728 x 90

POTENSI ZAKAT DI INDONESIA MENCAPAI RP 333 TRILIUN

POTENSI ZAKAT DI INDONESIA MENCAPAI RP 333 TRILIUN

Jakarta, Djakartatoday.com Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sesungguhnya potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, yakni mencapai Rp 333 Triliun. Namun tahun lalu realisasi zakat yg berhasil dikumpulkan Badan Amil Zakat Nadional (BAZNAS) Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia mencapai Rp 8,1 Triliun atau hanya 3 persen, dan tahun ini diprediksi Rp

Jakarta, Djakartatoday.com

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sesungguhnya
potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, yakni mencapai Rp 333 Triliun.

Namun tahun lalu realisasi zakat yg berhasil dikumpulkan Badan Amil Zakat Nadional (BAZNAS) Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota seluruh Indonesia mencapai Rp 8,1 Triliun atau hanya 3 persen, dan tahun ini diprediksi Rp 10 Triliun.

“Memang potensi zakat di Indonesia yg sebenarnya mencapai Rp 333 Triliun bukan Rp 217 Triliun seperti yg selama ini diakui,” ujar Wakil Ketua BAZNAS, Dr Zainulbahar Noor MEc di kantor pusat BAZNAS, Jakarta, Jumat (6/3).

Potensi zakat terbesar mencapai Rp 99 Triliun berada pada zakat jual beli saham di bursa efek syariah, kemudian zakat BUMN dan zakat ASN. Namun sayangnya zakat ASN baru sebatas himbauan Presiden, belum Peraturan Presiden (Perpres). Jika potensi zakat ketiganya digabungkan, bisa mencapai hampir Rp 200 Triliun.

“Dengan pengumpulan zakat sebesar itu, maka tugas BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan akan selesai,” tegas Zainulbahar Noor.

Sementara itu BAZNAS resmi membuka Lelang Jabatan untuk memimpin aktivitas layanan zakat bagi masyarakat, sebagai Direktur Pengumpulan. Posisi ini ditujukan untuk para professional yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial, terutama dalam bidang zakat.

Ketua Panitia Seleksi Lelang Jabatan, Dr. Zainulbahar Noor, SE., MEc mengatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dan mengkoordinasikan zakat secara nasional, BAZNAS saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan berbagai program pengelolaan zakatnya. Pendaftaran sendiri dibuka pada Rabu (4/3) hingga Minggu (15/3). Kemudian dilanjutkan seleksi administrasi pada Senin (16/3) hingga Kamis (19/3) dan pengumuman akhir Selasa (21/4) dan Rabu (22/4).

“Kepercayaan publik kepada BAZNAS meningkat dengan sangat baik dan mendorong pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) yang menggembirakan. Untuk mendorong keberlanjutan penguatan pengumpulan zakat ini, maka BAZNAS membuka kesempatan kepada para profesional untuk menjadi Direktur Penghimpunan BAZNAS,” ujarnya.

Zainulbahar Noor menambahkan kehadiran Direktur Penghimpunan ini penting untuk menjaga trend positif BAZNAS dalam hal pengumpulan zakat yang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini demi memaksimalkan potensi zakat di Indonesia agar semakin banyak lagi masyarakat kurang mampu yang dapat terlayani lewat program-program BAZNAS.

Memasuki era revolusi industri 4.0 dalam mengkoordinasikan kegiatan pengumpulan zakat nasional di 34 Provinsi, 481 Kabupaten/Kota, dan 78 Lembaga Amil Zakat (LAZ), kedepannya BAZNAS membutuhkan sosok yang memiliki ambisi positif memimpin pengelolaan digital fundraising secara kreatif dan inovatif,” ucapnya.

Dengan adanya Direktur Penghimpunan baru diharapkan nantinya akan memperkokoh Direktorat Penghimpunan dalam melakukan pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dari masyarakat. BAZNAS berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam menjalankan amanah, sebagai badan zakat milik negara yang kredibel melayani umat.
(Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos