728 x 90

Pak AR Fachruddin Yang Zuhud, Jadi Oase Bagi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Pak AR Fachruddin Yang Zuhud, Jadi Oase Bagi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Yogyakarta, Djakartatoday.com Melihat kondisi carut marut bangsa dan negara saat ini, khususnya hiruk pikuk kehidupan politik dan sosial, rasanya perlu menghadirkan kembali sosok dan ketokohan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, almarhum KH AR Fachruddin (Pak AR). Kehadiran Pak AR dapat menjadi oase yang menyejukkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pola kehidupan Pak AR yang zuhud,

Yogyakarta, Djakartatoday.com

Melihat kondisi carut marut bangsa dan negara saat ini, khususnya hiruk pikuk kehidupan politik dan sosial, rasanya perlu menghadirkan kembali sosok dan ketokohan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, almarhum KH AR Fachruddin (Pak AR). Kehadiran Pak AR dapat menjadi oase yang menyejukkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pola kehidupan Pak AR yang zuhud, sederhana dan low profile perlu kita teladani. Gaya kepemimpinan serta komunikasi Pak AR yang genuine dan apa adanya, sangatlah dibutuhkan saat ini”.

Hal itu dikatakan Paryanto, MIP Peneliti Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam diskusi buku dengan judul “Pak AR Yang Zuhud Memimpin Umat Dengan Islam Yang Menggembirakan”, di Sekretariat Yayasan AR Baswedan, Yogyakarta, Jum’at (12/7). Turut hadir penulis buku  dan jurnalis kawakan,  Mochammad Faried Cahyono.

“Pak AR itu sosok yang dapat diterima oleh semua kalangan, baik oleh kalangan atas, bawah bahkan kelompok radikal sekalipun,” ujar Paryanto.

Diterimanya Pak AR oleh berbagai kalangan ini, karena karakter yang melekat pada kepribadian beliau yang selalu menjaga sikap wara’ dan zuhud dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap zuhud dan pilihan hidup dengan penuh kesederhanaan yang genuine juga tergambar dalam kebiasaan Pak AR yang tidak mau memanfaatkan posisinya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

“Bahkan sebaliknya,  beberapa fasilitas yang diberikan negara kepadanya justru diserahkan kepada Muhammadiyah,” ujar Paryanto.

Sedangkan penulis buku Faried Cahyono menceritakan, betapa Pak AR memiliki sensitifitas tinggi kepada rakyat kecil. Seperti Pak AR pernah bercerita kepada muridnya, satu ketika Pak AR berniat untuk membeli durian. Namun ketika naik becak menuju ke pasar, si tukang becak berkeluh kesah karena harga durian yang sangat mahal dan tak mampu dibeli olehnya yang hidupnya pas-pasan. Mendengar hal itu, ketika sampai pasar, beliau langsung pulang dan tak jadi membeli durian.

“Setelah menceritakan kisah ini, Pak AR berpesan kalian besok apabila jadi pemimpin pahamilah perasaan rakyat kecil,” ujar Faried.

Yayasan AR Baswedan yang dipimpin Dr H Khamim Zarkasih Putro, MSi rutin menyelenggarakan diskusi buku setiap Jum’at. Dalam diskusi itu membedah buku-buku sains dan pendidikan, ekonomi, politik, tokoh serta keagamaan.

Sementara itu Dr H Khamim Zarkasih Putro, MSi sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan AR Baswedan yang juga Dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam sambutan  mengatakan, perlunya menggiatkan kajian-kajian agar kehidupan bangsa dan negara dipenuhi dengan gairah intelektual.

“Ilmu Pengetahuan merupakan kunci untuk membangun bangsa dan negara yang kuat, oleh sebab itu Yayasan AR Baswedan berkomitmen untuk berpartisipasi dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan,” tandas Ketua Alumni Pascasarjana UMY dan Koordinator Presidium KAHMI DIY serta Ketua DPD IKA UNY DIY  tersebut.

Menurut Khamim, AR Baswedan sebagaimana KH AR Fachrudin, keduanya adalah Pahlawan Nasional yang sangat merindukan keutuhan bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dan kebudayaan.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos