728 x 90

Demi Belain Cina, Ngabalin Sebarkan Hadis Palsu

Demi Belain Cina, Ngabalin Sebarkan Hadis Palsu

Jakarta – Djakartatoday.com Kalau sebelumnya Tenaga Ahli Kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin membela Ahok mati matian dalam kasus Kepala Otorita Ibukota Baru, kali ini pendukung fanatik Jokowi itu sengaja menyebarkan Hadis palsu demi membela Negara Cina Komunis. Pasalnya, baru-baru ini muncul video Ali Mochtar Ngabalin yang memuji-muji China dengan dalil hadits sabda

Jakarta – Djakartatoday.com

Kalau sebelumnya Tenaga Ahli Kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin membela Ahok mati matian dalam kasus Kepala Otorita Ibukota Baru, kali ini pendukung fanatik Jokowi itu sengaja menyebarkan Hadis palsu demi membela Negara Cina Komunis.

Pasalnya, baru-baru ini muncul video Ali Mochtar Ngabalin yang memuji-muji China dengan dalil hadits sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Carilah ilmu hingga ke negeri China”.

Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Anton Tabah menilai bahwa hadist yang didalilkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden itu dhoif atau lemah. Berdasarkan ijtima (keputusan) ulama sedunia menyarankan agar tidak memakai hadits-hadist dhoif apalagi maudhu (palsu).

“Hadits carilah ilmu ke China yang dipuji-puji Ngabalin menurut para ahli hadits adalah palsu. Karena palsu ya dilarang dijadikan dalil atau hukum,” kata Anton ketika dihubungi redaksi, Sabtu (14/3).

Menurutnya, kepalsuan hadits tersebut sudah dijelaskan oleh para ahli hadits dunia antara lain Ibnu Hibban, diperkuat As-Sakhowi dalam al-Maqôshidul Hasanah.

“Sumber kepalsuan hadits ini adalah rawi bernama Abu Atikah Tharif bin Sulaiman dan Ibnul Jauzi di al-Maudhû`ât as-Suyuthi di al-La`âli al-Mashnu`ah, tetap tidak bisa meningkatkan status hadits itu, karena sebagian perawinya pembohong karenanya tidak mengubah kedudukannya sebagai hadits palsu,” terang Anton.

Ia menerangkan, Al-Hafizh as-Suyuthi dalam kitab himpunan hadits Jam`ul Jawâmi/alJâmi Kabîr, masukkan hadits ini pada No. 3401 (pada jilid I: 673), tegaskan bahwa beberapa perawi yang semua dari jalur sahabat Anas. Dan dalam catatan kaki di situ disebutkan: “Hadits ini juga disebutkan dalam al-Jâmi ash-Shoghîr, No. 1110, dan mengisyaratkan dengan kata adh-dho’fu. Al-Baihaqi berkata: “Isinya masyhur dan isnadnya dha`îf, dan telah diriwayatkan dari berbagai jalan semuanya dhaî`fatân.” Dan Ibnu Hibban berkata: ”La ashla lahu”, dan Ibnul Jauzi memvonis sebagai hadits maudhu’ palsu,” sambung Anton.

Hal ini diperkuat tokoh-tokoh ulama Indonesia antara lain, Gus Dur (2006) dan Imam Masjid Istiqlal Prof Dr. KH. Musthafa Ali Ya’qub tegas katakan hadits tsb palsu, (dalam buku Hadis-Hadis Bermasalah Pustaka Firdaus, Jkt 2012: 1-6). KH. Ali Musthafa Ya’qub, menyatakan: “Setelah diketahui bahwa hadits ini palsu, maka tak perlu menjawab pertanyaan, kenapa Nabi Muhammad saw menyebut China bukan Eropa.?” Hadist tentanf Cina tersebut tak pernah ada,” ujar Anton lagi.

Anton yang juga mantan petinggi Polri yang kini juga Pengurus MUI Pusat mengingatkan Ngabalin agar tidak lagi memakai hadis palsu.

“Jika tetap memakai berarti dia telah berdusta,” kata Anton. (Abdul Halim/R)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos