728 x 90

BAZNAS Buka Sekolah Bagi 42 Petani Organik dengan Luas Sawah 31 Hektar di Serang Banten

BAZNAS Buka Sekolah Bagi 42 Petani Organik dengan Luas Sawah 31 Hektar di Serang Banten

Serang, Djakartatoday.Com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka sekolah bagi petani organik untuk pertanian berkelanjutan di Desa Kareo panjang, Kel.Sukamanah, Kec.Baros, Kab.Serang, Banten, Jumat (13/12). Diinisiasi oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, sekolah petani organik ini merupakan pengembangan dari Program Lumbung Pangan 2019, yang ditujukan kepada seluruh mitra peserta program. Mitra peserta program berasal

Serang, Djakartatoday.Com

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka sekolah bagi petani organik untuk pertanian berkelanjutan di Desa Kareo panjang, Kel.Sukamanah, Kec.Baros, Kab.Serang, Banten, Jumat (13/12).

Diinisiasi oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, sekolah petani organik ini merupakan pengembangan dari Program Lumbung Pangan 2019, yang ditujukan kepada seluruh mitra peserta program.

Mitra peserta program berasal dari hasil assessment yang diperoleh dari 3 lokasi, yakni Kelompok Tani Sumber Rezeki di Kecamatan Padarincang yang beranggotakan 10 orang dengan lahan seluas 6 hektar. Kemudian Kelompok Tani Cahaya Tani di Kecamatan Baros beranggotakan 20 orang dengan lahan seluas 15 hektar. Dan terakhir Kelompok Tani Jawara Tani di Kecamatan Pamarayan beranggotakan 12 orang dengan lahan seluas 10 hektar.

Sementara itu Kepala LPEM BAZNAS, Dr Ajat Sudarjat mengatakan, kegiatan pembukaan sekolah tani ini bertujuan untuk membuka mindset dan pengetahuan tentang cara budidaya pertanian khususnya dalam hal pertanian organik.

“Sekolah Tani merupakan bagian dari Program Lumbung Pangan BAZNAS yang fokus pada pemberdayaan petani untuk meningkatkan kualitas produksi, membuka jaringan pasar, dan meningkatkan harga jual. Dengan fokus ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ajat menjelaskan, nantinya kegiatan sekolah tani organik ini akan dibagi dalam dua bentuk kegiatan, yaitu pemberian teori yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan.

“Target dari pelaksanaan sekolah pertanian organik ini adalah meningkatkan dan memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan kualitas produk pertanian, dan meningkatkan pendapatan petani dengan menurunkan modal kerja,” ujarnya.

Digelar selama 2 hari, Kelompok Tani yang akan mengikuti sekolah Tani BAZNAS lebih dulu akan melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) sebelum menjalani sekolah tani. Para mitra peserta program akan dibimbing oleh tim ahli kegiatan pertanian organik sebagai mitra pelaksana program.

Dengan dilaksanakannya sekolah tani ini diharapakan dapat mengubah pola pikir petani mitra dari pertanian konvensional menjadi pertanian menuju organik yang sehat bagi petani, lingkungan, masyarakat, dan konsumen.

LPEM merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan keputusan Ketua BAZNAS Nomor 18 Tahun 2018 tanggal 29 Maret 2018 yang memiliki tugas dan fungsi untuk meningkatkan kualitas kehidupan dhuafa (mustahik) melalui pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, perkebunan dan kehutanan yang berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai pemberdayaan zakat dan menjadi salah satu elemen dasar untuk memenuhi visi BAZNAS.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos