728 x 90

Menteri Agama Siap Hadiri World Zakat Forum

Menteri Agama Siap Hadiri World Zakat Forum

Djakartatoday.com Meski masih menjadi kontroversi atas jabatannya terutama oleh kalangan Nahdiyyin, namun Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fahrur Razi tetap akan diundang dalam forum zakat internasional World Zakat Forum (WZF) yang akan diselenggarakan di Bandung, 5-7 November 2019 nanti. “Menteri Agama Fahrur Razi adalah atasannya BAZNAS, sehingga setiap ada acara World Zakat Forum, pasti beliau

Djakartatoday.com

Meski masih menjadi kontroversi atas jabatannya terutama oleh kalangan Nahdiyyin, namun Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fahrur Razi tetap akan diundang dalam forum zakat internasional World Zakat Forum (WZF) yang akan diselenggarakan di Bandung, 5-7 November 2019 nanti.

“Menteri Agama Fahrur Razi adalah atasannya BAZNAS, sehingga setiap ada acara World Zakat Forum, pasti beliau akan diundang BAZNAS. Kalau ada yg akan menghalangi kedatangannya, maka akan berhadapan dengan saya,” tegas Sekjen WZF yang juga Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA dalam Konpres di Jakarta, Rabu (30/10).

Pasalnya, sebanyak 300 tokoh organisasi pengelola zakat dari 28 negara siap menghadiri konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 yang akan dilaksanakan Selasa (5/11) hingga Kamis (7/11) di Crown Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Mengusung tema “Optimizing Global Zakat Role trough Digital Tegnology”, acara akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Prof Dr KH Ma’ruf Amin. Menteri Agama RI, Fahrur Razi; Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi serta Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA juga dijadwalkan hadir.

Dalam Konferensi Pers WZF di Jakarta, Kamis (31/10), Bambang Sudibyo mengatakan, tema WZF 2019 ini diangkat karena kebutuhan pengelolaan zakat yang harus sejalan dengan gaya hidup masyarakat yang kini menjadi serba cepat dan mudah dengan fasilitas teknologi digital.

“Tantangannya adalah bagaimana dengan kemajuan teknologi ini bisa lebih meningkatkan percepatan pelayanan bagi para pengelola zakat. Selain, bagaiamana agar meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat berzakat bagi umat muslim sedunia,” katanya.

Selain itu, dalam menjawab tantangan zakat di era digital dengan memanfaatkan teknologi, para pengelola zakat bisa mempercepat akses terhadap kebutuhan para penerima zakat (mustahik).

“Harapannya, penghimpunan zakat semakin besar, penyaluran zakat semakin tersebar dan kemiskinan di dunia dapat dientaskan,” kata Bambang.

Dalam Konferensi Pers tersebut turut hadir Steering Committee WZF, Drs. H Jaja Jaelani; KH Arrif Ramdani, Nur Efendi, Imam Rulyawan dan Wakil Ketua Organizing Committee WZF, Dr M Hasbi Zaenal.

Selama WZF berlangsung, 25 pembicara akan menyampaikan paparan mengenai pengelolaan zakat di era digital antara lain Dr. Syed Zafar dari India, Dr. Elnur Salihovic dari Bosnia-Herzegovina, Muhammad Lawal Maidoki dari Nigeria dan Dr. M. Ayub Miah Bangladesh.

Pada konferensi kali ini juga akan dihadiri oleh anggota asosiasi yaitu IDB, UNICEF, D-8, UNDP, dan Bank Indonesia. Kami juga mengundang BAZNAS se-Indonesia, pimpinan daerah dan dinas terkait, akademisi dan peneliti, Lembaga Amil Zakat, Organisasi non pemerintah, Perwakilan institusi multinasional, Mahasiswa, dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini juga digelar rapat tahunan yang akan diikuti oleh seluruh anggota WZF. Diselenggarakan pula pameran atau exhibition oleh BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat dan berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang digital. Berbagai inovasi digital dan produk binaan akan dipamerkan dalam booth ini.

WZF International Conference 2019 merupakan ajang bertemunya para pegiat zakat dunia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan zakat global untuk tercapainya tujuan kesejahteraan dunia.

Meeting Agenda of the World Zakat Forum

_Bandung, November 5th-6th, 2019_

Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology

 

Day 1: Tuesday, November 5th 2019

Time Agenda Speaker

07.30 – 08.30 Registration

Opening Performance

Opening MCEnglish and Arabic Speaker

08.30 – 08.35Qur’anic Recitation

08.35 – 08.45 WZF Meeting Report by Chairman of WZF Organizing Committee Irfan Syauqi Beik, Ph.D.

08.45 – 08.55 Welcoming Speech by Vice Governor of West Java Uu Ruzhanul Ulum

08.55 – 09.10 Welcoming Speech by Secretary General of WZF Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA

09.10 – 09.20 MOU Signing with UNDP Administrator of UNDP Headquarter Mr. Achim Steiner (to be confirmed)

09.20 – 09.35 Welcoming Speech and Official Opening of the Conference by His Excellency Vice President of Indonesia Vice President of Indonesia:

Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin

09.55 – 10.00 Opening Ceremony Vice President of Indonesia and  Executive Secretary of WZF

10.00 – 10.10Prayer Recitation

10.10 – 10.20 Coffee break

10.20 – 10.50 Press Conference Keynote Speech 1 “The Role of Government in Developing Technology – based Zakat Management” Minister of Religious Affairs of Indonesia

10.50 – 11.20 Keynote Speech 2

“Zakat Diplomacy as a New Approach to Strengthen Humanitarian Multilateral Cooperation” Minister of Foreign Affairs of Indonesia

11.20-11.50 Keynote Speech 3:

“Zakat on SDG’S” Mr. Achim Steiner – Admkinistrator to UNDP (To be Confirmed)

11.50 -12.55Lunch and Prayer Break

12.55 – 13.10Sponsor Presentation

13.10 -13.40 Keynote Speech 4:

“The Role  Islamic Development Bank in Supporting Digital Zakat Development” IsDB President

13.40 -15.10 High Level Discussion :

“Strenghtening the Role of the World Zakat Forum in Digital Era”

1. Minister of Awqaf and Islamic Affairs Qatar

2. Commitee for Religious Affairs, The Ministry of Information and Social Development The Republic of Kazakhstan

3. Minister of Finance Egypt

4. Minister of Justice and Islamic Affairs of Bahrain

5. Minister of Treasury and Finance of Turkey

6. Minister of Awqaf and Religious Affairs of Kuwait

15.10 – 15.40Prayer Break

15.40 – 16.40 Plenary Session I:

“Strengthening the Role of the World Zakat Forum in the digital era”

Moderator from BAZNAS: Dr. Zainulbahar Noor 1. Dr. Syed Zafar (India)

2. Dr. Elnur Salihovic (Bosnia-Herzegovina)

3. Muhammad Lawal Maidoki (Nigeria)

4. Dr. M. Ayub Miah (Bangladesh)

16.40 – 18.20 Plenary Session II

“Digital Zakat Management”

CEO of¬ Zakat Pulau Pinang:

Mr. Amran Hazali

1. Yasmina Francke (South Africa)

2. Azim Kidway (UK)

3. En. Azhan ismail (Senior General manager finance PPZ-MAIWP)

4. Hj. Saipolyazan bin Mat Yusop (CEO of LZS – Malaysia)

18.20 End of Day 1

20.00 – 22.00 Gala Dinner (Country Representative and/or all Participants subject to Governor’s approval) Hosted by BAZNAS of West Java

 

Day 2: Wednesday, November 6th 2019

Time Agenda Speakers

08.00 – 08.15 Registration

08.15 – 08.30 Opening MC English and Arabic Speaker

08.30 0 08.40Sponsor Presentation

08.35 – 08.40 Resume Video Day 1 Conference

08.40-09.10 Keynote Speech 5:

“Repositioning Zakat Management Paradigm in the Disruptive Era” Prof. Humayon Dar- Director General of Cambridge Institute of Islamic Finance. Chairman of GIFA Award

09.10 – 09.40 Keynote Speech 6  :

“The Role of Digitalization of Zakat in the National Master Plan of Islamic Economic Development” Minister of National Development Planning of Indonesia

09.40 – 09.50Sponsor Presentation

09.50 – 10.10Coffee break

10.10 – 11.20 Plenary Session III

“The Contemporary Fatwa and Fiqh of Digital Zakat”

Moderator from

WZF Annual Meeting:

Sponsor Presentation

1. Finalization of Technical Notes on Good Amil Governance and Risk Management (Final review and decision)

2. Discussion on the Technical Notes on: (i) Sharia Control and Internal Audit; (ii) Financial Reporting and External Audit; and (iii) Disclosure and Transparency

3. Discussion on Zakat Welfare Index.

4. Discussion on the conference resolution and progress of zakat development in each WZF member country

5. Decision on the Host of WZF International Conference and Annual Meeting 2020

6. Discussion on the Role of UNHCR as Global Amil Institution 1. Ayman R. Al-Mufleh (JHCO-Jordan)

2. Dr. Saleh Ali Alawaji (Saudi Arabia)

3. Kamal Mohamed Hamid (Sudan)

4. Dr. Abid Mahmooud Smerat (Jordanian – Zakat Fund)

11.20 – 11.50 Keynote Speech 7

“The Role of UNICEF in the Promotion and Utilization of Zakat for Poor Children’s Wellbeing” Mr. Sikander Khan – Director of the UNICEF emergency relief center

11.50 – 13.10Lunch and Prayer Break

13.10 – 13.30Opening by MC and Sponsor Presentation

13.30 – 15.50 Plenary Session IV

“Policy, regulation and the role of government in zakat digitalization”

Moderator from UNPAD: Dr. Dian Masyita

1. M. Arifin Purwakananta (CEO BAZNAS – Indonesia)

2. Dr. Ahmad Juwaini (Indonesia – KNKS)

3. Muhammad Koroma (Sierra Leon)

4. Ms Azara (Ghana)

5. A.B.M. Ashraff(Sri Lanka)

15.50 – 16.15Prayer Break

16.15 – 16.45 WZF Resolution Secretary General of WZF

16.45 – 17.30 Closing Ceremony and Photo Session

17.30 – 18.00 Press Conference

 

Day 3: Thursday, November 7th 2019

Time Agenda Speakers

08.00 – 08.30 Registration English and Arabic Speaker

08.30 – 11.00 City Tour

11.00 – 11.30 Transfer to Hotel

12.00 – 13.00 Check out

 

Mengenal Pergerakan Zakat Dunia, World Zakat Forum

 

Dunia Islam saat ini menghadapi berbagai masalah dan tantangan, baik secara eksternal maupun internal. Stigma dan stereotip buruk yang ditujukan pada apapun yang berkaitan dengan Islam telah menyebabkan umat muslim menjadi korban diskriminasi dan penindasan. Dari internal, di antara umat Islam sendiri masih banyak yang kurang peduli terhadap sesama Muslim lainnya yang kurang sejahtera.

Selain itu kemiskinan masih banyak ditemukan di dunia Muslim dari barat Afrika di Mauritania hingga timur di Indonesia, dari utara di Kazakhstan hingga selatan di Kepulauan Komoro. Tingkat kemiskinan yang tinggi di antara negara-negara Muslim jelas telah melemahkan posisi dunia Muslim, ditambah dengan keterbelakangan di sektor pendidikan, inferioritas dalam sains dan teknologi, kapasitas supra-struktur dan sumber daya manusia yang kurang. Sebagai bentuk untuk merespon masalah tersebut, kehadiran zakat harus dilihat sebagai modal strategis bagi Dunia Muslim untuk membebaskan diri dari ketergantungan jangka panjang dari negara-negara barat. Pemanfaatan zakat harus memiliki makna strategis untuk memperkuat ukhuwah, kolaborasi, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa Muslim untuk mencapai maslahah.

Untuk merespons situasi ini, gerakan zakat dunia dapat mengambil peran penting untuk berkontribusi, memfasilitasi, mendistribusikan, dan memberikan bantuan bagi mereka yang bernasib buruk baik secara finansial maupun non-finansial dan secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, mekanisme zakat juga masih memerlukan perhatian serius untuk mencari solusi tepat terkait isu Fiqh, manajemen zakat, distribusi zakat antar negara, mekanisme kerja sama dalam praktik zakat terkait dengan masalah diplomatik, dan masalah lainnya.

Gagasan pendirian World Zakat Forum (WZF) muncul sebagai respon terhadap kebutuhan perkembangan gerakan zakat dunia. World Zakat Forum diinisiasikan pada saat Seminar Zakat International, Maret 2007 di Malaysia, kemudian pada tahun 2009 saat The International Zakat Executive Development Programme di Malaysia, Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah konferensi WZF pertama. Pada 30 September 2010 di Yogyakarta, Indonesia, World Zakat Forum International Conference pertama kalinya diadakan dan pertaman kalinya World Zakat Forum resmi didirikan. Awalnya, Forum ini hanya dihadiri oleh 9 perwakilan dari lembaga zakat internasional seperti Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi. Pada konferensi pertama WZF, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin terpilih sebagai Sekretaris Jenderal pertama World Zakat Forum hingga 2013. Selanjutnya, posisi tersebut dipegang oleh Dr. Ahmad Juwaini hingga 2017. Dan saat ini Prof. Dr. Bambang Sudibyo terpilih sebagai Sekretaris Jenderal ketiga dari WZF mulai dari Maret 2017.

Selain konferensi pertamanya di Yogyakarta, World Zakat Forum juga telah menyelenggarakan konferensi di Bogor, New York, Banda Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta dan Melaka. Pada konferensi terakhirnya di Melaka, jumlah perwakilan Negara anggota WZF yang sebelumnya berjumlah 22 bertambah menjadi 32 negara. 10 negara yang baru bergabung di WZF diantaranya adalah Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin dan Sierra Leon.

Berikut adalah Negara-negara perwakilan WZF saat ini: Bangladesh, Bahrain, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Egypt, India, Indonesia, Yordania, Kuwait, Malaysia, Morocco, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin dan Sierra Leon. Kemudian menjadi 33 negara setelah Maladewa begabung menjadi negara anggota WZF.

Tidak hanya perwakilan Negara, di WZF juga terdapat beberapa organisasi yang menjadi associate member WZF, yakni IDB, UNICEF, Developing-8, UNDP, dan Bank Indonesia.

Berikut adalah 11 resolusi konferensi WZF yang baru ini diselenggarakan pada 5-6 Desember 2018 di Melaka, Malaysia:

1. Filosofi dan nilai-nilai inti dari zakat harus benar-benar diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

2. Zakat harus dianggap sebagai sumber keuangan pelengkap dalam pencapaian SDGs.

3. Peran zakat dalam memerangi kemiskinan dan memajukan inklusi sosial harus dipromosikan.

4. WZF menyerukan kepada semua anggotanya untuk mengadopsi zakat sebagai instrumen kebijakan penting dalam pembangunan sosio-ekonomi di negara mereka masing-masing.

5. WZF mendesak semua anggota untuk mengadopsi:

a. “Zakat Core Principles (ZCP)” untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

b. Prinsip-prinsip “Manajemen Risiko pada Lembaga Zakat (RMZI)”.

c. Prinsip-prinsip “Good Amil Governance on Zakat Management (GAGZM)”.

6. Semua Anggota WZF wajib transparan dan bertanggung jawab dalam menerbitkan laporan mereka kepada publik.

7. Kerjasama dan jaringan yang lebih kuat di antara anggota WZF sangat dianjurkan.

8. Memperkuat kapasitas Organisasi Manajemen Zakat (ZMO) di negara-negara minoritas Muslim sangat dianjurkan.

9. Para anggota WZF menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah di Indonesia, dan welas asih kepada para korban konflik sosial seperti Rohingya, Palestina, dan komunitas serupa lainnya di dunia. WZF menyerukan tindakan kolektif untuk memulihkan dan merehabilitasi orang-orang yang terkena dampak.

10. Konferensi menyerukan semua negara Muslim, termasuk anggota OKI, dan organisasi zakat di negara-negara minoritas Muslim untuk bergabung dengan WZF.

11. WZF menegaskan kembali kesediaannya untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam memberantas kemiskinan melalui pembiayaan campuran zakat dan sumbangan dari negara-negara berkembang.

Dengan adanya World Zakat Forum, diharapkan bisa menjadi platform untuk merumuskan solusi efektif untuk berbagai masalah dunia islam terkait: pertama, esensi utama zakat yang seharusnya tidak hanya untuk memberantas kemiskinan dan ketidakmampuan, tetapi juga untuk pemberdayaan umat; kedua, untuk meringankan kesulitan sosial-ekonomi di kalangan umat; ketiga, untuk mewujudkan kesejahteraan umat; keempat, untuk mengangkat pengaruh dunia Muslim, dan; kelima, untuk menghidupkan kembali pemuliaan Islam di berbagai aspek global.

Struktur organisasi WZF:

Secretary General

Prof. Dr. Bambang Sudibyo., MBA., CA

Deputy Secretary General

Saleh Ali Alawaji, Ph.D

Elnur Salihovic, Ph.D

Abdeslam Ballaji, Ph.D

Muhammad Lawal Maidoki

Shaikh Abdurraziq Mukhtar

Muhammad Ayub Miah, Ph.D

Haji Ahmad Shukri Yusoff

Sekretaris Eksekutif

Irfan Syauqi Beik, Ph. D.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos