728 x 90

AHOK KALAH PILGUB DKI BUKAN KARENA SENTIMEN SARA

AHOK KALAH PILGUB DKI BUKAN KARENA SENTIMEN SARA

Klaten, Djakartatoday.com Adanya pernyataan seorang pejabat tinggi yang asal bunyi (asbun), asal ngomong (asmon) dan asal njeplak (aspak) yang menyatakan bahwa pada Pilkada DKI 2017 lalu disusupi sentimen SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), dibantah keras Pengurus MUI Pusat yg juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Irjen Pol Purn KH Anton

Klaten, Djakartatoday.com

Adanya pernyataan seorang pejabat tinggi yang asal bunyi (asbun), asal ngomong (asmon) dan asal njeplak (aspak) yang menyatakan bahwa pada Pilkada DKI 2017 lalu disusupi sentimen SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), dibantah keras Pengurus MUI Pusat yg juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Irjen Pol Purn KH Anton Tabah Digdoyo.

“Sangat tolol kalau menuduh Pilkada DKI 2017 penuh SARA sehingga Ahok kalah. Itu tolol nuduh kekalahan Ahok karena sentimen SARA,” tegas KH Anton Tabah dalam Rakerda MUI Klaten di Aula Kemenag Klaten, Rabu (11/3). Turut hadir Muspida dan para pejabat, tokoh tokoh ormas Islam serta anggota MUI Klaten.

Menurut KH Anton Tabah, justru sebaliknya kekalahan Ahok dari Anies Baswedan dikarenakan Ahok sendiri yg sentimen SARA dengan menista Al Qur’an, sehingga menimbulkan gelombang demonstrasi jutaan umat Islam yg menuntut Ahok diseret ke meja hijau karena menista agama.

*Pemurtadan*

Sementara itu ketika menyinggung masalah pemurtadanyg semakin gencar terhadap umat Islam, KH Anton Tabah meminta umat Islam agar waspada dengan berbagai upaya penyesatan dan pemurtadan iman akidah Islam, dimana pada zaman sekarang ini sangat masif dan sistemis.

Bahkan lembaga lembaga resmi Pemerintah justru ikut melakukannya, seperti yg mereka lontarkan tentang Intoleransi, SARA dan Radikalisme. Padahal jika mereka ditanya tentang bukti bukti yg sesuai dengan unsur Pasal UU apa, mereka tak bisa menjawabnya.

Seperti ketika mereka menuduh Agama musuh besar Pancasila dan Pilkada tahun 2020 ini akan disusupi sentimen SARA seperti Pilkada DKI 2017 lalu. Ini jelas penyesatan akidah yg sangat tolol bin dungu.

Dikatakannya, Agama itu ibu kandung Pancasila, karena Pancasila lahir justru oleh Agama sehingga sila pertama adalah Tauhid keTuhanan Yang Maha Esa, yang memandu sila sila berikutnya dan menjadi dasar Negara NKRI Pasal 29 (1) UUD1945 .

Sedangkan masalah pemurtadan, KH Anton Tabah menegaskan wajib ditangkal, karena mereka melakukannya dengan manajemen dan dana yg besar.

KH Anton Tabah meminta MUI Klaten blusukan sampai ke tingkat desa desa dan harus bisa membuat rencana kerja yang detail, sehingga mudah dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga baru onderbow MUI Klaten, Rumah Mualaf yang dipimpin Haji Suranto.

(Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos