728 x 90

Indonesia Menjadi Kiblat Zakat Dunia

Indonesia Menjadi Kiblat Zakat Dunia

Jakarta, Djakartatoday.Com Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia telah menjadi Kiblat Zakat Dunia (KZD) dengan menggeser negara negara Arab di Timur Tengah. Terbukti berbagai konferensi internasional mengenai Zakat selalu diselenggarakan di Indonesia. Sedangkan Nigeria dan Afrika Selatan belajar mengenai perzakatan di Indonesia. Sementara Sekjen World Zakat Forum (WZF) dijabat

Jakarta, Djakartatoday.Com

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia telah menjadi Kiblat Zakat Dunia (KZD) dengan menggeser negara negara Arab di Timur Tengah.

Terbukti berbagai konferensi internasional mengenai Zakat selalu diselenggarakan di Indonesia.

Sedangkan Nigeria dan Afrika Selatan belajar mengenai perzakatan di Indonesia.

Sementara Sekjen World Zakat Forum (WZF) dijabat Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Prof Dr Bambang Sudibyo MBA.

Bahkan selama dua tahun berturut turut, BAZNAS berhasil menerima Penghargaan bergengsi Internasional Global Islamic Finance Award (GIVA).

“Kalau Kiblat Sholat berada di Kota Suci Makkah. Sedangkan Indonesia sekarang kelihatannya sedang menjadi Kiblat Zakat Dunia,” ujar Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA di Kantor Pusat BAZNAS di Jakarta, Senin (23/9).

Memang BAZNAS bertekad untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Zakat, utamanya dalam bidang pendistribusian seusai berhasil meraih dua penghargaan internasional Global Islamic Finance Award (GIVA).

Menurut Bambang Sudibyo, dua penghargaan yang diterima BAZNAS adalah The Best Zakat Distribution Programme dan GIFA Humanitarian Award.

Kedua penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras para Amil Zakay saat ini sekaligus menjadi tantangan dalam melayani umat lebih baik.

“BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pendistribusian zakat melalui berbagai program yang langsung dimanfaatkan oleh Mustahik,” katanya.

Dengan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang meningkat sekitar 35 persen tiap tahunnya, BAZNAS terus berupaya memberikan manfaat kepada para Mustahik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pada Januari hingga Agustus 2019, BAZNAS menyalurkan ZIS kepada 429 ribu mustahik.

Berdasar penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS tahun ini, program distribusi BAZNAS mampu mengurangi angka kemiskinan sebesar 28 persen.  Program pemberdayaan ekonomi BAZNAS juga mampu mengubah Mustahik menjadi Muzakki sebesar 23 persen.

“Ini menunjukkan bahwa kehadiran Zakat mampu mengubah status Mustahik menjadi Muzakki,” katanya.

Peningkatan kesejahteraan dilakukan melalui berbagai program pendistribusian dan pemberdayaan.

Dalam program pendistribusian, BAZNAS melahirkan program sosial dan kemanusiaan melalui Layanan Aktif BAZNAS (LAB), sebuah program yang didedikasikan untuk secara aktif melayani mustahik yang membutuhkan bantuan segera.

Sedangkan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah dirancang untuk merespons dengan cepat terhadap bencana alam serta bencana sosial yang terjadi baik di Indonesia maupun internasional.

Sementara Kehadiran Rumah Sehat BAZNAS (RSB), layanan kesehatan gratis yang didedikasikan untuk orang miskin, juga telah memperkuat layanan BAZNAS yang sangat baik untuk mustahik.

BAZNAS juga memiliki program pendidikan yang diyakini sebagai salah satu metode terbaik untuk menghentikan rantai kemiskinan.

BAZNAS telah mendirikan sebuah sekolah menengah berasrama yakni Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) untuk memastikan kesinambungan pendidikan yang diterima oleh para murid yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Keberadaan Lembaga Beasiswa BAZNAS juga memungkinkan para murid kurang mampu untuk menerima pendidikan yang layak hingga tingkat Universitas.

Dibidang Dakwah dan Advokasi, BAZNAS telah mendirikan Pusat Kajian Strategis dengan misi untuk melakukan penelitian strategis sebagai input kebijakan untuk manajemen zakat negara, dan BAZNAS Mualaf Center yang bertanggung jawab untuk membantu mereka yang baru saja masuk Islam  untuk tetap gigih di jalan Allah.

Selain itu, sebagai program jangka panjang, BAZNAS merancang program pemberdayaan.

“Melalui Program Zakat Community Development (ZCD), BAZNAS mendorong masyarakat kurang mampu untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi mereka sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan membuat perubahan signifikan dalam kehidupan mereka,” katanya.

Untuk mengatasi masalah akses modal, Lembaga BAZNAS Microfinance telah dirancang sebagai solusi yang tepat dengan mengadopsi program keuangan Mikro Nirlaba bagi para pelaku usaha kecil.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos