728 x 90

25 Santri Lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor Diterima Kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Al Azhar Kairo Mesir

25 Santri Lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor Diterima Kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Al Azhar Kairo Mesir

Kairo – Djakartatoday.Com Kalau biasanya mahasiswa Indonesia lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir mengambil bidang studi agama, namun kali ini justru mengambil bidang studi science terutama Kedokteran. Dan ini baru pertama kali terjadi terhadap sejarah lulusan Pondok Modern Gontor yang sudah berdiri sejak tahun 1926 lalu. Pada tahun ajaran

Kairo – Djakartatoday.Com

Kalau biasanya mahasiswa Indonesia lulusan Pondok Pesantren Modern Gontor kuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir mengambil bidang studi agama, namun kali ini justru mengambil bidang studi science terutama Kedokteran. Dan ini baru pertama kali terjadi terhadap sejarah lulusan Pondok Modern Gontor yang sudah berdiri sejak tahun 1926 lalu.

Pada tahun ajaran 2019-2020 ini, terdapat 26 mahasiswa Indonesia (25 alumni Pondok Modern Gontor dan 1 alumni Pondok Modern Tazakka) yang sedang menempuh studi Kedokteran di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Mereka terdiri dari 18 Santriwati dan 8 Santriwan.

Mereka adalah mahasiswa perdana asal Indonesia yang studi di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar sepanjang sejarah 10 abad lebih Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Padahal biasanya mahasiswa Indonesia bila kuliah ke Universitas Al-Azhar mengambil jurusan keagamaan. Berbeda dengan mahasiswa Malaysia, sejak beberapa tahun terakhir, sebanyak ratusan mahasiswa Malaysia masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Al Azhar.

Untuk menempuh studi di Fakultas Kedokteran maupun Fakultas-Fakultas Sains lainnya, disyaratkan menggunakan ijazah yang telah Disetarakan (Akreditasi) oleh Universitas Al-Azhar untuk bidang Sains. Seperti diketahui, Universitas Al-Azhar sebagai institusi Pendidikan Tinggi menerbitkan penyetaraan ijazah untuk bidang _adaby_ untuk ilmu-ilmu Keislaman, dan _ilmy_ untuk ilmu-ilmu Sains dan Teknologi seperti MIPA, Kedokteran, Farmasi, Teknik dan lain lain.

“Alhamdulillah, beberapa Pondok Pesantren telah mendapatkan penyetaraan itu dari Universitas Al-Azhar Kairo, diantaranya Ponpes Modern Gontor, Darunnajah dan Tazakka serta beberapa yang lain.” ujar Ghifaria salah seorang mahasiswa penerima beasiswa Universitas Al-Azhar.

Menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar yang identik dengan Khazanah Keilmuan Islami yang berkembang di Mesir bagaikan menyelam sambil minum air. Sebab sembari mempelajari ilmu Kedokteran di Universitas Al-Azhar, ilmu agama pun didapatkannya dari para masyayikh Universitas Al Azhar.

Maka inilah yang seperti dikatakan salah satu Trimurti Pendiri Gontor, KH Imam Zarkasyi : “Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama.” Karena menjadi dokter bukan sekadar menyembuhkan penyakit pasien, lebih dari itu, dokter akan memberikan fatwa kepada pasien, maka dokter yang santri dan santri yang dokter adalah sebuah kebutuhan masa depan.

Mengutip yang pernah disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi, MA. bahwa kaderisasi itu _by designed_, harus dirancang dan disiapkan betul kebutuhan pondok pesantren dan umat dalam 20 tahun hingga 50 tahun mendatang.

“Maka, perlu pemetaan kaderisasi dengan cermat dengan memperhatikan trend masa kini dan masa depan” ujar KH Anang Rizka Masyhadi.

Kaderisasi adalah bagian dari menyiapkan kader masa depan. Para kader itulah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan perjuangan dan meneruskan cita-cita pendiri Pondok Pesantren Modern dan umat Islam. Maka, mendesain kaderisasi hakikatnya adalah sedang mendesain masa depan umat Islam.

Insya’ Allah, beberapa tahun lagi sebanyak 26 dokter alumni Universitas Al-Azhar Kairo akan segera berkiprah untuk Indonesia. Dan, insya’ Allah akan segera disusul para mahasiswa-mahasiswi lainnya lulusan pesantren pesantren modern di Indonesia.

Selalu terngiang apa yang pernah disampaikan KH Anang Rizka Masyhadi :

“Jadilah Santri yang Dokter, Dokter yang Santri; jadilah Santri yang Pengusaha, Pengusaha yang Santri; jadilah Santri yang Jenderal, Jenderal yang Santri”.

Red: Abdul Halim

(@Hisyam Al-Faruq,

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir)

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Ahmad Ma'ruf
    August 27, 2020, 4:32 am

    Semoga disusul oleh pondok yg lain utamanuya Muhammadiyah

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos