728 x 90

Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo (Pengurus MUI Pusat) :

Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo (Pengurus MUI Pusat) :

JANGAN JADIKAN AGAMA MENGIKUTI SELERA PENGUASA, TETAPI JADILAH PENGUASA YANG MENGIKUTI AGAMA MAYORITAS RAKYAT INDONESIA Rencana Menteri Agama Fachrul Razi yang belum genap menjabat satu bulan tetapi hobbynya selalu membuat gaduh gegeran di masyarakat itu, selalu menyita perhatian insan pers Indonesia termasuk media sosial. Keinginan Menag untuk memberangus dan menangkapi para ustadz yang ceramahnya berseberangan

JANGAN JADIKAN AGAMA MENGIKUTI SELERA PENGUASA, TETAPI JADILAH PENGUASA YANG MENGIKUTI AGAMA MAYORITAS RAKYAT INDONESIA

Rencana Menteri Agama Fachrul Razi yang belum genap menjabat satu bulan tetapi hobbynya selalu membuat gaduh gegeran di masyarakat itu, selalu menyita perhatian insan pers Indonesia termasuk media sosial.

Keinginan Menag untuk memberangus dan menangkapi para ustadz yang ceramahnya berseberangan dengan kebijakan rezim Jokowi, melarang penggunaan cadar, celana cingkrang, ucapan kafir dan doa dalam bahasa Arab tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari radikalisme, tentu saja menimbulkan reaksi keras dari umat Islam yang mayoritas mutlak di negara ini.

Berikut ini pernyataan Pengurus Pusat MUI, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo seputar pernyataan Menteri yg paling sering membuat kegaduhan tersebut :

 

Baru kali ini pemerintah membuat program yang membingungkan rakyat dan tidak mensosialisasikan dulu program tersebut.

Radikalisme itu apa, bagaimana, kapan, dimana dan siapa, sehingga bias gak jelas lalu main tangkap dan aparat tak mampu membuktikan yang disangkakannya.

Secara Umum menurut para ahli, Radikalisme adalah ideologi (ide paham) yang ingin melakukan perubahan sistem sosial dan politik dengan kekerasan oleh  seseorang atau kelompok karena menginginkan perubahan dalam tempo singkat sehingga bertentangan dengan UU/sistem sosial yg berlaku.

Kalau dicermati, Radikalisme adalah masalah politik bukan  Agama. Demikian kata “Radikal” yang dikenalkan oleh Charles James Fox tahun 1797 ketika menyerukan “Reformasi Radikal” sistem pemerintahan di Britania Raya (Inggris) dalam revolusi parlemen Inggris ketika itu.

Jadi sudah cukup jelas apa itu Radikalisme, lalu kalau dikaitkan dengan Pemerintah saat ini yang akan  membasmi Radikalisme, mana ada unsur unsur seperti itu ? Siapa, kapan, dimana, bagaimana Radikal yg dilakukan ? Apa taat pada agama itu radikal ? Tidak. Justru taat pada agama itulah Pancasilais sesuai sila pertama. Taat pada agama itu Nasionalis (ciri bangsa Indonesia) sesuai perintah UUD45. Dasar NKRI itu Tauhid (Tuhan Yang Maha Esa) pasal 29 ayat 1. Jiwa bangsa Indonesia itu taat beragama dengan dasar UUD 45 pasal 28E dan pasal 29 ayat 2.

Tetapi kita lihat hari hari pertama Kabinet Indonesia Maju,  beberapa Menteri tergopoh gopoh mau membasmi Radikalisme, sehingga Menteri Agama melarang cadar, celana diatas mata kaki, doa bahasa Arab jelas ini kalo dikaitkan dengan radikal adalah tuduhan yang salah alamat. Semua yang dilarang tersebut merupakan syariat Islam dan ada dalam berbagai Kitab Agama Islam. Dienul Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh Imam Mazhab dalam dunia Islam.

Sangatlah disesalkan jika Menag tidak membaca berbagai Syariat ini. Islam itu agama sangat lengkap, detil dikagumi para ilmuwan sedunia. Saat ini mereka simpulkan bahwa Islam bukan hanya agama paripurna tapi juga sebuah peradaban baru yang komplit.

Masalah pakaian utk pria dan wanita Muslimpun diatur. Bagi muslimin pakaiannya tidak menutup mata kaki. Bagi Muslimat ada hijab ada jilbab dan termasuk cadar bahkan penjelasan Tafsir Depag nomor 690 sangat tegas.

Contoh, dalil pakaian orang Mu’min tidak menutup mata kaki. (Hadits Bukhori 5341, Abu Daud 543 3562, 4084 dan lain, dan masiih banyak lagi.

Tentang cadar bagi Muslimat, ada di Hadits Bukhori,  Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Karena itu para imam mazhab Hanafi Hambali Maliki Syafii lebih mewajibkannya, antara lain :

Imam Hanafi di Kitab Akaddurul Mukhtar halaman 188-189 dan

Albahr Arrooiq 284.

Imam Maliki di Kitab Ahkamul Quran 3/1579, Tafsir Qurtubi 12/229 Mawahib Jalil 499 Hasyiyyah Ala Azzarqooni 176.

Imam Syafii dalam

Kitab Hasyiyah Assarwani Ala Tuhfatul Muhtaaj 2/112, Hasyiatul jamal Ala Syarh AlMinhaj 411, Fathul Qorib 19,

Hasyiyah Ibnu Qosim 3/115, dan Kifayatul Ahyar 181.

Imam Hambali di Kitab Zadul Masir 6/31, Roydhul Murbi’ 140, Al Furu’ 601 602 dan Kasyful Qanaa’ 309 dan lain lain.

Juga bisa baca

Asbabunuzul Surat Annur 31 Aisyah, cari kain apa saja utk berkerudung dan penutup dada leher mereka. (Hadits riwayat Imam Bukhory 4759).

Jadi kita harus hati hati dalam masalah Agama ini,  karena akan dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat kelak, bahkan di Pengadilan Dunia dan pasti Mahkamah Akhirat.

Apalagi jadi penguasa, jangan jadikan Agama ikuti selera penguasa tapi jadilah penguasa yang taat Agama mayoritas rakyat Indonesia, pasti akan selamat di Dunia dan Akhirat.

(Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos