728 x 90

RAKORNAS ZAKAT TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PEMILU DAN PILPRES

RAKORNAS ZAKAT TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PEMILU DAN PILPRES

Jakarta, Djakartatoday.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin-Rabu (4-6/3/2019). Rakornas diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota serta LAZ Nasional dan Daerah. ”Kita terus berupaya mengakselerasi perwujudan visi BAZNAS menjadi pengelola Zakat terbaik

Jakarta, Djakartatoday.com –

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin-Rabu (4-6/3/2019).

Rakornas diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota serta LAZ Nasional dan Daerah.

”Kita terus berupaya mengakselerasi perwujudan visi BAZNAS menjadi pengelola Zakat terbaik dan terpercaya di dunia. Sehingga tahun ini Rakornas Zakat mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia’,” ujar Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, dalam konferensi pers di Kantor BAZNAS, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Turut mendampingi, Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019 yang juga Sekretaris BAZNAS, Drs. H. Jaja Jaelani, MM dan sejumlah Panitia Rakornas Zakat 2019, Direksi dan Manajemen BAZNAS.

Sementara itu ketika menjawab pertanyaan Djakartatoday.com mengenai apakah Rakornas Zakat kali ini berkaitan dengan Pemilu dan Pilpres, sebab dibuka oleh Presiden dan dihadiri para Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota serta dilaksanakan di Kota Surakarta, dengan tegas Zainul Bahar Noor menjelaskan tak ada kaitannya sama sekali dengan Pemilu dan Pilpres, sebab pelaksanaannya sudah direncanakan 2 tahun lalu.

“Bahwa setiap Rakornas dan Rakernas BAZNAS sejak dulu selalu dibuka oleh Presiden atau jika Presiden berhalangan diwakili oleh Wakil Presiden. Bahkan dalam Rakornas Zakat nanti akan dilaksanakan penandatanganan pakta untuk menjamin integritas, kredibilitas dan netralitas UPZ dalam Pemilu dan Pilpres 2019,” tegas Zainul Bahar Noor yang juga mantan Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina tersebut.

Dikatakannya, para Menteri hadir di Rakornas karena memang sengaja diundang untuk penguatan pengelolaan Zakat di tanah air.

Seperti Menkeu Sri Mulyani diundang untuk menjabarkan apa yang dimaksud Menteri Keuangan dalam Seminar Ekonomi Syariah di Yogyakarta tahun lalu tentang “Zakat Seharusnya Dikelola Seperti Pajak”.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri diharapkan hadir untuk memberikan arahan kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota yang diundang untuk pemenuhan amanah UU tentang Zakat terkait pendanaan APBD untuk BAZNAS Provinsi, Kabupaten dan Kota yang hingga saat ini belum dilaksanakan menyeluruh oleh para Gubernur, Bupati dan Walikota.

Seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sengaja diminta untuk berbicara terkait dengan kebijakan Gubernur Jateng dan antusiasmenya dalam peningkatan pengumpulan Zakat sehingga pertumbuhan pengumpulan Zakat Provinsi Jateng adalah tertinggi, sehingga bisa untuk dijadikan Role Model bagi para Gubernur lain dalam peningkatan pengumpulan Zakat di daerah masing-masing.

Sedangkan Menteri PPN/Ketua BAPPENAS diundang dan akan berbicara tentang zakat dalam kaitannya dgn AKSI (Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia) serta Road Map Ekonomi Syariah di mana Zakat menjadi bagian penting dalam kegiatan perekononian Indonesia/Ekonomi Syariah.

Menteri Agama juga menjadi pembicara karena BAZNAS berada dalam lingkup Kemenag RI. Karena Kemenag RI berada dibawah koordinasi Kemenko PMK, maka pejabat dari Kantor Kemenko PMK juga akan memberikan pengarahannya.

Sedangkan Ketua Panitia Rakornas Zakat, Jaja Jaelani menjelaskan, penetapan Kota Surakarta sebagai tempat pelaksanaan Rakornas sudah dilakukan pada Rakornas sebelumnya 2 tahun lalu, dan yang terpilih adalah Kota Surakarta dimana BAZNAS Provinsinya mempunyai performa baik atau terbaik.

“Penetapan Solo sebagai Kota untuk pelaksanaan Rakornas bukan diputuskan baru saja, tetapi sudah ditetapkan 2 tahun lalu,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa instansi, BUMN dan swasta, ikut berpartisipasi dalam rakornas, seperti BNI Syariah, BRI Syariah, CIMB Niaga Syariah, Bank Muamalat, Bank Indonesia, Insight dan Go Pay.

Sementara itu ketika ditanya mengenai tujuannya, Zainul Bahar Noor menjelaskan Rakornas Zakat bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan Zakat, menguatkan peran BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan, baik material maupun spiritual.

Juga meningkatkan koordinasi dan melakukan evaluasi kinerja organisasi pengelola Zakat, meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan Zakat, serta menguatkan posisi dan peran BAZNAS dan LAZ dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI).

“Rakornas Zakat juga akan membahas strategi BAZNAS dan LAZ dalam meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, baik material maupun spiritual,” ujarnya Dirut pertama dan salah satu pendiri Bank Muamalat tersebut.

Dikatakannya, Rakornas siap mengevaluasi pelaksanaan Roadmap Pengelolaan Zakat Nasional 2016 sampai 2018, merencanakan dan mengimplementasikan Roadmap Pengelolaan Zakat Nasional 2019-2020 dan pembagian tanggung jawab pengentasan kemiskinan oleh setiap BAZNAS dan setiap LAZ,” kata Zainul.

Dia menjelaskan, Rakornas Zakat mengupas seputar komitmen setiap BAZNAS dan LAZ untuk menyampaikan laporan pengelolaan Zakat semester I (unaudited) dan tahunan (audited) sesuai peraturan perundang-undangan sebagai prakondisi organisasi pengelola Zakat menjadi Lembaga Keuangan Syariah yang diawasi dan disupervisi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu Rakornas Zakat akan menyempurnakan dan memperkuat pelaksanaan sistem dan prosedur oleh setiap BAZNAS dan LAZ, meningkatkan kepatuhan organisasi pengelola zakat (OPZ) terhadap peraturan perundang-undangan.

“Dalam Rakornas Zakat akan dilakukan penandatanganan pakta untuk menjamin integritas, kredibiltas dan netralitas OPZ dalam Pemilu dan Pilpres 2019,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019 yang juga Sekretaris BAZNAS Jaja Jaelani menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota serta LAZ nasional dan daerah.

“Beberapa kepala daerah diundang dan mereka menyatakan siap hadir. Beberapa menteri juga sudah menyampaikan kesediaannya untuk menghadiri Rakornas Zakat 2019,” ujar Jaja. Antara lain, Menteri Agama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Bengkulu, Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Kalimantan Utara, Gubernur Gorontalo, Gubernur Maluku Utara.

Menurutnya, BAZNAS selain menjalankan peran sebagai operator, juga mengemban misi strategis untuk mengoptimalkan fungsi koordinator perzakatan nasional dengan menguatkan sumber daya manusia (SDM), penguatan teknologi informasi (TI), dan memberikan contoh atau model program pemberdayaan zakat untuk direalisasikan di daerah.

“Karena itu, kerja sama dan dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS di wilayahnya sangat diperlukan. Rakornas ini diharapkan menghasilkan resolusi dan ekspektasi pencapaian terbaik kinerja BAZNAS,” kata Jaja Jaelani. (Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos