728 x 90

Bersama BAZNAS, 50 Penyandang Disabilitas Mendaki Gunung Salak

Bersama BAZNAS, 50 Penyandang Disabilitas Mendaki Gunung Salak

Jakarta, Djakartatoday.com Meski mereka para penyandang disabilitas termasuk tuna netra, namun ternyata tidak kalah dengan yg normal. Terbukti mereka mampu mendaki Gunung Salak di Jawa Barat, padahal medannya cukup berat. Sebanyak 50 penyandang disabilitas melakukan kegiatan mendaki Gunung Salak, Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (31/11- 1/12) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kegiatan ini dalam rangka

Jakarta, Djakartatoday.com

Meski mereka para penyandang disabilitas termasuk tuna netra, namun ternyata tidak kalah dengan yg normal. Terbukti mereka mampu mendaki Gunung Salak di Jawa Barat, padahal medannya cukup berat.

Sebanyak 50 penyandang disabilitas melakukan kegiatan mendaki Gunung Salak, Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (31/11- 1/12) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Relawan Garis Depan (Korgad).

Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan, para sahabat disabilitas ini memiliki berbagai keunggulan pada banyak bidang yang tak diragukan. Hari ini mereka berkumpul untuk mengasah hobi kecintaan kepada alam dan saling bertukar pikiran untuk masa depan.

“BAZNAS bangga dan berterima kasih dapat bergabung dalam kegiatan ini. BAZNAS selalu mendukung upaya para sahabat disabilitas dalam berkarya dan mengukir prestasi,” katanya.

Dalam kegiatan ini, para peserta bersama-sama menaiki gunung untuk melakukan serangkaian kegiatan berupa kemah bersama, permainan motivasi, sarasehan dan diskusi membangun disabilitas tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan serta lomba Lintas Alam Tuna Netra. Selain itu, para sahabat penyandang disabilitas ini juga melakukan pembacaan Ikrar Melestarikan Lingkungan Hidup.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Tempat Kegiatan Kawasan Wisata Halimun Salak, Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu disabilitas, hak-hak fundamental para penyandang disabilitas dan integrasi para penyandang disabilitas di dalam setiap aspek kehidupan utama seperti aspek sosial, politik, ekonomi dan status budaya masyarakat mereka.

Peringatan ini memperluas kesempatan untuk menginisialisasi tindakan untuk mencapai tujuan kesetaraan hak asasi manusia dan kontribusi dalam masyarakat dari penyandang disabilitas, yang diluncurkan oleh Program Dunia Aksi untuk para Penyandang Disabilitas, dideklarasikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1982.

Sekitar 15% dari jumlah penduduk dunia merupakan penyandang disabilitas. WHO mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas hidup bagi para penyandang disabilitas melalui upaya nasional, regional dan global dan meningkatkan kesadaran tentang besar serta dampaknya.

Tanggal 3 Deseember ditetapkan PBB sebagai Hari Penyandang Cacat Sedunia, yang kemudian sesuai dengan Ratifikasi Konvensi Hak Penyandang Disabilitas, maka istilah penyandang cacat diganti dengan istilah penyandang disabilitas.

Pencanangan ini merupakan bentuk penghargaan Majelis Umum PBB terhadap jasa, peran dan kemampuan para penyandang disabilitas dan momentum bagi masyarakat internasional untuk memperhatikan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para penyandang disabilitas. Mereka yang tidak mampu melakukan seluruh atau sebagian dari aktifitas normal kehidupan pribadi atau sosial lantaran mengalami kelainan tubuh atau mental bisa digolongan sebagai penyandang disabilitas.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos