728 x 90

PELAJAR SD ADA GRUB KONTEN TIDAK PANTAS

Melawi, djakartatodey.com.com – Perkembangan Dunia Maya khususnya Media Sosial semakin maju. Pengunanya juga bukan hanya kalangan orang dewasa saja, sekarang media sosial sudah digunakan seluruh kalangan masyarakat tidak mengenal usia baik tua, muda bahkan anak-anak. Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi, S.H., S.I.K ., M.H. melalui Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menyampaikan Baru-baru ini di

Melawi, djakartatodey.com.com – Perkembangan Dunia Maya khususnya Media Sosial semakin maju. Pengunanya juga bukan hanya kalangan orang dewasa saja, sekarang media sosial sudah digunakan seluruh kalangan masyarakat tidak mengenal usia baik tua, muda bahkan anak-anak.

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi, S.H., S.I.K ., M.H. melalui Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menyampaikan Baru-baru ini di dapat Informasi bahwa dikalangan pelajar sekolah dasar sudah ada grup-grup Whatsap yang berisi konten-konten yang tidak pantas.

“Saat mendapatkan informasi dari salah satu orang tua siswa sekolah dasar yang tidak mau disebutkan namanya, beliau menyampaikan kepada saya bahwa saat mengecek handpone anaknya menemukan sebuah grup WhatsApp yang berisi konten tak pantas”

“Menurut Keterangan anaknya bahwa grup tersebut awalnya adalah permintaan bergabung untuk Grup Game online, tetapi semakin lama admin grup itu sering mengirim poto dan video porno, grup WhatsApp tersebut diberi nama “Grup bagi bagi” terangnya.

“Kami juga menghimbau dan meminta para orangtua akan lebih selektif memberikan handphone kepada anak. Butuh pengawasan yang lebih terhadap anak bukan dalam arti mengekang anak tapi berikan pemahaman, pengetahuan secara perlahan. Batasi waktu pengunaan Handpone pada anak”.

Kami juga menghimbau orang tua untuk melakukan beberapa hal dalam pengawasan terhadap anak-anak dalam pengunaan Handpone

Pertama Mengaktifkan kontrol orang tua orang tua harus memasang fitur ‘kontrol orang tua’ pada handpone sebelum digunakan anak. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan handpone (gadget).

Kedua, Jangan berikan hanphone untuk kepada anak dengan sepenuhnya. Gunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan. Misalnya, kalau nanti ada apa-apa gadget akan diambil kembali.
Ketiga, Orang tua harus sering memantau aktivitas anak di handpone (gadget) dengan memeriksa bagian history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.

Keempat Batasi waktu penggunaan dan kelima Jangan biarkan anak bermain Handpone di kamar tidurnya sendiri karena orang tua tak bisa mengawasi anak dengan leluasa. Sebaiknya digunakan di ruangan yang lebih terbuka agar dapat diawasi. ( januar )

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos