728 x 90

Nadiem Makarim Jangan Asal Njeplak !

Nadiem Makarim Jangan Asal Njeplak !

Baru baru ini Mendikbud Nadiem Makarim menuduh ada sekolah yang mengajarkan “tepuk tangan pramuka, kafir”. Menurutnya, nilai itu menanamkan ajaran radikal sejak dini. Maka jika dibiarkan, candi borobudur pun bisa dihilangkan. Ya maklum saja, Mendikbud yang satu ini tidak faham masalah pendidikan apalagi pendidikan Islam, sehingga ngomongnya asal njeplak saja dengan menyebar fitnah terhadap umat

Baru baru ini Mendikbud Nadiem Makarim menuduh ada sekolah yang mengajarkan “tepuk tangan pramuka, kafir”. Menurutnya, nilai itu menanamkan ajaran radikal sejak dini. Maka jika dibiarkan, candi borobudur pun bisa dihilangkan.

Ya maklum saja, Mendikbud yang satu ini tidak faham masalah pendidikan apalagi pendidikan Islam, sehingga ngomongnya asal njeplak saja dengan menyebar fitnah terhadap umat Islam. Meski namanya berbau Islam, tapi jiwanya sekuler tulen.

Berikut ini komentar Pengurus MUI Pusat dan Ketua Penanggulangan Penodaan Agama, Irjen Pol Purn KH Anton Tabah Digdoyo kepada Djakartatoday.com :

Seorang pejabat tinggi apalagi setingkat Menteri, jangan asal ngomong apalagi menuduh sekolah menanamkan ajaran radikal sejak dini, bahkan memberi nama sangat provokatif “tepuk tangan pramuka kafir”. Padahal namanya sejak dulu adalah “tepuk tangan anak sholih”.

Mari kita simak secara utuh Tepuk Tangan Anak Sholeh tersebut:

Prok..prok..prok..!!
Aku, anak sholeh
Prok..prok..prok..!!
Rajin sholat rajin ngaji.
Prok..prok…prok..!!
Cinta Islam sampai mati.
Prok..prok..prok..!!
Siap bela NKRI !!
Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.
Islam, Islam yes !
Kafir, kafir no !

Jelas tepuk tangan anak sholeh ini sebuah peneguhan sikap diri sendiri pada iman akidahnya setelah berdoa: Rodhitu billahi robba wabil Islami diina.

Hal itu bukanlah ancaman terhadap orang lain yang berbeda agama !

Anak-anakku semua dari PAUD dan tepuk tangan anak sholeh sudah ada sejak dulu, bukan tepuk tangan pramuka kafir.

Anak-anakku kini telah tumbuh dewasa dan sangat toleran, sangat menghormati yg beda keyakinan dan beda agama. Maka jangan asal ngomong tanpa data dan fakta.

Apalagi tepuk tangan yel yel tersebut di dalam sekolah, jelas sarana melatih keteguhan iman dan akidah pada diri murid sejak dini, bukan untuk orang lain.

Sebagai contoh sebagai prajurit, kami di Lemdik-Lemdik ada yel-yel sambil bernyanyi :
“Kami prajurit NKRI selalu siap ke medan perang pantang pulang sebelum menang”.

Hal itu tak pernah ada masalah, karena kami lakukan di tempat dan saat yang tepat. Jika itu kami lakukan di depan rumah anda, boleh anda marah lalu menuduh kami mengumpat-umpat atau ngancam ngancam anda ?

Wahai Nadiem, bicaralah dengan data dan fakta serta dialoglah dengan para murid agar kaya wacana dan tak mudah menfitnah radikal radikul tanpa anda bisa membuktikannya. Ingat ! Polri saja sampai saat ini pusing tak tahu apa itu radikal ? Apalagi anda sendiri ?

Mungkin Kemendikbud dan MUI bisa merumuskan difinisi apa itu radikalisme ? Agar bangsa ini punya pedoman. Karena tuduhan dan fitnah radikal, hanya ditujukan ke umat Islam saja, sehingga sampai tokoh tokoh agama lain pun kasihan dengan umat Islam dan ini hanya gencar di era rezim Jokowi yg dikenal suka memproduksi kegaduhan dan hobinya adu domba antar masyarakat tersebut.

Bahkan rezim Jokowi tak bisa menjelaskan tentang makna radikal. Ingat, umat Islam sangat toleran bukan radikal. Itu hanya fitnah terhadap umat Islam Indonesia. (*)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos