728 x 90

MENTERI AGAMA JANGAN BUAT KEGADUHAN DENGAN PULANGKAN WNI EXS ISIS KE INDONESIA

MENTERI AGAMA JANGAN BUAT KEGADUHAN DENGAN PULANGKAN WNI EXS ISIS KE INDONESIA

Menteri yang satu ini memang hobinya membuat kegaduhan di masyarakat, terutama di lingkungan ummat Islam. Maka sebaiknya kalau nanti ada reshuffle Kabinet, “orangnya LBP” ini tidak usah dipakai lagi. Bayangkan, Menteri Agama Fachrul Razi mengusulkan agar 680 WNI exs ISIS yg sekarang berada di Irak, Suriah, Turki dan Afghanistan agar dipulangkan kembali ke Indonesia. Sudah

Menteri yang satu ini memang hobinya membuat kegaduhan di masyarakat, terutama di lingkungan ummat Islam. Maka sebaiknya kalau nanti ada reshuffle Kabinet, “orangnya LBP” ini tidak usah dipakai lagi.

Bayangkan, Menteri Agama Fachrul Razi mengusulkan agar 680 WNI exs ISIS yg sekarang berada di Irak, Suriah, Turki dan Afghanistan agar dipulangkan kembali ke Indonesia.

Sudah bisa diprediksi secara politik, dimana Menag ingin membenarkan tudingan bahwa ummat Islam itu radikal dan teroris melalui tangan para exs ISIS yang dikembalikan ke Indonesia tersebut. Kelihatannya Menag ingin terorisme kembali marak di Indonesia, sehingga ummat Islam akan semakin terpojok dan jadi sasaran fitnah dari orang-orang seperti dirinya.

Berikut ini tanggapan Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Irjen Pol Purn KH Anton Tabah Digdoyo, kepada Djakartatoday.com, Kamis (6/2) :

 
Sebagai warga negara saya mencoba sarankan, sebaiknya WNI yang terlibat ISIS tak usah pulang ke Indonesia.

Berbagai alasan antara lain :
Pertama, sedang berkembang fitnah radikalisme Islam, sehingga Menag sampai membuat aturan unt mengawasi para ustadz, khotib, dai, dan masjid masjid. Padahal umat Islam tidak radikal yang radikal justru non Muslim, seperti kasus terbaru perusakan Masjid di Minahasa Utara pekan lalu.

Kedua, ISIS itu bukan Islam dan seluruh Dunia Islam menolak ISIS karena mereka itu kelompok perusak Islam yang sengaja dibuat Israel dan AS. Dikawatirkan nanti pulangnya mereka ke Indonesia akan semakin menperkeruh sikon di NKRI dan timbul fitnah baru pada umat Islam, padahal ISIS jelas bukan Islam.

Ketiga, UUD 1945 jelas menyebutkan, WNI yg bergabung dengan kegiatan militer di negara lain, otomatis telah kehilangan haknya sebagai WNI dan telah kehilangan hak warga negaranya.

Jelas para anggota ISIS eks WNI itu secara hukum sudah bukan WNI lagi. Maka apa dasar hukumnya memulangkan mereka kembali ke Indonesia kecuali menjadi problem yang dapat menimbulkan masalah baru di NKRI. Dan yang pasti, jelas telah melanggar konstitusi negara ?

Tupoksi Kemenag RI adalah menjaga kerukunan hidup beragama dalam konteks individu, masyarakat, bangsa bernegara berdasar Pancasila/ UUD1945 dalam bingkai NKRI.

Dalam100 hari awal tugasnya, Menag sepertinya kurang kerjaan, hanya sibuk dengan isyu radikalisme Islam yang  faktanya memang tidak ada. Menag lupa, dihari pertama pelantikannya, Menag mengatakan dirinya bukan Menteri Agama Islam tetapi Menteri semua umat beragama.

Semestinya Menag tak perlu bicara seperti itu, karena sejarah lahirnya Kemenag adalah untuk mengurusi ummat Islam dimana lebih dari 90% dari jumlah penduduk NKRI.

Kita wajib utamakan kepentingan nasional, karena itu rencana pemulangan anggota ISIS eks WNI ke tanah air tidak ada dasar hukumnya dan urgensinya. Lebih bermanfaat jika fokus Menag adalah menjaga kerukunan umat beragama yang akhir akhir ini tercabik-cabik oleh  kebijakan kebijakan yang rancu.

Penerimaan kembali ex WNI ISIS padahal ditolak oleh konstitusi adalah sebagian contoh kebijakan yg bodoh bin tolol bin dungu.  (R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos