728 x 90

BIAR SEJARAH MENCATAT !

BIAR SEJARAH MENCATAT !

Oleh : Ahmad Mansour Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1942 warga Yunani berbondong-bondong melarikan diri dari negeri mereka yang sedang diamuk perang, lalu Bangsa Suriah menyambut mereka dengan tangan terbuka, hangat dan penuh kasih. Namun sayang di tahun 2020, belum genap satu abad (78 tahun) saat Bangsa Suriah terpaksa harus mengungsi ke Yunani karena perang,

Oleh :

Ahmad Mansour

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1942 warga Yunani berbondong-bondong melarikan diri dari negeri mereka yang sedang diamuk perang, lalu Bangsa Suriah menyambut mereka dengan tangan terbuka, hangat dan penuh kasih.

Namun sayang di tahun 2020, belum genap satu abad (78 tahun) saat Bangsa Suriah terpaksa harus mengungsi ke Yunani karena perang, mereka disambut oleh bangsa Yunani dengan letupan timah panas dan gas air mata. Padahal mereka baru tiba di perbatasan, belum benar-benar memasuki daratan Yunani.

Persis seperti kata pepatah lama; “Air susu dibalas dengan air tuba”.

Biar sejarah mencatat, bahwa Bangsa Yunani adalah bangsa yang tidak tahu berterima kasih, bahkan zero rasa kemanusiaan.

Maka seorang columnist Al Jazeera, Ahmad Mansour sembilan jam yang lalu mengingatkan bangsa Yunani dengan memposting kembali sebuah foto lama. Terlihat dalam foto itu, seorang ibu Suriah yang berkerudung tengah membagikan pakaian kepada anak-anak Yunani yang sedang mengungsi di negeri mereka.

Lalu Sang Columnist menulis sebuah caption :

‏سيسجل التاريخ أن السوريين فتحوا بلادهم وبيوتهم لليونانيين عام 1942 حينما فروا من بلادهم طالبين اللجوء من نيران الحرب العالمية الثانية وحينما فر السوريون الى اليونان من نيران الحرب عام 2020 أطلق عليهم اليونانيون الرصاص الحى وحاولوا إغراقهم

“Sejarah akan mencatat bahwa Bangsa Suriah membuka negara dan rumah-rumah mereka untuk bangsa Yunani pada tahun 1942 saat mereka melarikan diri dari perang dunia kedua yang sedang berkecamuk di negeri mereka, namun saat Bangsa Suriah melarikan diri ke Yunani pada tahun 2020 karena perang, Bangsa Yunani menyambut mereka dengan peluru dan berusaha menenggelamkan mereka di lautan”.

(https://twitter.com/amansouraja/status/1235252735307591680?s=19)

Tak kalah sengit, Presiden Erdogan juga menyampaikan satu statement yang sangat menohok yang ditujukan kepada PM Yunani : “Bisa jadi anda adalah keturunan salah seorang pengungsi Yunani yang di dekap mesra oleh ibu-ibu Suriah pada tahun 1942 saat negeri anda sedang dilanda Perang Dunia Kedua”.

Tentu apa yang lakukan oleh Ahmad Mansour maupun Presiden Erdogan bukan upaya mengungkit kebaikan yang pernah diberikan, namun mengingatkan mereka bahwa ada jasa dan andil besar Bangsa Suriah dalam kehidupan mereka.

Sejarah juga mencatat saat Hitler dan Nazi sedang berkuasa, kaum Yahudi diburu-buru untuk dibantai dan dihabisi. Lalu mereka melarikan diri dan mengungsi ke Palestina.

Atas dasar didikan dan ajaran Islam serta rasa kemanusiaan, Bangsa Muslim Palestina menampung mereka bahkan dengan sukarela berbagi makanan, minuman, pakaian, pekerjaan dan tempat tinggal dengan mereka.

Namun pada tahun 1948, Zionis justru mendeklarasikan Negara Israel Raya di atas tanah Palestina, lalu mencaplok jengkal demi jengkal tanah Al Quds hingga hari ini.

Sejarah pasti mencatat bahwa mengasihani Zionis adalah ibarat mengasuh dan merawat anak macan. Saat ia besar, ia akan menerkam dan memangsamu.

Namun jangan lupa, sejarah juga akan mencatat bahwa Indonesia, negeri yang katanya mayoritas umat Islam ini pernah abai dan masa bodoh dengan isu-isu internasional, terutama yang sedang menimpa umat Islam.

Bangsa ini lebih heboh membahas Virus Corona daripada kedzaliman yang menimpa Muslim Uighur dan India atau gelombang pengungsi Suriah yang sedang dicekam kematian atau nasib Palestina yang makin tak menentu.

Allahul musta’an…

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos