728 x 90

MABUK BERAGAMA ?

MABUK BERAGAMA ?

Oleh : Ustadz Fahmi Salim (Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah) Umat Islam saat menghadapi pandemi Covid-19, ternyata ada yg terkena sindrom Mabuk Beragama, dengan menganggap kesalehan ibadah hanya bisa diwujudkan dg berjamaah di Masjid dlm situasi apapun baik itu bencana alam, perang, konflik, epidemi atau normal. Pakai kacamata kuda. Padahal Imam Asy-Syafi’i saja

Oleh :

Ustadz Fahmi Salim

(Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Umat Islam saat menghadapi pandemi Covid-19, ternyata ada yg terkena sindrom Mabuk Beragama, dengan menganggap kesalehan ibadah hanya bisa diwujudkan dg berjamaah di Masjid dlm situasi apapun baik itu bencana alam, perang, konflik, epidemi atau normal. Pakai kacamata kuda.

Padahal Imam Asy-Syafi’i saja sangat menghormati profesi dan otoritas dokter dan mengikuti hasil kajian medis dalam fatwa-fatwanya.

Imam Asy-Syafi’i menjelaskan pentingnya ilmu kedokteran. Beliau berkata :

لا أعلم علما بعد الحلال والحرام أنبل من الطب إلا أن أهل الكتاب قد غلبونا عليه

“Saya tidak mengetahui sebuah ilmu -setelah ilmu halal dan haram- yang lebih berharga yaitu ilmu kedokteran, akan tetapi ahli kitab telah mengalahkan kita.” [Siyar A’lam An-Nubala, 8/528, Darul Hadits]

Imam Syafi’i juga menekankan bahwa di antara ilmu dunia, ilmu kedokteran salah satu yang paling penting. Beliau berkata :

إنما العلم علمان: علم الدين، وعلم الدنيا، فالعلم الذي للدين هو: الفقه، والعلم الذي للدنيا هو: الطب

“Ilmu itu ada dua: ilmu agama dan ilmu dunia, ilmu agama yaitu fiqh (fiqh akbar: aqidah, fiqh ashgar: fiqh ibadah dan muamalah, pent). Sedangkan ilmu untuk dunia adalah ilmu kedokteran.” [Adab  Asy-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 244, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah]

Imam Syafi’i membuat ungkapan sebagai berikut:

َلَا تَسْكُنَنَّ بَلَدًا لَا يَكُوْنُ فِيْهِ عَالِمٌ يُفْتِيكَ عَن دِينِك، وَلَا طَبِيبٌ يُنْبِئُكَ عَنْ أَمْرِ بَدَنِك

“Janganlah sekali-kali engkau tinggal di suatu negeri yang tidak ada di sana ulama yang bisa memberikan fatwa dalam masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang memberitahukan mengenai keadaan (kesehatan) badanmu.” [Adab Asy-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 244, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah]

Kasian sekali, banyak umat jadi tertinggal akibat sikap ulamanya yg hanya memandang sisi keutamaan ibadah tanpa memperhatikan aspek Sunnatullah dalam bidang medis. Kalau Imam Syafi’i hidup saat ini pasti beliau akan terlepas diri dari fatwa fatwa ulama yg mabuk agama dan abai terhadap Sunnatullah.

Wallahu a’lam.

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos