728 x 90

JANGAN BENCI KHILAFAH, TETAPI BENCILAH ATHEISME, SEKULARISME, LIBERALISME & KOMUNISME

JANGAN BENCI KHILAFAH, TETAPI BENCILAH ATHEISME, SEKULARISME, LIBERALISME & KOMUNISME

Rezim dholim yg sedang berkuasa sekarang ini memang aneh bin ajaib dan pura pura tutup mata dan telinga terhadap bahata laten Komunisme dan Sepilisme (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) terhadap bangsa dan negara. Betapa tidak, Komunisme, Atheisme, Marxisme, Maoisme, Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme tidak pernah dipersoalkan, padahal sudah jadi ancaman nyata bagi eksistensi NKRI, Pancasila, Bhineka

Rezim dholim yg sedang berkuasa sekarang ini memang aneh bin ajaib dan pura pura tutup mata dan telinga terhadap bahata laten Komunisme dan Sepilisme (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) terhadap bangsa dan negara.

Betapa tidak, Komunisme, Atheisme, Marxisme, Maoisme, Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme tidak pernah dipersoalkan, padahal sudah jadi ancaman nyata bagi eksistensi NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Sedangkan Khilafah terus disuarakan sebagai musuh bersama dan ancanan nyata bagi bangsa dan negara. Padahal Khilafah merupakan ajaran Islam dan mustahil bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan Komunisme dan PKI sudah terbukti ingin membunuh Pancasila dan menganti dasar negara dengan Komunis.

Maka tidaklah mengherankan jika sekarang sedang ramai di media massa tentang pro kontra Khilafah. Bahkan Mendagri menunda ijin perpanjangan FPI karena pada AD/ART nya ada frasa Islam Kaffah dan Khilafah, dimana itu dinilai menjadi ancaman bagi Pancasila dan UUD 1945.

Bahkan ada seorang Menteri Kabinet, saking bencinya pada Khilafah, sampai melarang mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw tentang Khilafah.

Berikut ini tanggapan Pengurus MUI Pusat, Irjen Pol (Purn) KH Anton Tabah Digdoyo, seputar persoalan Khilafah di Indonesia :

Jelas salah, jika menganggap Islam Kaffah dan Khilafah menjadi ancaman bagi NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Sebab mengimani ajaran akidah Islamiyah harus dilakukan walau pada prakteknya belum bisa dilaksanakan sesuai petunjuk Alloh Swt dan Rosul-Nya karena hukum positif yang berbeda. Seperti hukum mencuri atau korupsi dengan potong tangan misalnya.

Jadi tak perlu benci atau takut dengan Khilafah. Khilafah merupakan bagian dari akidah Syar’iyah seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji, Imamah, Faroid, Thoharoh dll. Karena itu di dalam Al Qur’an ada tentang Khilafah.

Bahkan dijabarkan oleh Nabi Saw, sehingga di berbagai Hadits dan juga pada emam buku Hadits besar / Kutubusittah, selalu ada bab “Kitabul Khilafah” yg membahas tentang : Tata cara memilih dan mentaati atau tidak mentaati pemimpin dan sebagainya.

Bukan seperti yang difahami, dikiranya Khilafah itu membela negara lain. Jelas sama sekali tidak seperti itu. Umat Islam tegas sangat cinta pada negaranya, maka ada ajaran hikmah “hubbul wathon minal iman”.

Umat Islam juga tegas melarang WNI memiliki Dwi Kewarga Negaraan (DKN). Tetapi rezim ini konon malah persiapkan RUU DKN untuk rakyat Cina yg akan menjadi WNI ….??

Khilafah tak perlu ditakuti apalagi dibenci. Adapun yang perlu dibenci itu adalah Komunis, Sekuler, Liberalis dan Atheis yang jadi ancaman nyata bagi NKRI dan ini bukan persepsi tetapi fakta.

Sesuai dengan Fatwa MUI pada Juli 2005, dengan tegas disebutkan bahwa Sekuler, Liberal, Pluralis, Atheis dan Komunis adalah kontra Pancasila, sehingga menjadi ancaman terhadap NKRI, sehingga harus terus dibasmi dan diwaspadai oleh penguasa, bukan malah mengawasi umat Islam di Masjid dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Ancaman nyata saat ini adalah Komunisme, Radikal Sekuler dan Radikal Liberal.

Sementara itu segalanya harus dari Cina, sehingga berjuta juta ton beras di Bulog yg tak busuk harus dimusnahkan, karena segalanya harus datang dari Cina ?

Kebijakan pembangunan dominan untuk Cina seperti membuka lapangan kerja untuk jutaan TKA dari Cina, maka akibatnya pengangguran kita meningkat, juga penyelundupan Narkoba ribuan ton dari Cina akan merusak moral bangsa.

Seharusnya berbagai masalah krusial ini yg jadi fokus perhatian Presiden dan Wapres yang juga Ketua MUI dan Wamenag yang juga Waketum MUI, bukan malah mengobok-obok dan menfitnah umat Islam Indonesia.

Wapres dan Wamenag jelas tahu persis umat Islam Indonesia sangatlah toleran, bukan malah mencurigai umat Islam. Bahkan PAUD pun dibilang Radikal tanpa fakta dan data yg shohih, padahal anak anak santri PAUD itu baru belajar nyanyi dan main. Jelas ini fitnah keji dan benar benar tuduhan sangat konyol.

Jangankan umat dan rakyat, Pengurus MUI saja bingung dengan rezim yang sangat anti Islam ini. Sangat ironis, justru ini terjadi ketika Ketum MUI jadi Wapres dan Waketum MUI jadi Wamenag.

(Abdul Halim/R)

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Suroto
    December 4, 2019, 1:21 am

    Semua ada waktunya. Coba ingat tahun 59-65. Akhirnya datang g30s PKI. Umat yang 1960-1965 yang sedang mesra dalam nasakom dikejutkan terbunuhnya para jendral, bahkan kawan setia yang di Banyuwangi dibantai juga oleh sahabatnya. Barulah terkejut dan sadar.kita dioerintah berkadih sayang dengan saudara sesama muslim dan bersifat keras dg kafir, tapi apa yang terjadi dimasyarakat indonesia saat ini?

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos