728 x 90

BAZNAS Pamerkan Kain Tenun dan Batik Hasil Karya Para Mustahik

BAZNAS Pamerkan Kain Tenun dan Batik Hasil Karya Para Mustahik

Jakarta – Djakartatoday.com -Sebagai badan amil zakat nasional yang resmi diakui Pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dipimpin Prof Dr Bambang Sudibyo (mantan Mendiknas dan Menkeu), sangat concern untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Salah satunya adalah mengangkat perekonomian para pengrajin kain tenun di Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kerajinan batik di Tuban Jawa

Jakarta – Djakartatoday.com -Sebagai badan amil zakat nasional yang resmi diakui Pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dipimpin Prof Dr Bambang Sudibyo (mantan Mendiknas dan Menkeu), sangat concern untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Salah satunya adalah mengangkat perekonomian para pengrajin kain tenun di Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kerajinan batik di Tuban Jawa Timur dari semula Muzakki (penerimaan Zakat) sekarang menjadi Mustahik (pemberi Zakat).

Hal itu sudah berhasil dilakukan sehingga banyak dari mereka sekarang menjadi Mustahik.

 

Maka tidaklah mengherankan jika BAZNAS ikut terlibat aktif dalam acara Eco Fashion Week Indonesia di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta pada 30 November- 2 Desember 2018. Pameran kain tenun hasil karya para mustahik dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta batik karya mustahik dari Tuban, Jawa Timur itu juga dihadiri Ibu Anies Baswedan, istri Gubernur DKI Jakarta serta tokoh wanita Indonesia, Ibu Dewi Montik.

Adapun kain tenun dan batik ini merupakan hasil produk dari program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Sementara itu Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, dunia fashion saat ini tengah berkembang pesat, dengan ikut sertanya hasil kerajinan para mustahik ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan penghasilan para pengrajin.

“Kain batik dan tenun merupakan karya agung khas Indonesia yang menduniakan, dengan produk-produk ini BAZNAS berharap mustahik dapat turut berperan dalam pelestarian khasanah budaya ini,” katanya.

Ia menambahkan, pemberdayaan zakat yang dilakukan BAZNAS tidak hanya di daerah perkotaan saja, tapi juga mencapai pelosok-pelosok di Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya. Program ZCD yang dikembangkan BAZNAS di Desa Mbuliloo, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dilakukan karena di desa tersebut memiliki potensi unggul di bidang fashion.

Namun, menurut Randi, masih banyak para pembuat tenun di Desa Mbuliloo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sehingga BAZNAS bersama komunitas Sahabat Pulau Indonesia menginisiasi program pemberdayaan.

Dalam melakukan pemberdayaan produk fashion tersebut, BAZNAS turut mendukung upaya perlindungan alam sesuai konsep Zakat on SDGs (Sustainable Development Goals).

Selama beberapa bulan, BAZNAS melakukan pembinaan pengrajin tenun dengan melatih penggunaan warna alam, benang khusus, dan tema khusus sesuai permintaan konsumen yang sedikit dimodifikasi lebih trendi.

“Hasil karya para mustahik dari pelatihan itu ditampilkan di acara ini, produk-produknya menggunakan pewarna alam dan fashion berbasis alam atau eco-fashion,” ujarnya.

Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos