728 x 90

Pernyataan MUI Pusat Menyikapi Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah di Indonesia

Pernyataan MUI Pusat Menyikapi Rencana Kemenag Hapus Materi Perang dari Kurikulum Madrasah di Indonesia

Djakartatoday.com Republika online tertanggal 13 September 2019, menurunkan berita yang mengejutkan: https://m.republika.co.id/amp/pxrnlt320 Dikonfirmasi lagi dengan edisi koran Republika Senin, 16 September 2019 di halaman 12 rubrik Khazanah. “Kami ingin menghapuskan pandangan-pandangan orang yang selalu saja mengaitkan Islam itu dengan perang. Kita juga ingin mendidik anak-anak kita sebagai orang-orang yang punya toleransi tinggi kepada penganut agama-agama

Djakartatoday.com

Republika online tertanggal 13 September 2019, menurunkan berita yang mengejutkan:

https://m.republika.co.id/amp/pxrnlt320

Dikonfirmasi lagi dengan edisi koran Republika Senin, 16 September 2019 di halaman 12 rubrik Khazanah.

“Kami ingin menghapuskan pandangan-pandangan orang yang selalu saja mengaitkan Islam itu dengan perang. Kita juga ingin mendidik anak-anak kita sebagai orang-orang yang punya toleransi tinggi kepada penganut agama-agama lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai gantinya, akan dimasukkan materi mengenai masa-masa kejayaan Islam. Meliputi kejayaan Islam di dunia dan Indonesia.

Langkah tersebut, kata dia, dilakukan agar Islam tidak lagi dianggap sebagai agama  yang selalu dihubungkan dengan perang.

Pertanyaan saya:

Apakah kejayaan Islam bisa diraih hanya dengan penguasaan iptek dan kemakmuran ekonomi serta perdagangan di dunia Islam tanpa ada kekuatan militer yg melindungi umat Islam dan capaian-capaiannya dari agresi dan gangguan negara negara kafir ?

Apakah kejayaan Islam hanya diukur dg indikator iptek dan ekonomi, tanpa memperhatikan aspek futuhat islamiyah (penaklukan negeri negeri), sehingga mereka masuk ke dalam naungan cahaya Islam ?

Semua bangsa dan peradaban dunia bangga dengan kekuatan militernya dan strategi cegah tangkal thd ancaman ancaman eksistensial dan kedaulatannya dari ancaman luar. Ini kok malah mau menghapus materi sejarah penaklukan Islam ? Dimana dan bagaimana bisa masa kejayaan Islam itu dapat dihadirkan secara utuh kepada para murid madrasah ???

Apakah rela bangsa Indonesia menghapus sejarah perjuangan dan revolusi perang untuk mengusir penjajah asing dari negeri ini selama berabad-abad ? Dimanakah kejayaan Indonesia dan nusantara mau diletakkan ?

Jika pemerintah cq Kemenag ingin menghapus kesan minor dan pandangan negatif terhadap perang jihad dalam sejarah Islam, maka bantahlah pandangan khas ala orientalis itu dengan membuat narasi cerdas mencerahkan, yg menjelaskan apa tujuan perang jihad dan prakteknya dalam tinjauan ajaran Islam yang shahih bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah Rasulullah Saw dan para Khulafa Rasyidin. Banyak referensi yang bisa dijadikan acuan menulis tentang hal ini.

Bagaimana bisa Kemenag berani mencerabut sejarah Islam dari akarnya, seperti dipraktekkan para sahabat dan Salafus Saleh ? Ketika Saad bin Abi Waqqash ra berkata: “Kami dahulu mengajarkan kepada anak.anak kami sejarah peperangan Nabi Saw seperti kami mengajarkan mereka bacaan Qur’an”.

Sungguh lancang dan biadab jika para ulama membiarkan ini terjadi di dalam rumah kita, NKRI yg tegak akibat dari perang perang jihad yang dipimpin para pahlawan nasional yg terdiri dari para ulama, zuama dan kaum santri nasionalis.

Sebelum terlambat, mari kita cegah rencana tersebut sebagai bagian dari upaya liyundziruu qaumahum.

Jakarta, 16 Muharram 1441 H/ 16 September 2019

 

Fahmi Salim

(Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos