728 x 90

PERTAMINA DIBAWAH AHOK TAMBAH MORAT MARIT

PERTAMINA DIBAWAH AHOK TAMBAH MORAT MARIT

Jakarta – Djakartatoday.Com Sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) yang baru menjabat satu tahun lebih, mantan Gubernur DKI Jakarta yang pernah mendekam di hotel prodeo karena kasus Penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata gagal total dalam memimpin perusahaan minyak nasional terbesar tersebut. Terbukti kondisi Pertamina saat ini semakin morat marit dengan terus mengalami

Jakarta – Djakartatoday.Com

Sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) yang baru menjabat satu tahun lebih, mantan Gubernur DKI Jakarta yang pernah mendekam di hotel prodeo karena kasus Penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata gagal total dalam memimpin perusahaan minyak nasional terbesar tersebut.

Terbukti kondisi Pertamina saat ini semakin morat marit dengan terus mengalami kerugian yang sangat besar, padahal sebelumnya selalu mengalami keuntungan lumayan besar. Sekarang Pertamina dibawah Ahok dalam kondisi sakit Kanker stadium ketiga menuju stadium keempat.

Perusahaan minyak negara, PT Pertamina (Persero) yang Komisaris Utamanya dijabat Ahok, harus membukukan kerugian besar. Ini merupakan catatan buruk sepanjang sejarah Pertamina selama ini.

Dalam laporan keuangan yang dipublish di laman resmi, Pertamina pada semester pertama tahun ini harus menelan kerugian hingga 767,92 juta dolar AS atau sekitar Rp11,327 triliun (kurs Rp14.750 per dolar AS). Padahal periode yang sama tahun lalu perusahaan masih membukukan laba sebesar 658,96 juta dolar AS.

Adanya rugi ini karena pendapatan perusahaan anjlok dari 25,55 miliar dolar pada 2019 lalu menjadi 20,48 miliar dolar AS pada semester satu tahun ini. Hal ini tecermina dari penjualan minyak dalam negeri dan produksi minyak turun dari 20,94 miliar dolar AS menjadi 16,56 miliar dolar AS.

Selain pendapatan yang turun, beban produksi hulu dan lifting juga naik dari 2,38 miliar menjadi 2,43 miliar dolar AS. Beban operasional perusahaan juga naik dari 803,7 juta dolar AS menjadi 960,98 juta dolar AS.

Sedangkan untuk subsidi dari pemerintah juga turun dari 2,51 miliar dolar menjadi 1,74 miliar dolar AS. Untuk utang perusahaan, Pertamina punya utang jangka pendek sebesar 13,14 miliar dolar AS dan utang jangka panjang sebesar 27,42 miliar dolar AS.

Selain mengalami kerugian besar, Pertamina sebelumnya juga telah terdepak dari Fortune Global 500. Padahal tahun lalu, Pertamina menduduki peringkat 175.

(Redaktur: Abdul Halim.

Sumber: suaraislam.id)

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Ucup the Legend
    August 25, 2020, 1:35 pm

    Payah sekali … Ga seperti ngomoynya
    Sebakul … Klu dibLuar Negri udah mengundurkan diri tuh..

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos