728 x 90

Menteri Agama Menjiplak Strategi Partai Komunis China dalam Menindas Umat Islam Indonesia

Menteri Agama Menjiplak Strategi Partai Komunis China dalam Menindas Umat Islam Indonesia

Jakarta, Djakartatoday.com Penindasan secara biadab, kejam, brutal dan repressif terhadap umat Islam Uighur di Provinsi Turkistan Timur oleh Rezim Partai Komunis China (PKC), kelihatannya menginspirasi Menteri Agama, Fachrul Razi untuk menirunya meski dalam level yang lebih rendah. Terbukti begitu diperintahkan Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan “sapu bersih” terhadap faham radikal di Indonesia, Jenderal TNI asal

Jakarta, Djakartatoday.com

Penindasan secara biadab, kejam, brutal dan repressif terhadap umat Islam Uighur di Provinsi Turkistan Timur oleh Rezim Partai Komunis China (PKC), kelihatannya menginspirasi Menteri Agama, Fachrul Razi untuk menirunya meski dalam level yang lebih rendah.

Terbukti begitu diperintahkan Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan “sapu bersih” terhadap faham radikal di Indonesia, Jenderal TNI asal Aceh itu langsung menebar fitnah terhadap ulama dan umat Islam dengan menuduhnya sebagai radikal.

Untuk memuluskan strategi yang menjiplak PKC itu, Fachrul Razi langsung melarang celana cingkrang, hijab dengan penutup muka bagi Muslimah, melarang buku buku yang membicarakan sejarah perang dalam Islam, melarang buku buku yg membahas ajaran Khilafah dalam Islam, melakukan sertifikasi para dai, dan yang terakhir akan menseragamkan teks khutbah Jum’at di Masjid seluruh Indonesia.

Berikut ini tanggapan Pengurus MUI Pusat, Irjen Purn KH Anton Tabah atas langkah langkah Menteri Agama yang dikenal berfaham “radikal sekuler” tersebut :

“Masya’ Allah, ada apa lagi ini Kemenag, kok berwacana yang dungu seperti itu. Mosok khutbah diawasi teksnya akan dibuat dari Kemenag. Memanganya NKRI jadi negara komunis apa ?” kata Pengurus MUI Pusat, Irjen Purn KH Anton Tabah kepada Djakartatoday.com, Sabtu (25/1).

Beberapa waktu lalu, penguasa juga mengancam pelajar, mahasiswa, dan buruh agar tidak menggelar aksi. Yang berani demo akan di-DO, tidak diberi SKCK, hingga di-PHK.

“Aneh rezim Jokowi ini, kok jadi mirip negara komunis ? Zaman pak Harto yang dibilang otoriter saja tidak begini. Istilah Presiden adalah Pekerja Partai itu juga hanya ada di Negara Komunis. Apa NKRI ingin dijadikan Negara Komunis ?” tanya Anton Tabah.

Dia heran kenapa rezim Jokowi ini terlalu ikut campur dengan urusan agama masyarakat, apalagi itu hanya ke Islam saja, bukan agama lain.

“Ini tak sesuai omongan Menag (Fachrul Razi) di hari pertama, dimana dia bilang: “saya bukan menterinya yang beragama Islam”, lha kok jadi sedungu ini ?

Lihat pelajaran sejarah, sejarah perang dalam Islam dihapus dan menuduh umat Islam dan ulamanya radikal. Padahal sampai hari ini belum ada defenisi radikalisme, sampai Polisi pening soal apa yang bisa menjerat tentang radikalisme belum diketemukan,” tegas Ketua Badan Koordinasi Penanggulangan dan Penodaan Agama tersebut.

Jadi, menurut Anton Tabah, penguasa tidak perlu mengawasi Khatib apalagi buat teks khutbah segala. Jika ditemukan ada Khatib yang tak sesuai dengan ketentuan Syariah, masyarakat yang melakukan koreksi. Seperti yang dilakukan umat Islam terhadap pernyataan Menag yang tak mengikuti aturan Syar’i beberapa waktu lalu.

“UU yang mengatur kebebasan bicara menyampaikan pikirannya dimuka umum sudah lengkap dan detil. Juga di UUD 1945 dan Pancasila. Itu sudah cukup untuk dipedomani oleh masyarakat dan aparat,” tegas mantan Sespri Presiden Suharto tersebut.

Sementara itu Kementerian Agama Kota Bandung sebelumnya berencana mengatur teks Khutbah Jumat, namun dengan keras ditolak para ulama di Jawa Barat.

(Abdul Halim)

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Mammie suratmi
    February 1, 2020, 11:43 pm

    Ayat ini berbicara mengenai ancaman siksaan bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran dan berbuat zalim. Allah SWT berfirman:

    وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحاطَ بِهِمْ سُرادِقُها وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغاثُوا بِماءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرابُ وَساءَتْ مُرْتَفَقاً

    Wa qulil haqqu mir robbikum. Faman sya’a falyu’miw wa man sya’a falyakfur. Inna a‘tadna liz zholimina naron ahatho bihim surodiquha. Wa iy yastagitsu yughotsu bi ma’in kalmuhli yasywil wujuh. Bi’sas syarob. Wa saat murtafaqo

    Artinya:

    “Katakanlah (wahai Muhammad), kebenaran itu berasal dari Tuhan. Siapa yang ingin mempercayainya, silakan. Orang yang ingin mengingkarinya juga silakan. Kami (Allah) itu benar-benar sudah menyiapkan neraka untuk orang-orang zalim, yang gejolak apinya mengelilingi mereka. Apabila orang-orang zalim penghuni neraka itu meminta diberikan air minum, mereka akan disuguhi air bagaikan minyak keruh yang luar biasa panasnya, yang membakar muka mereka. Betapa buruk minuman yang disuguhkan kepada mereka! Neraka jahanam adalah tempat tinggal mereka yang buruk.” (QS: Al-Kahfi Ayat 29)

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos