728 x 90

Dorong Ekonomi Umat Islam, BAZNAS Pusat dan BAZNAS DKI Jakarta Kerjasama Kembangkan 500 Warung Zmart

Dorong Ekonomi Umat Islam, BAZNAS Pusat dan BAZNAS DKI Jakarta Kerjasama Kembangkan 500 Warung Zmart

Jakarta, Djakartatoday.com Meski jumlah umat Islam Indonesia mayoritas mutlak 87,5 persen, namun secara perekonomian masih tertinggal jauh dari umat lainnya. Dari 10 orang terkaya di negara ini, hanya 1 pribumi Muslim, selebihnya non Muslim. Untuk itu penguatan ekonomi umat Islam Indonesia wajib dilakukan termasuk melalui pendirian warung retail, Zmart di seluruh Indonesia. Maka tidaklah mengherankan

Jakarta, Djakartatoday.com

Meski jumlah umat Islam Indonesia mayoritas mutlak 87,5 persen, namun secara perekonomian masih tertinggal jauh dari umat lainnya.

Dari 10 orang terkaya di negara ini, hanya 1 pribumi Muslim, selebihnya non Muslim. Untuk itu penguatan ekonomi umat Islam Indonesia wajib dilakukan termasuk melalui pendirian warung retail, Zmart di seluruh Indonesia.

Maka tidaklah mengherankan jika Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat bekerjasama dengan BAZNAS DKI Jakarta mengembangkan 500 warung Zmart di wilayah ibukota Jakarta. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan program pemberdayaan ekonomi mustahik ini dilaksanakan di Kantor BAZNAS Pusat di Jakarta, Kamis (12/12).

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Dr. Irfan Syauqi Beik, Ketua BAZNAS BAZIS DKI, Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah MA, Wakil Ketua II BAZNAS DKI, Ir. Saat Suharto Amjad serta Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS Pusat, Dr. Ajat Sudrajat.

Sementara itu Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Irfan Syauqi Beik mengatakan, BAZNAS Pusat dan BAZNAS DKI Jakarta sepakat untuk bekerjasama dalam penentuan mustahik, pembiayaan program dan kegiatan pendampingan.

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS akan melakukan pendampingan dan pelatihan sistem aplikasi Zmart yang dapat digunakan oleh para penerima manfaat. Sementara BAZNAS DKI akan memberikan bantuan modal, perlengkapan dagang, renovasi dan branding warung senilai Rp 5 Milyar untuk 500 warung Mustahik.

Ia menambahkan, Program Zmart diharapkan menjadi langkah awal untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku usaha yang kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan usahanya lewat bantuan BAZNAS.

“Kedepannya, Zmart akan diarahkan menjadi sebuah marketplace atau etalase untuk semua produk yang dihasilkan oleh mustahik penerima manfaat program BAZNAS. Zmart juga akan menjadi sebuah pusat branding, marketing, selling, dan developing bagi produk-produk mustahik,” jelasnya.

Saat ini BAZNAS mendampingi 112 orang Saudagar Zmart, yang terbagi dalam 10 kelompok di wilayah DKI Jakarta. Kelompok yang ada didampingi secara intensif oleh dua orang pendamping Zmart dengan mekanisme pertemuan rutin kelompok dan kunjungan personal ke Saudagar Zmart.

Menurut Dr Ajat Sudrajat, hingga awal Desember 2019 ini sedang dalam proses assessment penerima manfaat Zmart di Kabupaten Garut, Indramayu, dan Kota Bandung dengan target masing-masing 50 penerima manfaat. Pada pemberian bantuan Zmart di Kabupaten Garut, Indramayu, dan Kota Bandung tersebut, LPEM bekerja sama juga dengan BAZNAS Kabupaten terkait serta BAZNAS Provinsi Jawa Barat.

Saat ini LPEM BAZNAS memiliki 23 kelompok binaan yang tersebar di berbagai wilayah. Hingga November 2019, BAZNAS telah melakukan penyaluran bantuan kepada 349 penerima manfaat program Zmart yang tersebar di 5 Provinsi dan 17 kota/kabupaten.

Sementara itu Ketua BAZNAS DKI, Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah MA mengatakan sangat menyambut positif dengan terjalinnya perjanjian kerjasama ini.

“Alhamduliĺlah, BAZNAS DKI sangat mendukung program Zmart. Ada tiga alasan utama, yang pertama sasarannya tepat karena yang masuk program ini adalah mereka yang masuk dalam kategori dhuafa. Yang kedua mereka sudah lama berkecimpung di bidang yang sama, sehingga tidak akan banyak kendala dengan adaptasi program.Terakhir, karena Zmart dilakukan di kampung, maka akan lebih banyak masyarakat yang merasakan, sehingga akan semakin banyak orang menerima berkah zakat dan sedekah. Tentunya hal ini akan sangat terasa untuk mengurangi angka kemiskinan,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta mengatakan kerjasama ini untuk menyatukan visi mengembangkan usaha ritel mikro dalam program pemberdayaan Zmart. Melalui Zmart, pendapatan penerima manfaat dapat meningkat dengan membangun sistem mata pencaharian yang berkelanjutan.

“Program Zmart memberdayakan masyarakat melalui komunitas dengan mengintegrasikan dakwah dan ekonomi serta berupaya meningkatkan derajat penerima manfaat program dari mustahik menjadi potensial muzaki,” jelasnya.

Selain itu, Program Zmart ini berangkat dari komitmen BAZNAS untuk memberdayakan ekonomi Mustahik agar dapat tumbuh dan berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar ritel modern. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban dengan syariat zakat.

“BAZNAS sebagai badan zakat yang juga bertanggung jawab untuk melakukan pendistribusian zakat terus melakukan langkah inovasi. Zmart menjadi salah satu program untuk membantu mengatasi kemiskinan khususnya di wilayah perkotaan,” katanya.

BAZNAS Pusat dan BAZNAS DKI juga menandatangai kerjasama pemasaran produk madu binaan Lembaga Program BAZNAS Microfinance Desa. Madu ini akan digunakan oleh BAZNAS DKI Jakarta dalam program Basuma (Bagi Susu Madu), untuk meningkatkan gizi anak dari kalangan dhuafa.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos