728 x 90

*POTENSI EKONOMI KURBAN MENCAPAI RP 69,9 TRILIUN PERTAHUN*

*POTENSI EKONOMI KURBAN MENCAPAI RP 69,9 TRILIUN PERTAHUN*

Jakarta, Djakartatoday.com Sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia yang mencapai 230 juta orang dari 265 juta orang penduduk Indonesia (87 persen), ternyata potensi ekonomi ibadah kurban sangatlah besar, yakni mencapai Rp 69,9 triliun pertahun. “Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI), potensi ekonomi kurban di Indonesia mencapai Rp 69,9

Jakarta, Djakartatoday.com

Sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia yang mencapai 230 juta orang dari 265 juta orang penduduk Indonesia (87 persen), ternyata potensi ekonomi ibadah kurban sangatlah besar, yakni mencapai Rp 69,9 triliun pertahun.

“Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI), potensi ekonomi kurban di Indonesia mencapai Rp 69,9 triliun pertahunya,”

ujar Ketua Panitia Nasional Kurban BAZNAS 2019,  Muhammad Indra Hadi di Jakarta (3/7). Turut hadir Direktur Program Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS, Drh Ajat Sudrajat dan Selo Ruwandanu.

Sebelumnya, menjelang pelaksanaan ibadah kurban ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak masyarakat untuk melaksanakan ibadah Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah ini melalui Program Kurban Berdayakan Desa. Melalui Kurban Berdayakan Desa (KBD), dimana masyarakat nelalui kurban dapat berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan penduduk desa dalam empat bidang sekaligus yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan dan budaya.

Menurut Mohammad Indra Hadi, BAZNAS menyelenggarakan Kurban Berdayakan Desa untuk mempermudah masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana hikmah berkurban sebagai bentuk ketaatan atas perintah Sang Maha Pencipta.

“Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk menjadikan ibadah kurban sebagai upaya pemberdayaan desa,” kata Indra.

Dari segi ekonomi, ketika Kurban dilakukan di desa, maka usaha peternakan warga akan makin berkembang dan berbagai industri turunan akan mengikuti, seperti olahan kulit dan kotoran kambing pada Program Balai Ternak BAZNAS di Semarang dan Banyumas, Jawa Tengah serta Tanah Datar, Sumatera Barat,” kata Indra.

Indra mengatakan, perputaran roda perekonomian menjadi semakin kuat. Di Tanah Datar, usaha peternakan warga mengundang munculnya usaha pabrik pakan ternak dan budidaya tanaman hias. Di Kendal, Jawa Tengah, produksi kompos dari kotoran kambing dimanfaatkan untuk mengembangkan budidaya tanaman jambu yang kemudian dijual dalam bentuk makanan olahan.

Dari sisi pendidikan, dengan perputaran ekonomi dari Kurban Berdayakan Desa, akan membantu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dan memperbaiki fasilitas pendidikan terdekat.

“Kurban Berdayakan Desa juga mendorong peningkatan kualitas Kesehatan masyarakat desa, dari anak-anak hingga orang dewasa. Daging sapi dan daging kambing mengandung berbagai zat gizi yang membantu pertumbuhan anak-anak desa lebih sehat,” katanya.

Kurban Berdayakan Desa juga makin mempererat budaya gotong royong dan berbagi di desa.

Sedangkan Ajat Sudrajat mengatakan, pada Program Kurban Berdayakan Desa ini, domba dan kambing kurban merupakan hasil dari para peternak mustahik dalam Program Balai Ternak BAZNAS yang dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 3.000 ekor kambing dan domba dengan harga Rp 2,5 juta perekor dan 110 ekor sapi dengan harga Rp 17,5 juta perekor yang dipotong direncanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh 60.000 Kepala Keluarga atau sekitar 240.000 penduduk desa yang membutuhkan di 23 propinsi di Indonesia pada 51 titik pemotongan gewan kurban.

“Kurban Berdayakan Desa disiapkan untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh mustahik dari Aceh hingga Papua,” katanya.

BAZNAS juga mendorong BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/ kota untuk melaksanakan Kurban Berdayakan Desa di seluruh Indonesia sehingga dapat meningkatkan program-program pemberdayaan desa.

Sedangkan Selo Ruwandanu mengakui, melalui KBD oleh BAZNAS, maka masyarakat desa akan ikut menikmati daging kurban dan potensi ekonomi kurban.

“KBD akan memindahkan asset dari kota ke desa, sehingga rakyat desa akan ikut menikmati daging yg halal dan bergizi,” ungkap Selo.

Dengan Kurban Berdayakan Desa, diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pemberdayaan desa. (Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos