728 x 90

Tahun  2018 Ada 399 Orang  Jadi Muallaf di Masjid Istiqlal

Tahun  2018 Ada 399 Orang  Jadi Muallaf di Masjid Istiqlal

Jakarta – Djakartatoday.com- Selain sebagai tempat ibadah sholat lima waktu, masjid juga bisa jadi tempat untuk mengikrarkan dua kalimat syahadat bagi yang mendapat hidayah masuk Islam dengan menjadi muallaf. Kepada para wartawan seusai Launching Program Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Muallaf Center Baznas (MCB) Sebagai Penguat Program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal Yang Bekerjasama

Jakarta – Djakartatoday.com- Selain sebagai tempat ibadah sholat lima waktu, masjid juga bisa jadi tempat untuk mengikrarkan dua kalimat syahadat bagi yang mendapat hidayah masuk Islam dengan menjadi muallaf.

Kepada para wartawan seusai Launching Program Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Muallaf Center Baznas (MCB) Sebagai Penguat Program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal Yang Bekerjasama Dengan Baznas di Masjid Istiqlal, Jum’at (8/2), Ketua Program UPZ Masjid Istiqlal, KH Ahmad Mubarok menegaskan, tahun 2018 lalu terdapat 399 orang yang menjadi muallaf di Masjid Istiqlal.

“Memang Masjid Istiqlal bisa menjadi tempat bagi mereka yang ingin menjadi muallaf dengan mengikrarkan dua kalimat syahadat, dimana tahun lalu jumlahnya mencapai 399 orang,” ungkap KH Ahmad Mubarak yang didampingi Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat Nasional Baznas, Faisal Qosim Lc.

Sejak didirikan pada Mei 2018 lalu, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal Jakarta semakin aktif membantu mustahik dengan menyediakan Program Layanan Aktif BAZNAS (LAB) dan Mualaf Center BAZNAS (MCB) di lingkungan sekitar Masjid Istiqlal.

Kedua program ini langsung melayani mustahik sejak diluncurkan di Masjid Istiqlal, Jumat (8/2/2019).

Hadir dalam peluncuran tersebut Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat Nasional BAZNAS, Faisal Qosim dan salah sprang Ketua Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), KH. Asep Saepudin.

Sementara itu Faisal Qosim LC mengatakan, dengan hadirnya dua program tersebut di Masjid negara yang terbesar di Asia Tenggara tersebut, BAZNAS ingin pelayanan kepada para mustahik dapat semakin mudah dijangkau dan sebarannya semakin luas, sehingga lebih banyak mustahik yang terbantu.

“Hari ini kita meluncurkan program Layanan Aktif BAZNAS, yang memiliki fokus pada kecepatan layanan kepada mustahik yang terkendala pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, biaya kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Selain bantuan kebutuhan dasar, BAZNAS juga menyediakan layanan bagi para mualaf di Masjid Istiqlal melalui Program Mualaf Center BAZNAS.

“Selama ini kita mengenal UPZ Masjid Istiqlal sebagai pilihan untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah. Namun dengan dua program yang diluncurkan hari ini, sangat diharapkan mampu menjadi pusat layanan kepada para mustahik,” katanya.

Sedangkan KH Asep Saepudin berharap dengan adanya LAB dan MCB, Masjid Istiqlal bukan hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, namun juga mampu menjadi solusi permasalahan mereka.

“Zakat memang bisa menjadi solusi kebutuhan umat, kehadirannya sangat penting dalam mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.

Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos