728 x 90

Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah Digdoyo (Pengurus Pusat MUI) :

Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah Digdoyo (Pengurus Pusat MUI) :

TAK ADA RADIKAL ISLAM, ITU HANYA ILUSI REZIM YANG GAGAL Fitnah keji yang dilancarkan Menteri Agama Fachrul Razi dengan tuduhan bahwa umat Islam dan para ulamanya adalah gudangnya para radikalis, tentu saja sangat melukai hati umat Islam Indonesia yg mayoritas namun selalu tertindas. Fitnah keji yang dilontarkan murid Jenderal LB Moerdani dan shohib Jenderal LB

TAK ADA RADIKAL ISLAM, ITU HANYA ILUSI REZIM YANG GAGAL

Fitnah keji yang dilancarkan Menteri Agama Fachrul Razi dengan tuduhan bahwa umat Islam dan para ulamanya adalah gudangnya para radikalis, tentu saja sangat melukai hati umat Islam Indonesia yg mayoritas namun selalu tertindas.

Fitnah keji yang dilontarkan murid Jenderal LB Moerdani dan shohib Jenderal LB Panjaitan itu, memang sengaja ditujukan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan ekonomi yang berakibat fatal dengan menyengsarakan rakyat selama 5 tahun rezim “semi diktator” Jokowi berkuasa.

Berikut ini tanggapan keras dari Pengurus Pusat MUI, Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah Digdoyo atas fitnah keji dari Menag terhadap umat Islam Indonesia dan pada ulamnya tersebut :

 

Di Indonesia tidak ada Radikal Islam, yang muncul justru Radikal Liberal Sekuler Pluralisme (Sepilis), Radikal KKN, Radikal Hutang penuh Riba dan Radikal Penguasa. Semua Radikal itu pasti akan menghancurkan NKRI, yang selama ini dijaga keutuhannya oleh umat Islam Indonesia dan para ulamanya.

Itulah Radikal yang sesungguhnya, yang anti Pancasila dan akan merusak NKRI, karena faham Sepilis, KKN dan  pembangunan berbasis Riba, sangat bertentangan dengan nilai nilai Pancasila yang telah menjadi Fatwa MUI sejak tahun 2005 lalu.

Namun kenapa faham Sepilis tumbuh subur di Rezim Jokowi ini, padahal Wapresnya saat ini ulama bahkan masih merangkap Ketua Umum MUI ?

Pernyataan paling Sekuler dan paling Liberal justru bersumber dari mulut Menag, yang menilai Cadar dan pakaian diatas mata kaki sebagai benih subur Radikalisme Islam.

Sedangkan pernyataan paling Liberal dan Atheis datang dari mulut oknum pengurus PDIP dan PSI yang tidak percaya dengan Akhirat, Anti Agama dan anti segala yang berbau Syariah.

Kemudian Radikal KKN menggila. Padahal tujuan utama Reformasi adalah membasmi KKN. Lalu Radikal Hutang dan Riba dimana juga menggila, dimana hutang Indonesia sudah kelewat batas dengan Riba yang mencekik serta makin menyengsarakan rakyat.

Janji Alloh Swt pasti, yang melakukan Riba tidak akan sejahtera, dan ini sudah terbukti dimana kini rakyat makin menderita, jumlah rakyat miskin terus bertambah. Laporan dari berbagai sumber terpercaya menyebutkan, lebih dari 22 juta rakyat Indonesia miskin dan kelaparan, belum lagi di bidang kesehatan dan lain lain.

Inilah potret Radikal-Radikal yg sesungguhnya, yg harus dan wajib dibasmi, bukan Radikal Islam, sebab tidak ada itu Radikal Islam. Fitnah terhadap  umat Islam itu hanyalah ilusi dan fatamorgana dari rezim penguasa yang gagal membangun Indonesia selama 5 tahun berkuasa, sehingga mencoba menuduh dan menyalahkan pihak lain terutama umat Islam dan para ulamanya sebagai Radikal.

(Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos