728 x 90

PARA PERAJIN KAIN BATIK BINAAN BAZNAS SEMAKIN SEJAHTERA

PARA PERAJIN KAIN BATIK BINAAN BAZNAS SEMAKIN SEJAHTERA

Jakarta, Djakartatoday.com Meski kondisi perekonomian nasional sekarang ini sedang lesu darah, namun tidak demikian dengan para perajin kain batik dari Tuban Jawa Timur yang menjadi binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Justru kondisi perekonomian para mustahik yang menjadi perajin kain batik tradisional dari Tuban itu semakin meningkat. “Kalau dulu sebelum menjadi binaan BAZNAS, mereka hanya

Jakarta, Djakartatoday.com

Meski kondisi perekonomian nasional sekarang ini sedang lesu darah, namun tidak demikian dengan para perajin kain batik dari Tuban Jawa Timur yang menjadi binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Justru kondisi perekonomian para mustahik yang menjadi perajin kain batik tradisional dari Tuban itu semakin meningkat.

“Kalau dulu sebelum menjadi binaan BAZNAS, mereka hanya menjadi buruh kain batik dengan upah Rp 500 per satu lembar kain batik, sekarang setelah dibina BAZNAS mereka bisa menjual sendiri dengan harga Rp 500.000 per lembar kain batik,” ujar Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru disela-sela acara “Putri Kartini Fashion Show” di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Sabtu (20/4).

Pada acara tersebut, kain Batik karya mustahik pemberdayaan BAZNAS dari Tuban, Jawa Timur ikut dipamerkan dalam ajang perlombaan Puteri Kartini 2019 tersebut.

Kerajinan kain batik ini merupakan hasil produksi para mustahik yang didukung melalui program pemberdayaan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, dengan ikut berpartisipasinya kain batik Tuban dalam kegiatan seperti ini BAZNAS berharap, para mustahik bisa semakin semangat dalam memproduksi dan bangga karena telah ikut melestarikan budaya.

“Kain Batik Tuban ini beberapa kali pernah dipamerkan pada kesempatan dari skala nasional hingga bertaraf internasional. Pada kesempatan kali ini, batik hasil karya mustahik binaan BAZNAS ikut serta dalam ajang Puteri Kartini 2019,” katanya.

Ia menambahkan, masih banyak pengrajin batik yang tidak sejahtera dan masih berada pada garis kemiskinan. Untuk itu, BAZNAS mengembangkan program ZCD dengan memanfaatkan segala sumber daya dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mustahik.

“Kain batik karya mustahik ini menerapkan konsep ramah lingkungan, produknya menggunakan pewarna alam dan ecofashion,” kata Randi.

Kain Batik dan Tenun dari Tuban, Jawa Timur hasil karya mustahik binaan BAZNAS ditampilkan dan dipakai oleh 10 finalis pada acara puncak ajang pemilihan Puteri Kartini 2019 yang juga menampilkan Putri Kartini 2018, Andella Romelia.

Pada akhir 2018 lalu, kain batik ini juga dipamerkan oleh model-model pada kegiatan Eco Fashion Week Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. (Abdul Halim)

 

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos