728 x 90

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 27 Rajab 1441 H

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 27 Rajab 1441 H

Oleh : Dr KH Fahmi Salim Lc MA (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Ketua MIUMI DKI Jakarta) Isra’ Mi’raj adalah titik tolak perubahan besar dalam diri Rasulullah Saw. dan kualitas dakwah Islam. Sebelum Isra Mi’raj, Rasulullah dan Umat Islam dalam posisi yang inferior, direndahkan, ditindas dan tak berdaya. Setelah Isra Mi’raj, kondisi berubah

Oleh :

Dr KH Fahmi Salim Lc MA

(Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Ketua MIUMI DKI Jakarta)

Isra’ Mi’raj adalah titik tolak perubahan besar dalam diri Rasulullah Saw. dan kualitas dakwah Islam. Sebelum Isra Mi’raj, Rasulullah dan Umat Islam dalam posisi yang inferior, direndahkan, ditindas dan tak berdaya. Setelah Isra Mi’raj, kondisi berubah 180 derajat, Allah memberikan kemenangan demi kemenangan kepada Rasulullah Saw dan dakwah Islam, an-nashr wa at-tamkin.

Ketika Isra Mi’raj, Nabi Muhammad dinobatkan secara resmi sebagai pemimpin dunia, imam dua kiblat, dipilih sebagai manusia terbaik diantara hamba-hamba-Nya yang terbaik (al-Mushthafa), imamnya para rasul (Imam al-Mursalin). Diangkat derajatnya, ditinggikan penyebutan namanya, mengiringi setelah penyebutan nama Allah, “wa rafa’na laka dzikraka”. (QS. Al-Insyirah: 2).

Kualitas shalat yang baik merupakan pra-syarat mutlak dan titik tolak bagi lahirnya keadaban jiwa dan peradaban yang kokoh di periode Madinah sebagai periode TAMKIN (pengokohan agama dengan semua perangkatnya: keluarga, sosial, ekonomi, politik, hukum dan perundangan, pertahanan dan keamanan) yang mewujudkan visi umat Islam sebagai ‘khayra ummah’ dan ‘ummatan wasathan’ yang menjadi saksi (syuhada’ ala nas) dan guru bagi peradaban manusia (ustadziyyatul ‘alam).

Sholat yang ditegakkan secara baik dan benar, sesuai syarat dan rukunnya, khusyu’ dan tuma’ninah dalam pelaksanaanya, mengerti dan menghayati bacaan dan gerakannya, pasti akan membuahkan kepribadian muslim dan mukmin yang berkarakter.

PENDIDIKAN KARAKTER SHALAT

1. Mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar. إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر

2. Senantiasa mengingat Allah ‘azza wa jalla, dan menghadirkan-Nya dalam setiap tindakan dan geraknya. وأقم الصلاة لذكري

3. Senantiasa mengingat Allah ‘azza wa jalla, dan menghadirkan-Nya dalam setiap tindakan dan geraknya. وأقم الصلاة لذكري

4. Senantiasa hatinya terhubung dan terangkat ke langit dengan menyaksikan (musyahadah) keagungan Allah ‘azza wa jalla. الصلاة معراج المؤمن

5. Membersihkan jiwanya dari noda dan dosa, seperti orang yang mencuci dan menyapu pekarangan rumahnya dengan air sungai 5 kali sehari. أرأيتم لو أن نهرا بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات ما تقولون؟ هل يبقى من درنه؟

6. Membuat hatinya bercahaya, sehingga dapat melihat yang haq itu haq lalu mengikutinya, dan menyingkap yang batil adalah batil lalu meninggalkannya. يرى به الحق حقا فيتبعه ويرى به الباطل باطلا فيجتنبه

7. Menguatkan jiwanya di saat menghadapi berbagai ujian dan musibah. Selain kesabaran, sholat adalah penolong terbaik di saat galau dan gelisah. وجعل قرة عيني في الصلاة – كان رسول الله إذا حزبه أمر فزع الى الصلاة

Maka di tengah situasi tanggap darurat Covid-19 di negeri kita, tegakkan Shalat dengan sebaik-baiknya, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan shalat yang berkualitas.

(Jakarta, Ahad 27 Rajab 1441/22 Maret 2020)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos