728 x 90

Stop ! Jangan Jadi Agen Covid-19

Stop ! Jangan Jadi Agen Covid-19

Oleh: Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Hanya 15 persen positif Covid-19 ketahuan gejalanya, mungkin batuk, sesak nafas dan demam. Ini gejala umum, kata orang medis. Sedangkan 85 persen, gak ada tanda-tandanya. Jika angka positif Covid-19 day to day naik drastis, karena mereka memang tak dikenali gejalanya, tahu-tahu parah, dua sampai tiga hari, pek

Oleh:

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Hanya 15 persen positif Covid-19 ketahuan gejalanya, mungkin batuk, sesak nafas dan demam. Ini gejala umum, kata orang medis. Sedangkan 85 persen, gak ada tanda-tandanya.

Jika angka positif Covid-19 day to day naik drastis, karena mereka memang tak dikenali gejalanya, tahu-tahu parah, dua sampai tiga hari, pek dan mati. Terutama mereka yang daya tahan tubuhnya (imun) lemah.

Ketika berumur 0-40 tahun, umumnya relatif kuat daya tahan tubuhnya, meski tak menjamin. Sedangkan diatas umur 40 tahun, rentan. Kenapa petinju disarankan pensiun berumur 40 tahun, karena fisiknya sudah mulai melemah.

Diatas usia 50, 60, 70 tahun, jauh lebih rentan, ini bicara kondisi secara umum. Artinya, diatas usia 40 tahun mesti lebih waspada. Jaga stamina, hidup sehat dan lebih disiplin lagi.

Ketika berumur 0-40 tahun tak menjamin fisik anda semuda usia anda. Apalagi jika anda perokok, suka begadang, jarang olah raga, asupan makanan tak bergizi, kerja lelah atau stres, maka akan rentan juga.

Sementara yang sehat jangan jadi agen virus. Anda kuat, dan daya tahan tubuh anda bagus, tapi anda membawa virus kemana-mana. Anda menularkan virus ke banyak orang. Diantara mereka mati gara-gara tertular dari anda.

Dosakah ? Pasti ! Apapun dan siapapun anda, itu dosa sosial, dosa kemanusiaan. Karena anda sengaja berkeliaran diluar, berinteraksi dengan banyak orang, bersalaman dan nongkrong yang tak perlu.

Jika kita cinta bangsa ini, jangan menjadi agen virus Covid-19. Caranya ? Stay di rumah, diam di rumah kecuali ada urusan dan kebutuhan super urgent dan itupun mesti dilakukan dengan cara-cara sehat.

Apa cara yang sehat ? Jangan bersentuhan dengan orang lain meski salaman, jaga jarak 1,5 meter, upayakan pakai masker. Ini baru betul-betul “Pancasilais dan pro NKRI”.

Masker susah dan harganya selangit, itu ujian bagi bangsa ini. Di saat-saat sulit selalu ada “Iblis Kapitalis”. Bukannya nyumbang, malah cari keuntungan, berharap Pemerintah menertibkan. Lebih baik membagikan dengan gratis, tidak sekedar janji. Duit dari mana ? Pajak rakyat sudah dibayarkan pak !

Cara murah dan paling aman memang stay di rumah, keluar rumah hanya untuk keperluan yang sangat penting. Tetapi, bagaimana dengan para pedagang kecil, uangnya hanya untuk hidup satu-dua hari ?

Dilematis ! Memang, betul-betul dilematis. Pilih nyawa atau makan ? Gak makan, mati juga. Disini Pemerintah harus hadir. Perlu sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengatasi mereka.

Dari mana anggarannya ? Dari pagu kegiatan lain. Batalkan, atau setidaknya kurangi anggaran-anggaran untuk kegiatan lain. Perjalanan dinas, studi banding, pembelian kebutuhan yang bisa ditunda tahun depan, hentikan pembangunan infrastruktur, dan seterusnya. Alokasikan dana-dana itu untuk menangani para pasien Covid-19 dan dampak ekonominya, termasuk para perdagang asongan itu.

Gak melanggar aturan ? Ubah aturannya. Jangan rakyat mati karena kakunya aturan. Sebab aturan dibuat untuk selamatkan dan sejahterakan rakyat, bukan untuk bunuh rakyat !

Kalau anggaran sudah disiapin, paksa rakyat stay di rumah, bukan himbauan lagi, instruksikan ! Pemerintah buat aturan dan mekanismenya. Detail, lengkap, jelas dan pastikan tersosialisasikan ke rakyat. Dan yang terpenting, dijalankan !

Sabtu kemarin ( 21/3) enam orang mati. Entah besok dan besoknya lagi berapa. Tak banyak waktu bagi Pemerintah untuk “istiharah” politik, itu nanti. Lebih baik lakukan ikhtiar kesehatan dan ekonomi. Selamatkan dulu rakyat dengan merumahkan mereka untuk sementara waktu, sehingga tidak menjadi agen penyebaran dan korban Covid-19.

(Jakarta, 22 Maret 2020)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos