728 x 90

World Zakat Forum Siap Bicarakan Konflik Yaman dan Suriah

World Zakat Forum Siap Bicarakan Konflik Yaman dan Suriah

Jakarta – Djakartatoday.com – Tahun ini Negara Bagian Malaka, Malaysia, akan menjadi tuan rumah bagi Konfrensi Internasional World Zakat Forum (WZF) pada 5-6 Desember 2018 mendatang yang akan dihadiri 400 orang dari 28 negara. “Konfrensi WZF selain membahas mengenai kesejahteraan ummat Islam, juga akan membicarakan mengenai konflik di Yaman dan Suriah yg menyebabkan kemiskinan yg

Jakarta – Djakartatoday.com – Tahun ini Negara Bagian Malaka, Malaysia, akan menjadi tuan rumah bagi Konfrensi Internasional World Zakat Forum (WZF) pada 5-6 Desember 2018 mendatang yang akan dihadiri 400 orang dari 28 negara. “Konfrensi WZF selain membahas mengenai kesejahteraan ummat Islam, juga akan membicarakan mengenai konflik di Yaman dan Suriah yg menyebabkan kemiskinan yg luas, juga nasib pengungsi Rohingya yg menderita dan mayoritas tinggal di Bangladesh,” ujar Sekjen WZF merangkap Ketua Umum Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA di Jakarta, Kamis (29/11). Bambang Sudibyo mengakui, membicarakan konflik di Yaman dan Suriah akan banyak kendalanya, sebab negara negara yg terlibat konflik di kedua negara itu juga menjadi anggota WZF. Sementara itu WZF juga mendorong penguatan kerja sama antar-organisasi pengelola zakat di dunia untuk mewujudkan kesejahteraan umat.

Isu ini menjadi tema utama dalam WZF International Conference 2018.

Acara akan dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro dan Menteri Agama Malaysia, Dr. Mujahid Yusof Rawa serta 31 pembicara dari 16 negara seperti Inggris, India, Nigeria, Bosnia-Herzegovina dan Afrika Selatan.

Para pegiat zakat dunia ini akan memberikan materi di depan 400 peserta dari berbagai negara.

Sekretaris Jenderal WZF, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA mengatakan gerakan zakat global dapat mengambil peran penting dengan mendistribusikan dan memberikan bantuan bagi mereka yang kurang mampu baik secara finansial maupun non-finansial.

“Dunia Islam akhir-akhir ini menghadapi masalah kompleks serta tantangan yang datang dari internal dan eksternal seperti stigma dan stereotip negatif mengenai berbagai masalah menyebabkan muslim menjadi korban diskriminasi dan tekanan. Dari internal, di antara sesama muslim, banyak yang minim kepedulian kepada muslim yang kurang mampu,” katanya.

Fakta yang terjadi, kemiskinan di dunia ditemukan di banyak negara-negara muslim, sehingga melemahkan posisi dunia muslim. Hal ini diperburuk dengan keterbelakangan di sektor pendidikan, sains dan teknologi, ditambah kapasitas sumber daya manusia yang lebih lemah.

“Sebagai bagian untuk menjawab berbagai masalah tersebut, kehadiran zakat seharusnya dapat menjadi modal strategis bagi dunia islam untuk melepaskan diri dari ketergantungan jangka panjang dari negara-negara barat atau dari belahan bumi utara yang menjadi perpanjangan tangan kolonialisasi wajah baru,” katanya.

Kebangkitan dunia muslim harus dimulai dari keberhasilan menyelesaikan masalah umat secara mandiri, mandiri di antara dunia muslim sendiri dengan cara memperkuat peran zakat sebagai ‘senjata sosial-ekonomi’ untuk digunakan dalam menghadapi kapitalisme dan liberalisme.

Penggunaan zakat harus memiliki arti strategis untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan), kolaborasi, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa mjslim untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu, gerakan zakat global juga dapat mendukung pengembangan aspek dasar manusia, seperti sektor kesehatan dan pendidikan.

Berbagai tema akan dibahas, seperti Kerangka Peraturan dan Kelembagaan Zakat, Tujuan Zakat dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Penilaian dan Pengukuran Sistem Zakat, Masalah Fiqh-zakat kontemporer dan kerja sama zakat antarnegara.

Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos