasatu ruangan milik PT Nisshinbo, perusahaan tekstil yang pernah lubang pembuangan limbahnya dilokalisir oleh jajaran satgas tersebut, Dansektor menjelaskan program yang sudah dilaksanakan, before dan after, menggunakan  slide.

Sementara itu TB Haeru Rahayu juga menjelaskan program Citarum harum yang ditargetkan 7 tahun selesai kepada para wartawan,   sekaligus mengapresiasi  tuan rumah, PT Nisshinbo.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos