728 x 90

Nelayan Demak Binaan BAZNAS Panen Kerang Rp 210 Juta

Nelayan Demak Binaan BAZNAS Panen Kerang Rp 210 Juta

Semak,  Djakartatoday.com-Setelah melalui pembinaan BAZNAS sejak April 2018 lalu, maka pada Oktober lalu nelayan di Bedono, Sayung, Kabupaten Demak berhasil panen kerang darah sebanyak 21 ton dengan nilai Rp 210 juta. Pada Rabu (28/11) ini pula mereka kembali panen keduanya dengan panen kerang bersama. Budidaya kerang di area lahan terdampak abrasi ini merupakan bagian dari

Semak,  Djakartatoday.com-Setelah melalui pembinaan BAZNAS sejak April 2018 lalu, maka pada Oktober lalu nelayan di Bedono, Sayung, Kabupaten Demak berhasil panen kerang darah sebanyak 21 ton dengan nilai Rp 210 juta.

Pada Rabu (28/11) ini pula mereka kembali panen keduanya dengan panen kerang bersama. Budidaya kerang di area lahan terdampak abrasi ini merupakan bagian dari program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Hadir dalam acara panen kerang bersama ini, Anggota BAZNAS, Nana Mintarti, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono, Bupati Demak, Mohammad Natsir, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan Ketua BAZNAS Kabupaten Demak.

“BAZNAS memberdayakan para nelayan di Desa Bedono dengan melaksanakan program ZCD berupa Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Terdampak Abrasi Air Laut, yakni dengan budidaya kerang. BAZNAS berharap, program ini dapat meningkatkan penghasilan para nelayan yang selama ini hanya menggantungkan penghasilan dari kebaikan alam,” kata Nana.

Ia menambahkan, program ini diterima manfaatnya oleh 71 Kepala Keluarga yang melakukan budidaya kerang darah, kerang hijau, dan rumput laut sejak April 2018. Pada Oktober lalu, para nelayan ini juga melakukan panen kerang darah sebanyak 21 ton, dan berhasil meraup omzet 210 juta.

Dengan meningkatnya penghasilan kelompok nelayan budidaya, mereka juga tergerak hatinya menyisihkan rezekinya untuk membayar zakat. Saat ini kelompok budidaya telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah hasil dari panen kerang sebesar Rp5 juta kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desa Bedono yang juga baru dikukuhkan.

“Ini yang membuat program ZCD kerang di Desa Bedono ini menjadi sangat istimewa. Rasa syukur para nelayan yang ditunjukkan dengan menunaikan zakat, sangat menginspirasi dan menambah energi masyarakat banyak,” katanya.

Sekda Jawa Tengah, Sri Puryono juga turut mengapresiasi para nelayan yang begitu gigih bangkit dari situasi sulit hingga berhasil dalam budidaya kerang.

“Sejak lahan pertaniannya dilanda abrasi pada 1995, masyarakat Desa Bedono beralih menjadi nelayan dan buruh pabrik yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah saat ini dengan bantuan dari BAZNAS, masyarakat Desa Bedono dapat kembali bangkit menuju kemandirian,” katanya.

Program budidaya kerang ini akan terus dikembangkan agar lebih banyak masyarakat yang menerima manfaatnya.

ZCD merupakan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh BAZNAS, dengan berbasis komunitas atau desa yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Desa Bedono terletak di pesisir laut jawa dan berpenduduk 3.343 jiwa. Sebanyak 90 persen masyarakat desa ini berada di bawah garis kemiskinan, dengan tingkat pendidikan rata-rata hanya lulus SD dan SMP.

Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos