728 x 90

Presiden Jokowi Dituding Melakukan Political Prostitution

Presiden Jokowi Dituding Melakukan Political Prostitution

Jakarta- Djakartatoday.Com Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Rocky Gerung menuding Presiden Jokowi tanpa malu-malu telah melakukan political prostitution (pelacuran politik). Pasalnya, Presiden Jokowi telah menggunakan kekuasaannya sebagai alat penekan untuk meloloskan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka (33 tahun), yang masih “bau kencur” dalam pengalaman politik dan birokrasi pemerintahan, untuk menjadi calon Walikota Surakarta yang

Jakarta- Djakartatoday.Com

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Rocky Gerung menuding Presiden Jokowi tanpa malu-malu telah melakukan political prostitution (pelacuran politik).

Pasalnya, Presiden Jokowi telah menggunakan kekuasaannya sebagai alat penekan untuk meloloskan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka (33 tahun), yang masih “bau kencur” dalam pengalaman politik dan birokrasi pemerintahan, untuk menjadi calon Walikota Surakarta yang didukung dan atas rekomendasi PDIP.

Menurut Rocky, posisi Presiden Jokowi bisa dimakzulkan jika melakukan transaksi kemaksiatan politik atau political prostitution.

Hal itu dikatakan Rocky pada acara Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Ahad (2/8) lalu.

Menurut Rocky, kondisi saat ini telah terjadi defisit moral karena adanya transaksi political prostitution yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Political prostitution yang dimaksud adalah adanya proses transaksi antara Presiden Jokowi dengan Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo yang mengaku sempat ditawari jabatan jika rela mundur dari pencalonan di Pilkada kota Solo tahun 2020 ini. Dimana dalam Pilkada Solo, ada nama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

“Itu adalah political prostitution, ya pelacuran politik juga yang lebih berat hukumannya daripada pelacuran individual, Hana Hanifah. Hana Hanifah di ruang tertutup, Presiden di ruang terbuka, di Istana transaksi kemaksiatan politik,” ujar Rocky Gerung.

Hal itu makin parah tatkala para pembantu Presiden di Kabinet hanya diam melihat peristiwa tersebut. Ia menyindir Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani yang disebut ada dalam pertemuan itu dan hanya menonton pelacuran politik di panggung Istana dan tidak berbicara apa-apa.

“Tapi orang akan tagih, kalau dalam sistem politik beradab itu Presiden ketahuan bikin transaksi kemaksiatan politik, political prostitution itu sudah di-impeach karena etiknya dilanggar habis-habisan,” jelas Rocky.

Dengan demikian, sambung Rocky, political prostitution merupakan bentuk defisit moral bangsa Indonesia saat ini.

“Dan untuk itu kita berharap agar supaya segala macam transaksi yang sifatnya politis berhenti per hari ini. Jadi untuk itu ada gerakan semacam ini, kita sebut gerakan menyelamatkan Indonesia, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menyelamatkan artinya sudah ada yang tenggelam, makanya diselamati, bukan lagi mencegah korban, (tapi sudah) banyak korbannya,” ujarnya.

Sumber:

RMOL, Portal-Islam.id

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos