728 x 90

Dalam Dua Tahun, BAZNAS Berhasil Mendirikan 830 Warung Zmart di Seluruh Indonesia

Dalam Dua Tahun, BAZNAS Berhasil Mendirikan 830 Warung Zmart di Seluruh Indonesia

Jakarta, Djakartatoday.com Pertumbuhan bisnis retail dan minimarket modern yang dikuasai sekelompok kecil konglomerat di Indonesia sudah sangat menghawatirkan, bahkan bisa menjurus pada monopoli usaha, sehingga sangat berbahaya bagi perekonomian nasional. Untuk itu, BAZNAS terus berusaha melakukan kerjasama dengan pengusaha retail kecil dengan mendirikan Zmart di seluruh Indonesia. “Hingga Januari 2020, BAZNAS telah melakukan penyaluran bantuan

Jakarta, Djakartatoday.com

Pertumbuhan bisnis retail dan minimarket modern yang dikuasai sekelompok kecil konglomerat di Indonesia sudah sangat menghawatirkan, bahkan bisa menjurus pada monopoli usaha, sehingga sangat berbahaya bagi perekonomian nasional.

Untuk itu, BAZNAS terus berusaha melakukan kerjasama dengan pengusaha retail kecil dengan mendirikan Zmart di seluruh Indonesia.

“Hingga Januari 2020, BAZNAS telah melakukan penyaluran bantuan kepada 830 mustahik peserta program Zmart yang tersebar di 5 Provinsi dan 18 Kota/Kabupaten di Indonesia,” ujar Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT Kuncoro, seusai peresmian Warung Zmart di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jum’at (7/2).

Dikatakannya, keberadaan warung Zmart diharapkan dapat menjadi tumpuan masyarakat miskin dalam memperoleh penghidupan ditengah ancaman dari tumbuhnya minimarket modern yang sangat pesat.

Selain itu BAZNAS terus berusaha membantu para pedagang retail yang kecil dan lemah dengan mendirikan Zmart di seluruh Indonesia.

Sementara itu BAZNAS meluncurkan aplikasi Zmart yang berfungsi untuk memudahkan mustahik pemilik warung Zmart point atau yang umum disebut Saudagar Zmart dalam mendapatkan barang-barang dagangan dari Distribution Center (DC) BAZNAS.

Dengan Aplikasi Zmart yang dapat diunduh melalui Play Store ini, Saudagar Zmart dapat memantau persediaan barang dagangan, omzet penjualan, dan keuntungan harian.

Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk melayani transaksi pembayaran bagi para pembeli di warung Zmart, lengkap dengan printer thermal untuk mencetak struk belanja.

Peluncuran aplikasi dihadiri Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo, Kepala LPEM BAZNAS, Deden Kuswanda, beserta perwakilan dari saudagar Zmart.

Wahyu mengatakan peluncuran aplikasi Zmart ini merupakan salah satu pengembangan dari BAZNAS untuk saudagar Zmart dalam memenuhi kebutuhan barang dagangannya.

Aplikasi Zmart dirancang dengan tampilan antarmuka yang sederhana untuk memberikan kemudahan kepada Saudagar Zmart dalam mengoperasikannya.

“Selain mudah dalam melakukan pemesanan barang melalui sistem online, pengiriman oleh Distributor Center ini dilakukan tanpa ongkos kirim. Ini tentunya memudahkan proses belanja dan menghemat biaya-biaya dalam perjalanan membeli produk para mustahik. Biaya transportasi ini bisa dialihkan untuk menambah stock barang dagangan mereka,” jelasnya.

Wahyu menambahkan program pemberdayaan ekonomi mustahik ini akan terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha ritel mikro untuk mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan.

“BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) akan terus berupaya meningkatkan usaha mustahik tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, namun juga pengembangan usaha lewat aplikasi.

Selain itu pendampingan pencatatan keuangan, dan pemasaran dapat membangun kepercayaan diri mereka dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BAZNAS RI, M Arifin Purwakananta mengatakan bahwa nantinya aplikasi ini diharapkan dapat berkembang memperkuat jaringan pemasaran produk-produk umat.

“Warung ZMart dan kelahiran aplikasi ZMart juga menjadi bukti bahwa BAZNAS serius untuk mengembangkan digital sebagai platform, tidak saja memudahkan muzaki berzakat namun penggunaannya juga untuk meningkatkan kesejahteraan Mustahik”, kata Arifin.

Arifin menambahkan, aplikasi ini bisa ditautkan dengan berbagai layanan Financial Teknologi yg ada agar lebih lebih kuat dampak ekonominya.

Di tengah terbatasnya sumber daya di daerah-daerah perkotaan, usaha retail menjadi solusi yang relevan di berbagai daerah mengingat tingginya pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang dapat dipenuhi oleh usaha ritel dalam bentuk warung.

Setiap Saudagar Zmart akan mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp 12 juta, sudah termasuk pelatihan, pendampingan serta renovasi Warung Zmart-nya.

(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos