728 x 90

Saat Buka Pameran Seni rupa  Drawing Dialog,  Prof.  Srihadi Inginkan Seniman Pelosok Juga Terkenal

Saat Buka Pameran Seni rupa  Drawing Dialog,  Prof.  Srihadi Inginkan Seniman Pelosok Juga Terkenal

Bandung,  Djakartatoday.com-Sejumlah seniman perlu diperkenalkan dan mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya dalam mengembangkan ekspresi. Hal itu disampaikan Guru Besar Seni Rupa ITB Profesor Srihadi Soedarsono saat membuka Pameran Seni rupa  Drawing Dialog yang digelar Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (IASR-ITB)  di Yayasan Pengembangan Kebudayan YPK Jl. Naripan Bandung,  Selasa (11/12/2018). Dalam acara yang akan berlangsung hingga

Bandung,  Djakartatoday.com-Sejumlah seniman perlu diperkenalkan dan mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya dalam mengembangkan ekspresi.

Hal itu disampaikan Guru Besar Seni Rupa ITB Profesor Srihadi Soedarsono saat membuka Pameran Seni rupa  Drawing Dialog yang digelar Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (IASR-ITB)  di Yayasan Pengembangan Kebudayan YPK Jl. Naripan Bandung,  Selasa (11/12/2018).

Dalam acara yang akan berlangsung hingga tanggal 18 Desember itu,  Srihadi menilai banyaknya seniman di daerah pelosok terpencil yang harus diperkenalkan dan karya-karyanya.

Dalam acara tersebut Srihadi juga berkesempatan menorehkan sket lukisan Gunung Tangkuban Perahu menandai pembukaan acara.

Sementara itu menurut Ketua Panitia Pameran Drawing Dialog 2018 Hilman Syafriadi M.Sn pameran Drawing Dialog adalah pameran dan  kegiatan menggambar pada bidang datar  berupa kertas, papan,  kanvas menggunakan  pinsil, ballpoint, cat air, arang ataupun menggunakan puranti digital.

Peserta pameran Drawing Dialog terdiri dari karya  lASR-ITB yang berasal dari berbagai angkatan maupun program studi.

“Dengan demikian hasilnya pun berbeda dari segi narasi, teknik, ukuran dan media yang dlgunakan. Kemampuan menggambar para pesertaa pameran ini secara bertahap ketika mereka menempuh pendidikan Seni rupa maupun Desain ITB,” tegas Hilman.

Tema pameran ini dibebaskan sesuai dengan pilihan masing- masing individu, dengan demikian ada kaleluasaan daIam berekspresi dan bereksplorasi dibandingkan ketika mereka pendidikan Senirupa maupun Desain di ITB.

“Tercetusnya gagasan pameran Drawing Dialog ini marupakan hasil percakapan antara alumni di media sosial yang membahas berbagai hal seperti budaya, ekonoml,  politik,  hobi dan minat tertentu,” tegasnya.

Dialog berlangsung  seru, kadang kaIa serius, bercanda

lucu dan tak lucu. Ada yang mengusulkan agar mewujudkannya dalam dunia nyata berupa dialog terhadap kondisi lingkungan sekitar atau apa saja sesuai dengan minat dan berupa karya dari kegiatan menggambar.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti menggambar ialah membuat gambar atau melukis, sedangkan arti gambar ialah dapat berupa orang. binatang. tumbuhan dan sebagainya.

Pameran seni rupa Drawing Dialog diharapkan dapat menjadi sarana silaturahim antar alumni juga merupakan wujud ucapan terimakasih kepada almamater yang telah memberi bekal ‘menggambar’ selain sebagai dialog dengan khalayak dalam wujud karya dan sebagai partisipasi dalam rangka menyambut 100 tahun ITB.

Hal senada juga dikatakan  Asmudjo J Irianto, kerap diutarakan bahwa karya rupa yang paling awal dibuat  manusia adalah gambar. Bisa jadi itu adalah torehan di atas pasir,  manggunakan ranting atau cukup jejari.

Gambar baik sketsa,  rancangan awal dan gambar sampai sekarang merupakan awalan (preparatory) penting dari berbagai karya,  seperti lukisan, grafis atau karya patung. Namun seni rupa kontemporer sudah umum bahwa gambar atau seni gambar menjadi karya seni mandiri. Pameran Drawing Dialog-yang pesertanya adalah alumni seni rupa ITB dari beragam angkatan dan Iatar belakang menempatkan gambar sebagai karya mandiri, sebagal karya seni gambar.

Dari sekitar 60 lebih peserta hanya sebagian kecll yang memang dikenal sebagai semiman gambar,  namun ‘mudah” saja bagi mereka untuk turut serta dalam pameran gambar.

“Hal itu menunjukan bahwa gambar adalah medium yang egaliter. Sudah umumnya bakat seni rupa pada seseorang dilihat dari kemampuannva menqqambar.

Situasi ini menempatkan gambar dalam posisi dilematis, penting dan mendasar, namun juga sepertinya tidak memerlukan kekhususan sebagal medium seni rupa.

Beberapa dekade terakhir terjadi kebangkitan seni gambar. Hal itu ditunjukkan oleh munculnya seniman-seniman gambar yang mendapatkan pengakuan dalam medan seni rupa kontemporer global.

Hal im juga tampak pada medan seni rupa kontemporer di Indonesia. ada beberapa hal penting yang mengkhususkan dini pada seni gambar.

Bahwa seni gambar merupakan seni rupa yang mandiri dan khusus juga ditunjukkan dengan keberadaan minat utama (studco) Gambar sejak lima tahun yang lalu pada Program Studi Seni Rupa lTB.

Salah satu aspek penting dari seni gambar adalah kejujuran dan kelugasannya. Sebagal komponen utama seni gambar menjadl semacam seismograf yang merekam setiap getaran jiwa.

Hal  tersebut bisa sangat tegas atau Iembut dan samar, dapat berulang-ulang membentuk arsir yang ringan sampai baret.

Seni gambar menjadi popular kembali karena dia menjadi anti tesa dari seni media baru yang serba digital.

Popularitas seni gambar juga disertai keragaman kemungkinan teknlk, preseniasi dan representasmya. Hal tersebut juga ditunjukkan dalam pameran Drawing Dialog lni.

“Selain konten representasinya juga beragam. begitu pula metode menggambar yang ditampilkan. Beberapa perupanya tampak sangat mahir dengan bahasa realis‘ beberapa mencari identitas melalui teknik menggambar yang tidak biasa. beberapa tampak lebih konseptual. Sementara beberapa mencoba melebarkan pengertian dan teknik gambar.

Pembukaan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB diisi pula dengan pertunjukan tari Topeng dari Losari Cirebon dari Maestro tari Topeng nu Nani, performance art dari Teddy Suhyar feat Captain John merespon tari Jaipong dengan action art.

Dudy

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos