728 x 90

PENGURUS BAZNAS DAN LAZ WAJIB NETRAL DARI POLITIK

PENGURUS BAZNAS DAN LAZ WAJIB NETRAL DARI POLITIK

Solo, Djakartatoday.com- Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Zakat 2019 sungguh menggembirakan bagi dunia perzakatan di Indonesia. Pasalnya, Rakornas tersebut telah berhasil melahirkan 22 Resolusi yang sangat penting bagi seluruh pengurus BAZNAS dan LAZ se Indonesia sejak tingkat pusat hingga daerah. “Pada Resolusi Keempat, BAZNAS, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ baik secara kelembagaan maupun

Solo, Djakartatoday.com-

Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Zakat 2019 sungguh menggembirakan bagi dunia perzakatan di Indonesia.

Pasalnya, Rakornas tersebut telah berhasil melahirkan 22 Resolusi yang sangat penting bagi seluruh pengurus BAZNAS dan LAZ se Indonesia sejak tingkat pusat hingga daerah.

“Pada Resolusi Keempat, BAZNAS, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ baik secara kelembagaan maupun individu wajib menjaga netralitas, tidak berafiliasi dengan partai politik dan tidak mengikuti kegiatan kegiatan politik praktis,” ujar Pengurus BAZNAS Prof Dr Mundzier Suparta disela-sela Rapat Paripurna Rakornas Zakat di Hotel Sunan, Rabu (6/7) kemarin.

Menurut Mundzier, Rakornas yang diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia ini berjalan lancar dan sukses. Ini menjadi pertanda gerakan kebangkitan zakat secara nasional semakin membesar.

“Alhamdulillah, Rakornas Zakat 2019 berlangsung lancar dan sukses hingga melahirkan 22 Resolusi. Dengan rahmat Allah SWT, para peserta Rapat Kerja Nasional Zakat 2019 berkomitmen sungguh-sungguh menjalankan tugas pengelolaan zakat dengan melaksanakan resolusi demi mensukseskan pembangunan, terutama pengentasan kemiskinan,” kata Mundzier dalam acara yang ditutup Asisten Kesra Pemkot Surakarta tersebut.

Mundzier didampingi Direktur Utama BAZNAS, M. Arifin Purwakananta; Sekretaris BAZNAS yang juga Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019, Drs. H. Jaja Jaelani, MM; Direktur Operasi yang juga Wakil Ketua I Panitia Rakornas, Wahtu TT. Kuncahyo; Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS (Ketua II), Mohd. Nasir Tajang; Direktur Kepatuhan dan Audit Internal BAZNAS, M. Ichwan dan Direktur Puskas BAZNAS, Dr Irfan Syauki Beik.

Menurut Mundzier yang juga mantan Irjen Kementerian Agama ini, ada beberapa hal yang diputuskan Rakornas, antara lain :

Resolusi Kelima, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ meningkatkan
kinerja pengumpulan zakat nasional untuk mencapai target nasional tahun 2019 sebesar Rp 9 Triliun.

Resolusi Keenam, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, dan LAZ secara terkoordinasi meningkatkan kampanye dan sosialisasi perzakatan nasional, dimana BAZNAS secara rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat melalui TVRI dan media lainnya, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan jajaran Pemda dan tokoh masyarakat; LAZ berkoordinasi dengan tokoh masyarakat; dan efektivitas kampanye dan sosialisasi akan diukur melalui Indeks Literasi Zakat (ILZ) tersendiri.

Resolusi Ketujuh, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ menggunakan sarana digital dalam pengelolaan zakat, yang diukur dengan:

Persentase pengumpulan zakat melalui digital minimal 15%; dan penggunaan Mustahik Data Center (MDC) dalam pendistribusian zakat.

Resolusi Kedelapan, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ menargetkan jumlah Muzakki perorangan dan nasional tahun 2019 sebanyak 5.000.000 orang dan Muzakki badan sebanyak 3.500 badan.

Resolusi Kesembilan, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ melaporkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat sesuai dengan Pedoman Teknis Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) BAPPENAS Tahun 2019.

Resolusi Kesepuluh, BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ menargetkan rasio pendistribusian terhadap pengumpulan zakat masing-masing minimal 85 persen.

Sementara itu, Sekretaris BAZNAS yang juga Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019, Drs. H. Jaja Jaelani, MM, menyampikan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras panitia dan para anggota, direksi dan amil-amilat BAZNAS atas kesuksesan perhelatan akbar dan urgen ini.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras Panitia Rakornas Zakat 2019 dan peran penting tuan rumah Kota Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, Wakil Presiden Bp Jusuf Kalla berkenan membuka dan memberi arahan penting untuk kebangkitan zakat nasional,” jelas Jaja.

Jaja juga berterima kasih kepada Walikota dan Pemerintah Kota Surakarta, Gubernur dan Pemprov Jateng, Kapolda Jateng, Pangdam Diponegoro serta masyarakat Surakarta dan Jawa Tengah yang turut mendukung penyelenggaraan Rakornas Zakat.

“Terima kasih juga untuk para narasumber atas masukan berharga maupun kritikan, sekalipun semata-mata untuk perbaikan dan kemajuan BAZNAS seperti Menteri PPN Bapak Prof. Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Bapak Mardiasmo, Dirjen Dukcapil Kemendagri, dan pimpinan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan para sponsor,” kata Jaja.

Jaja Jaelani menandaskan, Rakornas semakin memacu dan memicu kebangkitan zakat di seluruh penjuru Tanah Air.

“Alhamdulillah, Rakornas Zakat 2019 berlangsung lancar dan sukses. Kami menyampaikan terima kasih pada semua pihak, sehingga rakernas ini semakin memacu dan memicu kebangkitan zakat nasional,” kata Jaja Jaelani.
(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos