728 x 90

Aneh Kalau Ada Ketua MUI Ikut-Ikutan Mencurigai Umat Islam Indonesia

Aneh Kalau Ada Ketua MUI Ikut-Ikutan Mencurigai Umat Islam Indonesia

Jakarta, Djakartatoday.com Meski telah menjabat Wakil Presiden RI, namun KH Ma’ruf Amin (76) tetap nekat mempertahankan kursinya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2020 nanti. Namun yg lebih mengherankan lagi adalah, setelah menduduki kursi empuk RI-2, KH Ma’ruf Amin seperti kehilangan identitasnya sebagai seorang ulama warasatul anbiya’, ulama khoir

Jakarta, Djakartatoday.com

Meski telah menjabat Wakil Presiden RI, namun KH Ma’ruf Amin (76) tetap nekat mempertahankan kursinya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2020 nanti.

Namun yg lebih mengherankan lagi adalah, setelah menduduki kursi empuk RI-2, KH Ma’ruf Amin seperti kehilangan identitasnya sebagai seorang ulama warasatul anbiya’, ulama khoir pewaris para Nabi.

Baru-baru ini viral di Medsos, KH Ma’ruf Amin telah meminta aparat Kepolisian agar mengawasi Masjid-Masjid yg menebarkan faham kebencian.

Hal itu disampaikan KH Ma’ruf Amin ketika membuka acara Festival Tajug di Keraton Kasunanan Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11) lalu.

Berikut ini tanggapan mantan Jenderal Polisi sekaligus Ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (BAKORPA), Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah Digdoyo kepada Abdul Halim dari media online

Djakartatoday.com :

Pernyataan Wapres KH Ma’ruf Amin supaya Polisi dan Pemda mengawasi Masjid Masjid yang menebarkan faham kebencian itu maksudnya apa ? Aneh, dia kan Ketua MUI yg tahu persis dalamnya umat Islam Indonesia. Dia seharusnya berkata jujur bahwa tidak ada Masjid yang menebarkan faham kebencian.

Kalau saya amati, setelah menduduki kursi empuk Wapres, statemen dia selalu berubah-ubah dan ini berbahaya.

Misalnya, sebelum jadi Wapres, dengan tegas dia mengatakan BPJS haram hukumnya. Tetapi setelah menjadi Wapres, dia mengatakan BPJS itu halal ta’awun. Taawun itu maksudnya alal birri wa taqwa, bukan alal istmi wal udwan, apalagi wal haram ?

Sekarang Wapres KH Ma’ruf Amin meminta Polisi mengawasi Masjid Masjid di seluruh Indonesia yg menebarkan faham kebencian. Kok jadinya terbalik 180 derajat dengan ikut-ikutan menuduh serta memojokkan umat Islam, padahal dia tahu banyak tentang umat Islam Indonesia yg dikenal toleran, moderat apalagi menebarkan faham kebencian.

Adapun yang ada adalah umat Islam akan selalu mengingatkan Pemerintah agar tidak keberatan hutang, agar tidak memasukkan semua barang impor dan tenaga kerja asing dari Cina, sehingga perusahaan perusahaan home industri kita sama mati sekarat, sehingga menyebabkan angkatan kerja kita jadi pengangguran dan kita menjadi negara termiskin di Asia, sementara jutaan tenaga kerja asing terus didatangkan dari Cina secara besar-besaran sehingga sangat menghawatirkan masa depan NKRI dan Pancasila.

Apa yg salah jika kita mengingatkan Pemerintah seperti itu, malah dituduh menebarkan faham kebencian ?

Sekali lagi saya mengingatkan, sekarang yang terjadi adalah justru meningkatnya Islamopobia dan penistaan terhadap Agama Islam di Indobesia yg mayoritas mutlak Muslim ini, tetapi seperti sengaja dibiarkan oleh pihak Kepolisian, padahal itu bukan Delik Aduan sehingga Kepolisian bisa langsung memproses secara hukum.

Bahkan yang sudah dilaporkanpun, pihak Kepolisian enggan memprosesnya. Sehingga banyak kasus Penistaan Agama Islam yg dibiarkan mangkrak oleh Kepolisian.

Wapres KH Ma’ruf Amin semestinya mendorong Kepolisian sigap dalam memproses hukum berbagai kasus Penistaan Agama, bukan malah menuduh umat Islam Radikal dan Masjid-Masjid menyebarkan faham kebencian tetapi tanpa bukti yg otentik, sehingga menjadi fitnah di masyarakat.

(Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos