728 x 90

Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah : (Pengurus MUI Pusat)

Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah : (Pengurus MUI Pusat)

AKSI 212 FENOMENAL BERNILAI JIHAD BERPAHALA SYUHADA TANPA DIHISAB Sekarang sedang viral di media sosial, umat Islam Indonesia akan kembali mengelar Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 nanti di Monas, Jakarta. Demo jutaan umat Islam itu terjadi setelah Gubernur Ahok menghina kesucian Al Qur’an, namun rezim Jokowi berusaha melindunginya sehingga aparat penegak hukum kelihatan

AKSI 212 FENOMENAL BERNILAI JIHAD BERPAHALA SYUHADA TANPA DIHISAB

Sekarang sedang viral di media sosial, umat Islam Indonesia akan kembali mengelar Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 nanti di Monas, Jakarta. Demo jutaan umat Islam itu terjadi setelah Gubernur Ahok menghina kesucian Al Qur’an, namun rezim Jokowi berusaha melindunginya sehingga aparat penegak hukum kelihatan impoten. Namun setelah jutaan umat Islam demo di Monas, akhirnya aparat baru sadar sehingga dengan berat hati terpaksa memproses hukum dan akhirnya hanya dikenakan hukuman 2 tahun penjara, padahal seharusnya hukuman maksimal 5 tahun penjara seperti kasus Arswendo Atmowiloto pada zaman Orde Baru lalu. Berikut ini tanggapan salah seorang pimpinan MUI yg juga purnawirawan Jenderal Polisi yg cukup kritis terhadap rezim yg hobinya mengkriminalisasi ulama tersebut : Aksi 212 pada 2 Desember 2016 dengan 7.000.000 smassa di Monas Jakarta itu sangat fenomenal. Karena mempesona dunia sebagai demonstrasi terbesar abad ini, dimana kata media dunia sebagai demo yg indah tertib dan bersih. Bahkan digambarkan media massa dunia, dimana rumputpun tiada yg rusak. Sedangkan alm KH Hasyim Muzadi mengatakan, dengan bersih dan rapi itu, maka ribuan Malaikat ikut turun menyaksikan demo akbar tersebut. Lebih dari itu, tujuan aksi telah tercapai yaitu berhasil penjarakan Ahok, penista Al Qur’an. Aksi 212 dan semua aksi umat Islam yang menuntut keadilan merupakan jihad fii sabilillah yg berpahala syahid, sebagai syuhada di akhirat sejak dari alam barzaah, makhsyar sampai masuk jannah tanpa hisab. Demikian lquar biasa dahsyatnya jihad dan pahala syuhada, maka menjadi cita-cita tertinggi setiap orang beriman dan sholeh sejak era nubuwah sampai hari akhir kelak. Sedangkan Reuni 212 pada 2018 lalu lebih fenomenal, dimana dalam perhitungan Google jumlahnya mencapai 14.000.000 massa dan sangat dikagumi dunia. Konon ratusan ribu warga Eropa bersyahadat menjadi muallaf setelah menyaksikan Reuni 212 tersebut. Kita lawan lupa, sebelum ada aksi 212 ada aksi 411, sandi dari aksi 4 November 2016, yg menuntut Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Kebetulan sebagai Senior Polri, saya diundang ke Mabes Polri untuk berdiskusi masalah Ahok. Saya tegaskan, penistaan Ahok terhadap Islam ini sangat berat, dimana dia bilang bahwa Al Qur’an menipu, sungguh ini sangat berat. Saya bandingkan dengan kasus Permadi yang saya proses dulu tergolong ringan, dimana Permadi cuma bilang bahwa dirinya tidak beragama. Permadi bisa saya pidanakan, apalagi Ahok sungguh berat kasusnya. Aksi 411 juga diabadikan oleh masyarakat Eropa, yaitu pada 4 Nopember 2018 tahun lalu, Peradilan HAM Eropa yaitu IFHHR (Inegrity For Humanitarian and Human Right) menetapkan bahwa menghina Nabi Muhammad Saw, menghina Islam, bukan lagi masuk kategori kebebasan berekspresi, tetapi masuk kategori Perbuatan Pidana. Itulah hikmah dari berbagai aksi umat Islam yg konstitusional, penuh kedamaian tetapi tujuan tercapai sekaligus mengharumkan nama Islam dan NKRI dimata dunia. Aksi 411, aksi 212 dan aksi lainnya adalah Jihad Fii Sabilillah, kalau wafat karena kelelahan (Muttum) atau terbunuh karena sesuatu hal (Auqutiltum), maka dapat pahala sebagai Syuhada. (QS. Ali Imron ayat 157): ولئن قتلتم فى سبيل الله أو متم لمغفرة من الله ورحمة خير مما يجمعون ٱلى عمران ١٥٧ Artinya: Jika kalian terbunuh dalam aksi aksi di jalan Alloh atau wafat karena kelelahan, ketahuilah ampunan Alloh dan rahmat-Nya lebih baik daripada hartamu yg kalian kumpulkan berpuluh tahun lamanya”. Jihad kita masih panjang. Pasca kasus Ahok, penistaan Agama Islam tidaklah surut, malah seperti ada pembiaran oleh aparat. Maka Reuni 212 yang tinggal beberapa hari lagi ini, harus sukses sebagai ladang jihad dan amal sholeh kita. Kematian memang Takdir. Menjadi Syuhada itu pilihan. (Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos