728 x 90

MENTERI AGAMA NGOMONGNYA JANGAN ASAL NJEPLAK APALAGI MEMPROVOKASI UMMAT ISLAM

MENTERI AGAMA NGOMONGNYA  JANGAN ASAL NJEPLAK APALAGI MEMPROVOKASI UMMAT ISLAM

Entah Setan Jin jenis apa yang selama ini bersemayam di dalam diri Menteri Agama Fachrul Razi. Pasalnya, sejak menjabat Menteri Agama pada Oktober lalu, setiap berbicara selalu menyakiti hati dan perasaan ummat Islam yang mayoritas mutlak (87 persen) di negara Pancasila ini. Kasus terbaru adalah pernyataan Menteri Agama yang terkesan asal njeplak bahkan memprovokasi ummat

Entah Setan Jin jenis apa yang selama ini bersemayam di dalam diri Menteri Agama Fachrul Razi. Pasalnya, sejak menjabat Menteri Agama pada Oktober lalu, setiap berbicara selalu menyakiti hati dan perasaan ummat Islam yang mayoritas mutlak (87 persen) di negara Pancasila ini.

Kasus terbaru adalah pernyataan Menteri Agama yang terkesan asal njeplak bahkan memprovokasi ummat Islam, karena menganggap remeh penyerangan dan perusakan terhadap Masjid Al Hidayah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara oleh gerombolan ekstrimis fundamentalis radikalis dan teroris Kristen pada Rabu (29/1) lalu.

Dimana waktu itu Menteri Agama menyatakan :
“Sebetulnya kasus yang ada, kita bandingkanlah ya, rumah ibadah di Indonesia ada berapa juta sih ? Kalau ada kasus 1-2 itu kan sangat kecil.”

Berikut ini tanggapan keras dari Pengurus Pusat MUI dan Pengurus Pusat ICMI, Irjen Purn KH Anton Tabah Digdoyo seputar pernyataan asal njeplak dari Menteri Agama yang dikenal berfaham Radikal Sekuler tersebut :

Menteri Agama bijaklah kalau anda berbicara, merusak Masjid kok dianggap kecil … ? Apa minta besar-besaran ?
Saya kira tidaklah pantas seorang pejabat seperti Menag bicara seperti itu. Katanya mau melibas Radikalisme. Lha kasus Minahasa Utara ini jelas adalah “The Real Radicalism”.

Adapun perusakan seperti itu yang tidak dilakukan umat Islam, tetapi rezim ini malah menuduh umat Islam Radikal, tidak Toleran dan sebagainya. Rezim ini termasuk Menag terus mencari cari kelompok Radikal di Masjid Masjid dan tidak mungkin menemukannya.

Saya sendiri heran, KH Ma’ruf Amin setelah menjadi Wapres, mestinya bisa memediasi antara ummat beragama, tetapi rezim ini malah ikut-ikutan menuduh ummat Islam Radikal. Bahkan KH Ma’ruf Amin minta Polisi membuat satuan khusus untuk mengawasi Masjid Masjid di seluruh Indonesia. (Lawjustice.com.31/1/20).

Saya selama ini sangat akrab dengan ummat Islam dan Masjid Masjid. Sungguh tidak ada ummat Islam Indonesia yang Radikal apalagi Masjid Masjidnya juga Radikal.

Justru ummat Islam Indonesia dikenal sangat toleran dan menghormti agama lain, karena Islam punya ajaran:
“Laa ikrooha fiddin,
Lakum diinukum waliyaddin”

Karena itu sekecil apapun percikan api Radikal Intoleran, harus dipadamkan.
Jangan malah dikompori bahkan diprovokasi dengan kata kata konyol :
“Rumah ibadah di Indonesia itu banyak, kalau yang dirusak cuma satu dua itu keciiillll.” Jelas ini kata kata dungu bin tolol bin bodoh !!!!! Naudzubillah min dzalik.

(Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos