728 x 90

Kisah Lockdown Nabi Ayyub AS

Kisah Lockdown Nabi Ayyub AS

Oleh: Ustadz Fahmi Salim (Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat) Allah Ta’ala berfirman: Q.S Al-Anbiya (21): 84 فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ (٨٤) “Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan

Oleh:

Ustadz Fahmi Salim

(Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat)

Allah Ta’ala berfirman:

Q.S Al-Anbiya (21): 84

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ (٨٤)

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.”

Nabi Ayyub dikenal ketakwaannya, kekayaannya dan kedermawanannya. Selain keluarga yang sempurna, ia dikaruniai harta yang berlimpah. Namun setelah itu, ia diuji Allah dengan penyakit yang menimpa badannya, juga mengalami musibah yang menimpa harta dan anaknya, semua pun sirna. Ia pun terkena penyakit kulit, yaitu judzam (kusta atau lepra). Yang selamat pada dirinya hanyalah hati dan lisan yang beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah sehingga dirinya terus terjaga. Semua orang ketika itu menjauh dari Nabi Ayyub hingga ia mengasingkan diri di suatu tempat. Hanya istrinya sajalah yang mau menemani Ayyub atas perintahnya. Sampai istrinya pun merasa lelah hingga mempekerjakan orang lain untuk  mengurus suaminya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 349)

Karena sikap Nabi Ayub yang bersabar, berserah dan bertawakkal kepada Allah dalam menyikapi penyakit yang menimpa dirinya, maka:

1. ALLAH mengabulkan doa-nya,

2. ALLAH melenyapkan berbagai penyakit yang ada padanya sehingga sembuh lahir batin;

3. ALLAH mengembalikan keluarganya kepadanya untuk lebih sempurna kebahagiaannya.

4. ALLAH melipatgandakan jumlah keturunan Nabi Ayyub sebagai suatu rahmat kepada hamba-Nya yang sabar.

Al-Qur’an mengungkapkan kisah ini untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi semua orang yang beriman dan beribadah kepada Allah, bahwa:

a. Allah memberi rahmat dan pertolongan kepada hamba-Nya yang mukmin, bertakwa, saleh dan sabar.

b. Orang-orang yang mukmin pun tidak luput dari cobaan, berat atau pun ringan, sebagai ujian bagi mereka.

c. Orang yang beriman tidak boleh berputus asa dari rahmat Tuhannya.

Ayo perbanyak baca doa Nabi Ayyub baik yang ODP, PDP dan yang Positif Covid19:

 اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

“(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Semoga Allah menyembuhkan penyakit kita dan menjauhkan kita dari berbagai wabah penyakit.

#Tadabburufs

#dirumahsaja

#tadabburdigital

#tetapngaji

#pengajiandigital

#socialdistancing

#NoDistancefromAllah

Pls share, like n subscribe channel youtube: Ust Fahmi Salim Official Channel https://www.youtube.com/channel/UCAknfrOaBOyb6voZ_GpFRYg untuk mendapatkan update kajian Islam.

Mari bergabung dengan grup telegram: Rumah Kajian Tafsir Quran Kaji-Pahami-Amalkan

https://t.me/rumahtafsirquran.

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos